Monthly Archives: August 2007

vacuum…itu…

hari jumat, satu2nya hari dimana gw ga kuliah, satu2nya hari dimana gw kerja. thanks god, kerja cuma seminggu sekali…karena bisa dirasakan dan dibayangkan betapa capeknya kerja disini (fisik lebih dominan)…dan gw dah buktiin last summer holiday. meski semester ini kerja dah ditekan seminim mungkin, tetep saja namanya juga kerja, pasti ada hasil kaki pegel2, keringeten, capek…tapi kalo semua ajah bisa kerja dan nggak mengeluh masa gw mengeluh.

jumat ini tidak seperti jumat-jumat yang lalu. restorant lumayan rame (oh yah gw kerja di monash resto…) rame banget, kerjaan gw bersihin meja n ambil piring2, biasanya gw sanggup ambil piring2 n gelas2 lumayan cepet…jumat ini rasanya piring dan gelas ga ada habisnya. kalo jumat yg lain cukup 1-2 orang yang bantu, jumat ini ada 3 orang yang turun tangan membantu. tapi senengnya pengunjung datang diwaktu yang sama dan jam 1.30 sudah tidak ada (sedikit) tamu yang datang…ahhh aku bisa santai neh…

ternyata, si bartender…nove, can you help me to vacuum this carpet before you go??….kira2 begitu deh…ok, kataku…bayangan gw vacuum….dirumah gw juga memvacuum kok, enteng….ternyata…

jreng, ada alat vacumm segede robot setinggi kurang lebih 50cm…ah…gede banget dibanding punyaku yang cuma segede kotak sepatu. gpp-lah…tinggal gerak2in moncong vacuum ini…tapi ketika vacumm cleaner sudah dinyalain..dan aku mulai menggosok2 karpet….oh gosh…ternyata beda jauh dari vacuum dirumah yang super ringan. karena neh vacuum super gede daya sedotnya juga gede, dan karena daya sedot gede, tuh moncong vacuum rasanya nempel karpet dan perlu tenaga besar buat gerak2in. Hasilnya, selama 15 menit mem-vacuum gw keringeten hahahah…capek…

collective soul and their latest album

hola…hola…collective soul rilis album terbaru mereka ‘afterwords’ tanggal 28 agustus kemaren. dan mereka ganti tampilan web, yang makin fresh ajah…nunjukin sampul depan album mereka dan single mereka hollywood. ok enjoy it. www.collectivesoul.com

setelah denger beberapa kali isi dari album afterwords, ternyata lumayan ringan dan asik didengerin, cepet ngerasa cocok, nggak jauh2 dari album2 sebelumnya (bukan album pertama dan kedua) tetapi beberapa album terakhir. masih tetep nge-bit tapi ga nge-rock…sepertinya nggak ada yang mellow deh (thats good). wajib download hehe

relationships

ternyata setelah menikah dan punya keluarga sedikit menjadikan kita berbeda. tingkah laku, cara bersosialisasi, cara ngomong semuanya beda (meski kadang ga sadar kita bilang, im not changing). itulah yang kurasakan semenjak aku menikah.  aku (dulu) paling segan bergaul sama orang2 yang sudah punya keluarga, dan itu berlaku sampai sekarang meskipun aku juga berstatus berkeluarga. kurasa susah untuk masuk kedunia orang2 berkeluarga. pasti saja ada rasa enggan, malu, segan, takut, dll. ini bener2 kurasakan dan aku lebih memilih teman2 yang belum menikah dimana issue2 keluarga jarang banget ada, dan akupun juga berusaha semasimal mungkin untuk tidak membicarakan soal keluarga selain topik2 yang seru, gaul, dan asik.

ketika orang memutuskan berkeluarga, berarti dia tidak membawa nama individu, semua ada kaitannya dengan pasangan. misalnya, jalan2 sampe malam apalagi nginep, pasti deh keluar ‘aduh, ga enak neh sama anak dan suami’. trus misalnya mau beli2 sesuatu atau melakukan hal2 yang gila2an…’aduh gw ga boleh sama suami’ kebanyakan teman2 gw kebetulan wanita (gw jaga jarak sama yang namanya bapak2, kalo single masihlah gw mau main). dan anehnya gw selalu merasa ga bisa cocok sama orang2 berkeluarga (kecuali dia meninggalkan status keluarganya, dan kita jalan sebagai wanita cieee)…jadi kalo dirasa, gw hampir ga bernah berkunjung ke sebuah keluarga (meski itu bagus buat silaturahmi), tapi yah itu dia, aku ga nyaman ajah…dan ga cocok sajah sama individu yang namanya ‘keluarga’

alasan kedua, gw lum mature, atau gw lum bisa menempatkan diri didalam lingkungan orang2 berkeluarga. punya keluarga tapi feel single…whats a wonderful life…jadi hubungan suami istri, keluarga akan asik sekali kalo kita punya prinsip sebagai teman…teman disegala hal…

high and dry di chuck and larry

berawal dari iseng2 nonton film sama temen di chadstone. hari kamis merupakan hari bahagia bagi sebagian student, karena kebanyakan perkulihan berakhir pada hari kamis, kecuali yang block mode (alias kuliah sabtu-minggu), jadilah kita berdua me and bus-eco friend nonton film dimall sekalin istirahat dan melepas strees. tema film yang kita pilih siang itu, komedi-lah biar bisa bikin ketawa. sebenernya ada beberapa pilihan film komedi saat itu, ada ‘no reservation’ (comedi romance), trus ‘licence to wed’ (comedy romance juga), tapi pilihan kita jatuh ke ‘chuck and larry’, karena gw jelas2 ogah nonton ‘licence to wed’ karena bintangnya mandy moore (gw bukan penyayang mandy moore).

ternyata chuck and larry lucu dari awal sampe pulang (nurut kita), kisah dua orang sahabat larry duda 2 anak, dan chuck playboy kelas teri hehe yang bekerja di new york fire dept, kelucuan mulai bertambah ketika larry punya niatan untuk menikah dengan chuck (dengan harapan bisa mendapatkan jaminan sosial dr pemerintah buat anak2nya), awalnya chuck tidak mau menerima usulan ini karena mereka memang bukan ‘gay’, tapi akhirnya menyetujui usulan larry setelah ingat kalo dia berhutang nyawa ke larry. ok pernikahan pun terjadi (asli lucu), chuck pindah kerumah larry dan dengan kesal dia menerima peran sebagai ‘wanita’ hahahaaa…..ngurus anak…belanja…jalan2…

pada awalnya temen2 kantor termasuk bos mereka, menentang hubungan ‘gay’ pura2 tapi akhirnya temen2nya sadar kalo gay itu juga manusia (alah..makin ngacau neh)…

akhirnya…merea ngaku kalo gay pura2…dan happy ending deh karena mereka berdua menemukan pasangan masing2 (tentu saja wanita)…wah susyah juga bikin resensi…lihat sendiri ajah deh.

radiohead??dunno why the put radiohead’ song high and dry in this movie, since high and dry is an old song (rilis around 1993-1994), but it was so cool. the scene is when chuck try to kiss his lawyer, but the lawyer reject it because she tought that chuck was gay….so…sad….dont leave highhhhhh…dont leave me dryyyyyyyy

nick name

tiba2 teringat komunitas maya-ku jaman kuliah. karena hidup didunia virtual, peranan nick name penting banget…maklum kita kan ogah banget dikenal nama aslinya. nama2 yang aku sering pake saat itu juga tergantung keadaan hati alias mood2an. contohnya ‘darrena’ ga tahu kenapa muncul nama ini…yang pasti imagenya feminim n girly banget…kalo lagi bitchy biasa pake ‘nine inch dick’ haha kalo ini biasa kolaborasi sama temen dan kita biasa lagi gila, sok ngebuka ‘hotline virtual sex’ haha…banyak lho pasiennya…trus ‘just looking’ ini dipake kalo lagi males ngenet, jadi iseng2 ajah…males ngobrol juga…nge-radar ajah. pernah pake ‘che guevara’ alah…siapa seh yang ga kenal…haha (kalo inget norak juga) ini dipake kalo pengen jadi co, ‘jericho’ yep salah satu tempat dimana radiohead pernah konser…trus nick name gw yg lain jerry…so jerry…jericho…nyambung kan??…’.jehovah’ wah yang ini lumayan serem…pernah dikomplen temen se-chatroom….yang paling ngetop n paling fave ‘noah’…selain keren…ini bias gender..bisa jadi sapa ajah…anyway, noah n nove…no[ah]ve..haha no big different….well itulah beberapa nickname yg berhasil gw inget…yang lain, hilang entah kemana…

cucumber or zuccini

jumat kemaren aku belanja bareng suami ke springvale. biasanya kita stuck dicoles, eh kemaren tiba2 pengen makan pecel lele (buatan rumah tentunya). beli lele 2 bungkus…hmm pasti enak kalo dibumbuin n digoreng kering, cabe rawit dan cherry tomat buat sambalnya (terasi n garam sudah punya), tak lupa kita beli selada buat lalapannya plus tempe. setelah dipikir2 rasanya kurang kalo lalapan cuma selada, ok deh tambah mentimun pasti tambah asik…time to gooo

setelah nyampe rumah aku masak semua hasil belanjaan, dan tak lupa potong selada plus mentimun, tapi omg, ternyata yang aku potong bukan mentimun alias zuccini…sementara itu aku klarifikasi ke haney (yang milih ‘mentimun’) ‘wah haney ini zuccini yang biasa dibikin oseng2’…ternyata memang laki2 ga bisa tahu mana mentimun, mana zuccini kali yah secara (ngambil istilah gaul neng lina) bentuknya mang mirip hijau panjang..cuma zuccini hijaunya lebih tua dan biasanya ada bunga apa tangkai kecil diujungnya….

tapi its ok, gw ga marah hari itu, lele pake sambel n selada sudah mantep banget kok, lagian pas suamiku mengacung2kan zuccini  sementara aku sibuk dikasir dan tanpa pikir panjang..aku bilang ‘iyah itu timunnya ambil ajah dua hehhee’….salahku juga kan ga ngecek…

mt buller

kurang lebih jam 12 siang kita sudah nyampai di parkiran, dengan perasaan (ga semangat) aku pun turun, ah thank god its sunny (pikirku) jadi ga perlu pake sarung tangan, topi, syal, ataupun jaket anti air. tapi semua barang2 itu aku bawa (just in case) dan kumasukkan dalam tas kecil-ku. setelah beberapa saat menunggu, kita naik  shuttle bus yang  membawa kita ke mt buller village, perjalanan dari parkiran ke village ga lama, sekitar 10 menitan. ahhh nyampai juga, memang kalo dibandingkan dengan mt baw2 mt buller tuh besar sekali (kira2 10 kali lipatnya), keadaan di village siang itu, panas, ramai orang berlalu lalang dengan atribut ski-nya, salju sudah jarang ditemui di village (banyak yang mencair dan becek)…oh aku tetap harus cari pinjeman sepatu salju, karena tidak mungkin banget aku jalan2 di village dengan ballet shoes-ku, apalagi sampai ke tempat yang bersalju (bisa mati rasa neh kaki).

nyampai di tempat persewaan sepatu, ternyata kita ditolak mentah2 karena mereka hanya menerima (credit card, govt card, or passport), yah sudah kita ga jadi sewa, tapi akhirnya kita dapat sewa sepatu ditempat lain yang lebih murah, tanpa jaminan, cuma dengan student card dan bebas naruh sepatu lama kita disana dengan aman. wah….beruntung banget…what next??

yep, seharian di bis apalagi mabok, perut sudah meronta2 minta makan (hiperbola bgt seh), kita cari makan deh, ga gampang lho…meski banyak pilihan cafe2 tetep ajah kita bolak-balik dulu nyari yang cocok dan sepi (ga mungkin ada yg sepi…) akhirnya kita memutuskan balik ke tempat awal kita milih cafe…most of the menu is pancake…mulai dari banana, bla bla (lupa yg pasti manis semua), chips n wedges, salads, chicken, nachos, nah pilihan kita jatuh pada menu terakhir. kenapa nachos, karena pas kita masuk ke cafe dan ngeliat ada pengunjung lagi makan nachos sepiring guede…(aduh bikin kita ngiler…ler…ler…apalagi pas laper), jadi kita pesen 1 nachos, 1 chips, 1 cappucino (our fave). setelah nunggu di antrian…akhirnya si nachos-pun jadi…huaaaa langsung kita sikat (ga abis sih, kan gw bilang porsinya buanyaaak banget), suami gw kapok makan nachos (kenyangnya aneh…lha iya…orang cuma doritos dikasih keju n sour cream, n sayuran, sauce kekeke)….

selse makan, kita langsung nyobain chairlift yang ternyata antri boooo, gpp deh demi chairlift. tadaa giliran kita naik, pertama naik di bullet1 gw amaze banget, pas naik dari bullet2, gw jadi parno…so highhhh…ok deh kita turun ajah, ternyata turun juga ga alah ngeri ma naiknya. sebenarnya dengan tiket $19 tuh kita bisa naik chairlift mana saja dan all day, fyi, terminal chairlift di mt buller banyak banget, tersebar diseluruh gunung…tapi jgn coba2 ga pake baju lengkap pas naik chairlift dijamin beku deh tangan dan kepala.

setelah puas (takut n gemetar maksudnya) kita turun dr area ski…ahhh jam 2.45, dan kita dah harus turun jam 3.30, ok kita makan lagi…kali ini yang ringan2 ajah, kita beli subway 6inch (kecil kan) and ice lemon tea…hmmm enak….sekalian balikin sepatu dan beli2 sovenir…oh yah ga lupa minum antimo 2 biji sebelum pulang…cepat sekali rasanya diatas cuma 3,5 jam…kita ga main tobbogan, ski, or snowboard…(memang rencana jalan-jalan ajah…)

kalo diajak balik lagi ke mt buller masih pikir2 panjang…tapi kalo ada antimo indo…who knows…