eragon, the eldest

nggak bisa dibilang bagus. isinya membosankan dan kurang menarik. terfokus pada eragon dan petualangannya di ellesmera, musuh utamanya adalah dirinya sendiri, bagaimana dia berlatih ilmu2 sihir, pedang dan bahasa kuno. kurang ada intrik, dari awal sampai akhir lempeng2 ajah, jadinya monoton. padahal buku pertama lumayan penuh petualangan yang agak membikin pembaca penasaran. dibuku kedua ini malah petualangan roran yang agak menarik, tapi itupun tidak banyak diceritakan dibuku karena si pengarang tetap fokus pada eragon dan para elf.

diceritakan dibuku dua ini, eragon yang selamat ketika kaum kurcaci dan verden diserang, dikirim oleh pemimpin kaum verden ke ellesmera tempat tinggal kamu elf untuk mempelajari segala ilmu yang diperlukan oleh penunggang naga. kemampuan ini nantinya akan digunakan untuk bertempur melawan musuh yang paling menakutkan bagi semua orang, galbatorix. dalam ceritanya eragon berguru pada elf senior yang ternyata memiliki seekor naga jantan. eragon dilatih si elf, saphira sang naga dilatih si naga jantan.

ketika membaca buku ini, palng enak loncat2, biar tidak bosen, meski kadang kehilangan alur, tapi tetep masih bisa ditelusuri.  not bad buat yang bener2 pengen kiling time.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: