Jangan takut dapat nilai jelek

selama 2 minggu kebelakang kita disibukkan dengan masalah nilai, yak betul, nilai adalah sesuatu yang paling dinanti dan bikin deg-deg-an semua mahasiswa mulai dari yang baru masuk bahkan yang sudah mau selesai. Sebetulnya banyak mahasiswa yang salah kaprah soal nilai ini, misalnya, menganggap nilai adalah segalanya, jadi kalo dapat nilai yang bukan A langsung down dan menganggap itu salah. Banyak juga yang belum sadar bahwa nilai ini adalah salah satu ukuran yang digunakan untuk merumuskan apakah seseorang telah berhasil mencapai output yang diinginkan. dan tidak jarang nilai malah membelenggu seseorang, sehingga membuat mereka stress, takut, cemas, kecewa, dst.

Menurut saya, memang betul jika baik buruknya nilai yang di dapat bisa dijadikan tolok ukur bahwa seseorang telah mampu mencapai hasil yang diinginkan dalam pembelajaran atau mampu mencapai kompetensi yang diinginkan. tetapi tidak jarang juga sistem penilaian yang kurang pas sehingga sasaran yang ingin dicapai jadi lepas. Biasanya sistem penilaian dalam perkuliahan dilakukan secara transaparan, dalam artian bahwa mahasiswa mengetahui prosentase penilaian melalui tugas-tugas, presentasi, soft skill, ujian tengah dan akhir semester, sehingga di akhir semester mereka bisa mengkalkulasi secara kasar perolehan hasil mereka dengan catatan jika hasil tugas, presentasi, dll dikembalikan dan diberi feedback.

Nilai kecil bukanlah akhir dari segalanya, yah inilah motto saya, bahwa tidak ada yang sempurna, sekali-kali dalam kuliah bolehlah dapat nilai D atau E (fail), hehe, bukan berarti saya pendukung nilai jelek, tapi dengan itu kita bisa merasakan sakit, kecewa, dan dari sini bisa belajar bahwa dalam kehidupan sangat banyak sekali alternatif yang memungkinkan kita berada di suatu posisi tertentu. jadi intinya, jangan takut dapat nilai jelek, yang penting adalah kita bisa dan mampu belajar dari nilai jelek tersebut.

Advertisements

Tagged: ,

7 thoughts on “Jangan takut dapat nilai jelek

  1. Bayu Faqikhudin July 24, 2011 at 5:08 pm Reply

    bagaimana kalo sedari semester awal sampe sekarang ga pernah merasakan yang namanya nilai bagus gan?
    mungkin selama ini saya salah memahami cara penilaian dosen, selama kuliah saya selalu aktif tanya segala macem, dikasih tugas juga dikerjakan se perfect mungkin, tapi apa? penilaian diambil cuma dari UTS & UAS.. sedangkan kedua ujian itu banyak mahasiswa yg ngerjainnya curang,, yg jujur justru malah hancur kalo saat ujian berlangsung kebetulan kelupaan hal2 yg dipelajari
    mungkin ente msh bisa ketawa ketiwi menertawakan kesalahan yg cuma sekali duakali terjadi, tp gimana dengan orang yg cuma sekali duakali dpt hasil yg sedikit memuaskan?
    maaf, saya malah jadi curhat panjang lebar disini, niat awal saya mau nyari orang yg kiranya senasib dgn saya & tanpa sengaja saya nemu blog anda

    • novevariant July 25, 2011 at 12:58 am Reply

      Pengalaman saya, saya tidak pernah hanya berpatokan pada UTS dan UAS karena pembelajaran adalah sebuah proses bukan hanya hasil akhir. jadi semua aspek dinilai, mulai dari tugas2, ke-aktiv-an, presentasi, dan atribut softskill lainnya pantas diperhitungkan, sehingga UTS dan UAS tidak lagi dominan. Bahkan seringkali nilai tugas kelompok lebih besar dari UTS/UAS karena melalui tugas mahasiswa banyak belajar baik hard maupun soft skill. Pengujian hanya dari UTS/UAS memang memudahkan dosen dalam menilai, tetapi kadangkala merugikan mahasiswa (pas hari H sakit, sedang ada masalah, etc). Sedangkan penilaian selama proses perkuliahan seringkalo membebani dosen (menilai dan memberi feedback ke tugas2 mahasiswa)…jadi jarang sekali ada mahasiswa saya yang nilainya jeblok gara2 hanya gagal di UTS/UAS, karena yah itu tadi, atribut penilaian yang sangat bervariatif.

  2. bisnismuchtar October 23, 2013 at 1:46 am Reply

    jadi anda seorang dosen ?
    saya mau cerita.
    saya seorang mahasiswa semester pertama, tadi siang saya mengikuti UTS. tapi sayangnya saya merasa kurang maksimal dalam mengerjakan soal, karena materi yang saya pelajari tiba-tiba menjadi hilang dari pikiran. walaupun begitu, saya tetap berprinsip untuk mengerjakan soal sesuai kemampuan saya sendiri (tanpa mencontek). saya masih pesimis dengan hasil kedepannya.
    pertanyaan saya, bagaimana cara saya supaya bisa lebih dekat dengan dosen agar saya bisa meminta tambahan nilai dengan cara pemberian tugas, kuis, atau apapun itu asalkan “fair play” ?
    terimakasih.

  3. maulana April 3, 2014 at 7:23 pm Reply

    saya msih sma kls 1 tp udah dpt nilai buruk buanyak sekali
    smpai sya tiap hari di cemooh guru temen dan orang tua. bagai mna solusinya?

  4. yahoo search April 27, 2014 at 4:02 pm Reply

    I’ll immediately grasp your rss feed as I can not to find your email
    subscription link or e-newsletter service. Do you
    have any? Please permit me understand in order that I could subscribe.

    Thanks.

  5. Brokin.net July 25, 2014 at 11:09 am Reply

    I think this is one of the most important info for me.
    And i’m glad reading your article. But want to remark on some general things, The
    website style is ideal, the articles is really
    excellent : D. Good job, cheers

  6. Forums.msrya.net August 14, 2014 at 7:56 am Reply

    Can you tell us more about this? I’d care to find
    out more details.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: