Solo part II: ubek-ubek solo

Kenyang setelah makan tongseng dan nasi goreng, acara kita lanjutkan untuk jalan-jalan dengan berbekal peta solo (yang ternyata kota solo itu kecil, jadi mudah untuk diubek-ubek). Dan saat itu aku kontak temen yang juga datang ke resepsi wedding si joy, dan sepakat untuk jalan bareng. Jadi sore itu kita jalan bertiga, tujuan utama adalah pasar klewer, naik taksi cuma 11-an ribu, tapi kan kena tarif minimal jadi yah 15 ribu. Terkaget-kaget pas lihat pasar klewer yang super terkenal itu, yah betul-betul pasar, kayak sukowati kalo dibali. Penjual (mainly batik) ada disepanjang dalam pasar, jalan bagi pengunjung hanya kecil, paling banter bisa muat 2 orang, panas, dan penjual-penjual yang agresif. Jadi kalo tidak pernah ke klewer atau tidak tahu harga dan barang mending cepet-cepet keluar deh. Kita nggak ada 10 menit sudah keluar lagi dari pasar hehe…Tapi kalo mau, sebelum klewe ada PGS (pusat grosir solo) dan kraton solo tentunya disatu spot.

Keluar klewer, kita naik taksi lagi ke kampung batik laweyan, lumayan agak jauh sih, tapi sekali lagi bayar taksi hanya 15 ribu saja (naik taksi kayaknya serba 15 ribu hihi). Konsep kampung batik ini yah kampung yang penduduknya bikin dan jual batik. Kita sudah janjian sama taksi bahwa kita minta ditunggu, karena memang masuk-masuk gang kampung gitu. Langsung masuk, waktu itu ke batik putra, tempatnya lumayan ok, jadi rata-rata disana rumah disulap jadi workshop sekalian. Di toko batik ini aku nemuin batik yang model dan warna yang cocok, kalo dikampung batik ini, harganya lumayan mahal karena minimal 100-an ribu ke atas…jadi yah ga usah beli banyak-banyak, tapi sudah bisa make pembayaran elektronik haha.

Lepas dari kampung batik laweyan, pindah ke toko roti orion, wuih rasanya dari ujung ke ujung, karena toko roti ini arahnya yah ke klewer tadi. Tapi setelah crita-crita, akhirnya kita sepakat makan timlo dulu deket orion, yakni diwarung timlo solo masih satu jalan sama orion. Masuk timlo solo, aku mesen timlo telur pake lontong, yang lain timlo telur pake nasi, harga 14 ribuan. Rasanya, meskipun sudah luama sekali nggak makan timlo, tapi aku rasa timlo ini masih kurang yummy tapi kuahnya ok. Dan setelah diusut, ternyata timlo yang enak katanya timlo sastro yak..ato apa gitu…(belum sempet nyoba).

Setelah ke timlo, kita jalan beberapa rumah/toko ke orion, katanya ini sangat khas solo lho. Mandarin dan roti semir (kata temen) adalah signature-nya orion hehhehehe…jadi disana beli beberapa mandarin spesial (semir ga dapat) dan nurutku mandarin itu yah mirip lapis surabaya, roti kering orion, srundeng klapa varia (kayaknya enak) dan kata temen-temen kantor yummy banget. Habis diorion kita back to hotel, siap-siap pergi ke acara resepsi. Dan lagi-lagi naik taksi, yah cuma 15 ribu haha.

Acara resepsi diundangan yah jam 7 malam, dihotel dana, nggak sampe 100 meter dari novotel, sebetulnya kita mau jalan atau naik becak, cuma saat itu hujan kenceng jadinya yah taksi lagi-taksi lagi. Di acara, yang make adat jawa tengah banget, bikin suami terkaget-kaget, lha kalo disurabaya kan sistemnya salam, makan, pulang. Kalo disini datang, duduk, makan, acara, pulang (salaman yah pas acara selse, mantennya yg nunggu dipintu keluar, bukan tamu yang naik kuwade hehehe). Karena ini baru pertama bagi suami, yah aku jelasin secara bokap orang jawa tengah dan aku sering datang ke acara-acara yang mirip ini dimana semua tamu datang pada jam yang sama (jangan sampe telat yah, atau nggak kebagian makan). Setelah duduk, sambil dengerin acara pembuka kita diberi hidangan pembuka (biasanya kue-kue gitu), trus ada makanan pembuka lagi (biasanya sup, beberapa kalo mang sup hihi), terus makan berat (bisa nasi, bisa yg lain) dan terakhir minuman atau es. Kalo kemaren dapat makan selad solo, yang kebetulan aku juga pengen icip-icip, jadinya pas deh.

Sambil makan, kita reuni, karena beberapa teman yang dari jakarta, jogja pada datang, dan seperti biasa foto-foto. Acara selse jam 9, kita pulang jalan kaki ajah, sambil nurunin isi perut. Disepanjang jalan banyak yang jual serabi solo digerobak-gerobak gitu, juga becak mangkal, dan warung tenda yang lupa jualan apa mereka. Okay, dah ngantuk, besok lanjut lagi solo part III: becak trip

Advertisements

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: