Monthly Archives: August 2010

KRS online

two weeks ago, FISIP started their online enrollment system (KRS online) called silia. when I heard term KRS online, my mind jumped to everything is conducted virtually means no need face to face meeting, paperless, no signature, and anytime anywhere. but, the things happened during the enrollment days were, many students approaching me on the office asking for paper signature.

so if it said ‘online’ means that everything is done by the computer. that’s it, no more direct human interaction.

Techno-lib

nah ini dia beberapa teknologi baru yang sedang marak digunakan di perpustakaan. bukan benar-benar baru, cum apengembangan dari teknologi yang sudah ada. jadi kalo ngomongin perpustakaan pasti ga jauh-jauh dari koleksi, storage, dan search system. nah teknologi yang berhasil diambil disini adalah soal ketiga hal tersebut. kalo di indonesia masih banyak cara-cara manual untuk shelfing, stock opname, dan penelusuran, nah disini sudah menggunakan system yang mana pustakawan tidak perlu lagi sibuk-sibuk shelving buku, atau searching, atau memproses buku-buku tersebut ke pengguna.

di Indonesia juga sudah ada yang namanya mandiri check out, disini sama juga, tetapi menggunakan teknologi self check out yang lebih canggih yakni dengan memanfaatkan RFID. kalo saat ini banyak perpustakaan yang menggunakan barcode dan electronic magnetic untuk pengenalan buku, disini menggunakan RFID yang jelas memberikan banyak manfaat. RFID beda dengan EM yang mana untuk membaca barcode harus didekatkan ke sinar laser yang nantinya akan mendisplaykan informasi mengenai buku ke komputer, tetapi dengan RFID tidak perlu mendekatkan RFID code ke sinar. penempatan RFID code-nya juga hampir sama dengan barkode. selain itu, dengan RFID buku-buku bisa didelegasikan ke tempat-tempat sesuai dengan shelfnya, jadi petugas tidak perlu mentrasportasikan koleksi tersebut. kemudahan untuk mengetahui koleksi hilang, dipinjam, atau salah letak akan sangat mudah dideteksi dengan mengunakan RFID reader ke koleksi yang ada di shelf.

sebetulnya ini menarik untuk digunakan, namun peprustakaan saat iniseperti berkejaran dengan teknologi, yang mana baru saja peprustakaan beralih ke sistem otomatis dengan memanfaat kan barcode, dan untuk perpindahan dari manual ke barcode ini bukan hal yang murah dan mudah, dan jika sebuah teknologi baru muncul lagi, maka perpustakaan harus menempatkan prioritasnya sebelum mengadopsi sistem terbaru meskipun sangat efisien. penghitungan biaya yang dikeluarkan serta keuntungan yang didapatkan perlu dipertimbangkan masak-masak. meskipun teknologi baru ini sangat bermanfaat, namun tetap saja belum bisa menjawab isu-isu pencurian/kehilangan buku, meskipun RFID code ditempelkan dengan sangat kuat dalam sampul buku, namun tetap saja itu bisa dirobek dan buku akan tidak terdeteksi.

peprustakaan besar seperti yang ada di buenos aires sangat terkesan dengan penggunaan RFID ini jika system ini mampu menekan tingkat perusakan/pencurian koleksi. namun sekali lagi, biaya yang dikeluarkan pun sangat mahal, dan sayangnya banyak perpustakaan yang baru saja memulai menggunakan barcode system sehingga kehadiran sistem sirkulasi dengan RFID masih dianggap amsih belum perlu.

selanjutnya adalah alat pembersih buku, nah menariknya adalah alat ini bisa membersihkan buku dari kuman dan bisa memberikan bau harum pada buku-buku tersebut. cukup masukkan buku yang anda inginkan ke dalam alat yang mirip kulkas dan tunggu selama 30 detik maka buku-buku akan aman dari kuman dan harum, itu kata-kata si penjual alat lho. alat yang harganya 5000 USD ini memang masih bukan priorita sutama bagi banyak perpustakaan, tapi patut dicoba karena perpustakaan umum dengan peminjam yang sangat beragam, akan sangat mudahnya menularkan virus/kuman melalui buku-buku tersebut.

mendengarkan musik sambil duduk-duduk sudah sering, tetapi bagaimana jika musik keluar dari si kursi?? ini adalah kursi yang menarik banyak minat pengguna perpustakaan, tidak hanya anak-anak mungkin tetapi orang dewasa. pengguna bisa mendengarkan talking book, cd lagu-lagu serta main game di kursi ini tanpa harus mengganggu orang lain. pengguna akan langsung bisa mendengarkan musik ketika duduk di kursi tersebut. so much comforting.

Singing Chair

Love your environment

seberapa cinta kita pada lingkungan??well, jawabannya bisa macam-macam, tergantung awareness kita terhadap lingkungan, lingkungan sekitar, serta adanya aturan berkenaan dengan lingkungan. kalo kita lihat di indonesia, kecintaan terhadap lingkungan bisa dikatakan kurang, buktinya, banyak tempat-tempat kotor penuh sampah, sungai dan selokan mampat, polusi dimana-mana, dan penggunaan plastik yang berlebihan. itu hanya sebagian kecil contoh, dan ketika kita hidup didalamnya mungkin sudah merasa terbiasa dengan hal itu. when economic is the main concern. however, ketika pergi ke negara-negara maju, misalnya swedia, betapa mereka sangat mencintai lingkungan sangat terlihat.berikut adalah hal-hal yang bisa dilihat disini mengenai cinta lingkungan.

sepeda, banyak sekali ditemui orang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi favorit, tidah perlu ketemu sepeda mahal-mahal, just usual bike. mereka juga sangat tertib ketika bersepeda yakni dengan menggunakan helm, bel dan rem yang aktif, dan melewati jalur sepeda. tentu saja pemerintah tidak tinggal diam, pesepeda ini difasilitasi dengan jalur sepeda yang cukup luas sepanjang jalan-jalan kota dan rural area.

jalan kaki, banyak orang yang suka jalan kaki untuk pergi ke satu tempat ke tempat yang lain, karena kanan-kiri sangat indah dan bersih serta jalan pedestrian yang aman menjadikan jalan kaki adalah kegiatan yang aman, nyaman, sehat, dan refreshing.

less of plastic bag, banyak toko-toko yang menyediakan paper bag (meski agak mahal, tapi ini adalah alternatif yang baik bagi lingkungan) atau para kasir selalu menanyakan perlu plastic bag atau tidak, dan seringkali mereka tidak menyediakan plastic bag.

recycle, kegiatan konferensi biasanya terkait dengan hal-hal mewah, tetapi disini ada pengalaman unik, ketika ada satelit meeting di boras, setiap peserta menerima name tag dengan talinya, dan apa yang terjadi, nama hanya ditulis pada kertas sisa dengan spidol, begitu juga dengan tali-nya. banyak menggunakan pinsil refill, so selain bisa long lasting tinggal isi, juga ga sering2 membuang bahan plastiknya.

air minum kemasan, wah jangan harap ketemu banyak jenis air minum kayak di indonesia, disini air tab ternyata bisa diminum, so mereka menekan produksi air minum kemasan untuk program cinta lingkungan. jadi jarang sekali melihat orang membawa botol minuman (unlike in melbourne). dan jangan harap ketemu toko-toko jual air minum kemasan kecuali di toko-toko besar. bungkus keripik kentang juga sebagian dari kertas, meskipun ada yang dari plastik juga.

itulah salah satu bentuk langkah kecil yang jika diterapkan sejak dini akan memberikan efek yang sangat significan in the future.

social networking in Asia libraries

penggunaan web 2.0 di perpustakaan saat ini sudah tidak bisa terhindarkan, banyak perpustakaan di Asia sudah menerapkan hal ini contoh nyata adalah dari hasil penelitian di singapura, pakistan, taiwan, dan sri langka. banyak perpustakaan memanfaatkan teknologi facebook, blog, twitter, dan banyak lagi media sosial networking yang bisa dimanfaatkan.

banyak manfaat yang ternyata bisa didapatkan dengan penggunaan web 2.0 ini, salah satu contohnya adalah penggunaan blog di nanyang university technologi siangapura yang mampu manarik pengguna untuk berinteraksi dengan peprustakaan melalui blog yang mereka bangun.

dalam konferensi ini, teknologi informasi terutama sosial networking dan web 2.0 sangat dominan, hal ini bisa dilihat dar banyaknya topik-topik yang mengangkat penggunaan media interaksi sosial dalam paper mereka. dan era generasi x&y sangat memungkinkan untuk berkembanyan media jejaring sosial ini karena mereka hidup di jaman teknologi.

di pakisatan, banyak responden pengguna jejaring sosial  kebanyakan berasal dari kota besar (ibukota), dan menggunakan facebook dan youtube, blog, dan IM, namun banyak dari mereka (librarian/responden) tidak menggunakan media ini untuk kegiatan peprustakaan tapi untuk personal purposes. jika kembali ke indonesia, memang banyak sekali pengguna social networking dan tidak ketinggalan para pustakawan, namun pertanyaannya, apakah mereka sudah memanfaatkan powerful media ini untuk kepentingan pekerjan di peprustakaan?. jika perpustakaan mampu mengadopsi teknologi sosial networking dan menerapkannya secara menyeluruh akan sangat membantu kegiatan perpustakaan terutama ketika kontak dengan user. dan kita harus ingat, pengguna peprustakaan saat ini berasal dari generasi dimana mereka menginginkan kemudahan dan kecepatan dalam menemukan informasi, dan jika perpustakaan bisa cepat beradaptasi dengan permintaan perkembangan jaman itu, setidaknya peprustakaan akan tetap eksis dan termanfaatkan secara maksimal.

3000 librarians 3000 ideas

pembukaan konferensi IFLA dilakukan tepat jam 11 hari rabu tanggal 11 agustus kemaren. adapun lokasi dilakukan di hall B gothia tower. ternyata tahun ini antusiasme para pekerja informasi ini cukup meningkat signifikan. tahun ini IFLA dihadiri oleg lebih dari 3300 peserta dari 126 negara yang bergerak di bidang ilmu informasi & perpustakaan, mulai dari praktisi, akademisi, sampai pemerhati bidang ilmu informasi & perpustakaan, dan profesi terkait bidang ini. bisa dibayangkan jika kegiatan tahunan ini sangat bermanfaat untuk membentuk jaringan baru.

Yah tema kali ini adalah pentingnya penggunaan knowledge untuk keberlangsungan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di dunia. jadi, kegiatan ini tidak hanya didominasi oleh para peserta dari negara-negara maju, negara yang berbahasa Inggris, tetapi semua negara mulai afrika, sampai kepulauan macronesia, negara-negara asean, arabic area, eropa, amerika latin, semua ada disini.

acara dibuka dengan sangat informal, karena memang acara diadakan sebisa mungkin santai tapi berisi. selain ada pidato pembukaan juga ada musik, lagu yang mengajak para peserta buat dancing and have fun. acara cuma berlangsug selama satu jam, setelah pembukaan dilanjutkan dengan jamuan makan siang. pasti bisa dibayangkan kalo 3000 orang makan bersamaan, crowded dan desak-desakan…pastinya. tetapi disini sangat well prepared, semua makanan sudah ditata di meja-meja, dan ada banyak spot untuk antri mendapatkan makanan. dan ternyata antrian juga sangat tertib, jadi nggak perlu lama untuk mendapatkan makanan. ditengah-tengah ruangan dipasang meja-meja bulat tinggi tanpa kursi dimana orang bisa menaruh makanan sambil makan, meja bisa ditempati oleh 2-3 orang, so bisa menciptakan suasana networking.

jadi inti dari ifla ini adalah membuat jaringan sebanyak-banyaknya diseluruh dunia, so seluruh acara pasti ditujukan buat networking, dan tiap hari pasti ketemu orang baru eskipun tidak banyak, tapi cukup menambah pengalaman kalo misalnya datang ke ifla lagi.

penggunaan energi pada perpustakaan

Hari ketiga konferensi diisi dengan bayak sesi, dan sebetulnya yang menarik minatku tentang knowledge management. dan knowledge management mulai jam 1.45, so ga ada salahnya pagi-pagi ikut sesi preservasi ini. buat nambah pengalaman ilmu ajah.

karena ini konferensi pertama, jadi yah betul-betul tidak tahu apa yang terjadi di ruang konferensi. setiap hari dibagi dalam 4 jam yang berbeda. pagi, jam 8.30 waktunya plenary speaker, terus jam 9.30 biasa dipake sesi pertama, jam 1.45 sesi kedua, dan jam 4 sesi ketiga. dalam tiap sesi terdiri dari banyak sesi-sesi di ruangan yang berbeda. karena gothia center ini sangat besar, so kalo mau pindah dr satu sesi ke sesi yang lain sangat jauh, kecuali sesi-nya bersebelahan.

ok pagi ini, sesi konferensi pertama, dengan topik besar preservation and conservation. Acara dibuka oleh keynote speaker tentang Fossil depletion and library economy oleh kjell aleklet. topik ini berkenaan dengan penggunaan energi, fuel, gas dan hubungannya dengan ekonomi perpustakaan. dan bagaimana perpustakaan dimasa depan bisa bertahan dengan semakin langkahnya bahan bakar yang dijadikan sebagai energi untuk menjalankan perpustakaan, seperti listrik, komputer, dll. Dilain pihak perpustakaan meruakan entiti yang sangat penting, dan disebutkan juga bahwa saat ini penggunaan energi semakin menigkat. dunia/masyarakat sudah adicted to oil. pembicara mencontohkan  berapa energi yang dihasilkan oleh oil?? 50 liter oil sama dengan energi yang digunakan untuk  menarik 500 mobil ke puncak menara eifel. 50 liter sama dengan tenaga 1000 orang bekerja dalam sehari.

refleksi masa depan, memikirkan penggunaan energi pada perpustakaan. misalnya cooler, light, and heater, computer and so on adalah hal yang sangat mahal. Untuk kedepan perpustakaan diharapkan mampu menciptakan system yang ramah lingkungan dan menggunakan energi seefisien mungkin, sehingga bisa memangkas biaya untuk energi demi keberlangsungannya.

nasi di gothenburg

sudah beberapa hari ini selama di gothenburg belum bertemu sama nasi, yup ini makanan sehari-hari ketika di indonesia. selain murah meriah juga mengenyangkan plus bonus cepat bikin gemuk (nah top banget kan). terakhir makan nasi yah sebelum berangkat kegothenburg, nasi pake cumi-cumi, yup that was my last rise as a meal. ok, mari kita jalan ke belakang mengingat-ingat makanan apa saja yang telah aku makan, selain nasi. well, dijakarta, makan siang spaghetti, trus dipesawat juga makan bukan nasi. jadi intinya selama disini belum pernah makan nasi.

well, intinya kita kenalin sedikit dari sekian banyak makanan yang ada di gothenurg ini yang sudah aku makan.

di atas adalah makan siang setelah acara pembukaan, menunya??yup smoked salmon, plus kentang mayonaise, sama roti gandum. rasanya??hmmm kalo untuk smoked salmonnya, sih aku ogah karena meskipun dimasak mungkin ga well done yah, jadi bau2 amis masih kerasa dimulut meski sudah dikasih perasan lemon. trus kentang mayo-nya hmmm not bad, bad its too big for me, so i just eat some. the bread is fine, but cannot finish it.

i bought that in one italian restourant, its huge lasagna. too salty cos very rich on cheese. but so yummy. love it. o yah, lasagna ini bertahan sampai pagi lho buat sarapan, saking banyaknya.

beli ini di restourant italia juga, cuma model buffet. apa saja yang disajikan dipiring?? bunga kol, kacang merah, nasih putih + item, grilled chicken, salad, mushroom, oseng bawang putih %^$*&^ yup, serasa yaikssss, lihat bawang putih kok di oseng hehehhe..tapi bumbunya not bad. overall, taste very good.

sebelumnya ga pernah suka sushi coz its raw. tapi thank to iwan yang sudah ngenalin eel sushi, jadi sampai sekarang suka sushi. bahkan pas hamil ngidamnya yah sushi…cuma masih kurang puas sama sushi-nya sushi tei. ok deh ini sushi porsi jumbo amitttt hehehehhe….tapi enak.

sebagai budget accomodation, IHM tidak banyak menawarkan menu makan pagi, jadi dari hari pertama sampai mau pulang makanan yang dimakan pun sama, misalnya ini sereal with milk, bread with plain butter and cheese, two eggs, fruits, teh panas dan air putih, all together (ga kebayang betapa banyaknya sarapanku jika dibanding sepiring nasi pecel).

another japanesse restauran in gothenburg, sebetulnya toko sushi tapi kok jual beef yakiniku, ya sudah dibeli ajah dan ternyata yummy banget (pas nenteng ini sambil jalan udah ga tahan pengen makan), nah cerita lucu, kayaknya yang jual tuh asli jepang yah, secara pas ditanya pake bahasa inggris ga bisa blas, jadinya main tunjuk gambar menu (untung ada gambarnya)…

nggak tahu setiap beli burger mac selalu dapat yang jumbo, harusnya yang happy meal yak. kalo diperhatiin diameternya ajah ada 12 cm dan tingginya 7cm (dah kayak high heel), jadinya ga bisa makan semua (dibungkus ga bisa) so..yah bic mac tragedy deh..