Satelite meeting pt.2 hari ke1

Menyambung kegiatan satelite meeting, yang memang khusu buat kelompuk khusus yang membahas going global bagi para pustakawan. sebetulnya ini menarik, dimana saat ini pustakan cenderung bekerja di home country-nya, dengan adanya kegiatan ini maka bisa diharapkan akan memberikan motivasi bagi para pustakawan diseluruh dunia untuk going global yang mana dimiliki oleh masyarakat dunia dan dengan mudah menyatu dengan masyarakat dunia. New professional specialist interest group ini berdiri sejak tahun 2004, dan tahun lalu mereka mengadakan satelite meeting pertama di Milan. Tahun ini banyak anggota baru yang tergabung dalam NPSIG terutama dari negara-negara asia-pasific.

acara ini terdiri dari tiga sesi, sesi pertama dmulai jam 11-12.00 yang membahas masalah pustakawan masa depan, peranan asosiasi pustakawan. topik kedua membahas pandangan pustakawan dari tiga negara barbados, rumania, and ukraina. karena kedua topik interest berada di jam yang sama, maka diputuskan untuk ikut yang kedua, karena saya ingin melihat bagaimana the new librarian’s view di negara-negara tersebut, yang saya kira masih serumpun dengan indonesia, dalam hal perkembangan perpustakaan. ternyata jika di barbados, sebagian besar pustakawan adalah wanita, mereka memandang dirinya sebagai inovatif, dinamis, suka tantangan, mau berkembang, suka dengan teknologi. sedangkan di rumania dan ukraina, yang fokus pada penyediaan teknologi informasi pada lokal library, menyebutkan bahwa para pustakawan dibanyak perpustakaan senang dengan adanya teknologi baru yang ada di perpustakaan, tertantang mengikuti training, dan mau menggunakan teknologi.

setelah sesi pertama selesai, acara dilanjutlkan dengan makan siang. makan siang dilakukan dikantin yang letak gedungnya berseberangan dengan gedung konferensi. acara makan siang berlangsung dengan tertib, meski antriannya sangat panjang, karena untuk main menu, diambilkan oleh ‘koki’ yang terdiri dari daging sapi kayak credy pety (isi burger) cuma porsinya sebesar 2 kepal orang dewasa, plus 3 buah kentang rebus dan siram saus stik…untuk saladnya, semua bisa mengambil sendiri dengan variasi bebas, aku ambil selada dan bitroot (kalo ga salah, lha warna merah rasanya kayak timun), minum air putih. setelah seharian ga nemu just water, disinilah kita minum air putih. bahkan ada salah satu peserta konferensi yang langsung ambil 2 gelas air putih. dalam acara makan itu pula, muncul seorang seusia nenek-nenek, yang menginterupsi acara makan, ternyata ibu-ibu itu yang diketahui bernama lina, adalah professor dan sekaligus yang in charge pada university of boras (lupa dekan apa rektor), dan memberikan welcoming words bagi peserta satelite meeting (so nice n friendly, jauh dari kesan formal). ini salah satu budaya yang harus dicontoh, dibalik informalitas masih terdapat intelektualitas dan dedikasi tinggi pada keilmuan. jadi tidak peduli kamu pake baju apa, yang penting adalah kamu punya ilmu apa.

setelah makan acara dilanjutkan dengan sesi kedua, yang mulai tepat pukul 1.30-2.30, dengan topik tantangan menjadi mobile librarian, dan bagaimana meningkatkan karir dan menginternasional. saya memilih topik kedua, karena sejak dulu being global adalah cita-cita dan tujuan hmmm, pembicara pertama dari amerika robin kear yang melakukan presentasi lewat skype conference, untuk topik ini akan dibahas secara terpisah dalam global librarian. Kear banyak menyinggung soal pengalamannya menjadi pustakawan global yang sering bekerja diberbagi negara. topik kedua disampaikan oleh hella klauser yang seorang network expertise yang membahas banyak apa itu global, bagaimana menjadi global, kenapa mau menjadi global. hella menganalogikan beberapa produk brand sebagai sesuai yang global yakni coca cola, etc. jadi menjadi global adalah bisa diterima dimana saja, dan ini merupakan tantangan berat bagi pustakawan terutama dari non speaking english country.

sesi ketiga, mulai jam 2.30-3.30, ada 2 topik juga pertama mengenai bagaimana komunitas pustakawan tetap teroganisir dan innovasi sekolah perpustakaan di belanda. di topik ini disebutkan bahwa pustakawan pada masa baby boomer, yang mana akan banyak pensiun sekitar 5-8 tahun lagi. disebutkan juga mengenai prediksi perpustakaan pada tahun 2040, yang tidak pada saat itu perpustakaan tradisional akan digantikan menjadi  lebih interaktif yang berfokus pada proses dibandingkan produk.

acara ditutup oleh keynote spreaker dari presiden asosiasi pustakawan dari denmark mengenai bagaimana asosiasi perpustakaan dan pembuata keputusan melakukan hal-hal untuk tetap eksis dan memenuhi keinginan penguna serta merangkul anggota baru masuk kejaringan perpustakaan dan bagaimana mengenalkan asosiasi kepada generasi muda pustakawan.

Setelah itu ada acara networking yang diisi dengan acara minum (wine) dan ‘natural’ water tentu saja dan ngobrol-ngobrol untuk menambah jaringan.

Advertisements

Tagged: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: