Mengurus passport tanpa perantara? siapa takut?

Kebetulan masa berlaku passport suami sudah habis bulan Mei lalu, dan memang pertengahan juni ini mau ada rencana ke kuala lumpur, jadi harus pake passport. Karena ada pengalaman ketika mengurus passport pake jasa pihak ketiga (travel agent) tahun lalu dan hasilnya tidak sebanding dengan harganya. Waktu itu harus bayar Rp.600.000 untuk 1 passport yang jadinya sekitar 3 harian, selain itu yang bikin ga puas ternyata kita (waktu itu rombongan kantor) harus antri mulai jam 1-5 sore untuk foto dan interview. Pengalaman lain yah 5 tahun lalu waktu bikin passport suami (semua dilakukan sendiri juga) waktu itu prosesnya saja 2 hari full day ngendon di imigrasi plus kesel, ngumpat2 hehe, keringeten (panas), dan campur aduk deh…karena waktu itu memang orang awam seringkali kena serobot sama si pencari jasa tadi yang jumlahnya banyak dan biasanya sudah kenal para petugas.

Back to tanggal 10 juni kemaren, tanggal 7 juni upload seluruh dokumen pendukung pembuatan passport secara online, antara lain KTP, KK, Akte kelahiran, passport lama. Tentu saja semuanya harus di scan dulu, setelah seluruh syarat selse di upload dan form elektronik diisi maka kita diminta memilih jadwal appoinment, waktu itu saya daftar online hari selasa dan bikin appoinment hari jum’at (karena rabu-kamis full kerja). Hari jum’at pagi jam 7.25 sudah berangkat dan nyampe imigrasi jam 7.50, parkiran imigrasi Surabaya sudah diberi palang ‘PARKIR PENUH’ kalo bawa motor sepertinya masih banyak spot kososng dalam imigrasi. Untuk yang bawa mobil parkiran disekitar imigrasi surabaya cukup banyak, karena ada 2 gedung disebelah utara kantor imigrasi yang dijadikan lahan parkir, yang bayar Rp. 3000 flat rate.

Kantor imigrasi buka jam 8.00 tetapi ruang tunggu sudah dibuka, dan sudah ramai. Langsung kita masuk area pelayanan yang khusus untuk pemohon yang telah melakukan pre-registrasi secara online bisa langsung menuju loket 2 (disana ada tulisan ‘pendaftaran online’ kalo ga salah). Eh tetapi meskipun sudah mendaftar secara online tetapi itu saja tidak cukup. Selain harus datang pagi-pagi (sebelum jam 8, kita juga harus mengisi formulir permohonan passport dalam map hijau, yang dijual di loket khusus, dan ini saya punya pengalama menyebalkan karena petugas sangat ketus dan kurang menyenangkan (tapi yah maklum karena rutinitas yang sama bertahun2 bisa bikin orang stress) dan kita harus membeli formulir tersebut seharga Rp. 10.000). Kita antri depan loket 2 jadi antrian yang pertama, dan jam 8 tepat loket dibuka tetapi sayangnya, syarat-syarat (disana kita harus menyerahkan dokumen asli serta kopinya) kita di tolak karena foto kopi dari dokumen-dokumen yang kita berikan kurang jelas dan kita harus meng-kopi lagi di kopearsi imigrasi…hmmm harus sabaaaaaar (ujian pertama nih).

Selesai fotokopi, kita masukkan lagi berkan ke antrian (saat itu sudah jam 8.30), setelah hampir 30 menanti dipanggil akhirnya nama kita dipanggil dan ternyata saya belum mengisi form data diri (yang mana form tersebut sama persis dengan versi online), saya jelas ajah berang, tetapi si petugas bilang kita ga usah antri lagi, dan form tersebut bida diambil secara gratis di meja CS depan pintu masuk ruang layanan. Damn, isiannya lumayan banyak sih, selse, saya serahkan sambil saya komplen karena form itu sudah saya isi secara online dan sama percis, jawaban petugas sih sante banget kalo form yang aku isi itu fungsinya cuma sebagai arsip saja (hah?? ga salah?, bukannya bisa buka database yang aku sudah isikan secara online?)…

finally kita harus menunggu depan loket 4, untuk membayar (hore cepat, dalam hati aku sidah seneng), ternyata? untuk membayar kita perlu no antrian membayar, dan untuk mendapatkan no antrian kita harus nunggu untuk dipanggil di loket 5 (ohhh aku mulai goyah, mulai berfikir, mending lewat calo kayaknya). dari loket 2 antri ke loket 5 nunggu 30 menitan, dari loket 5 (no antrian) ke loket 4 (pembayaran) nunggu 30 menit. dapat no 121, dan saat itu sudah jam 9.30an, bayar sih cepet, setelah bayar (bayar 255 ribu) kita bisa antri foto. Jam 11 tepat, antrian foto sudah sampe ke no antian 95, dan guess what??kantor imigrasi tutup dari jam 11-13.00. Iyah sih kita harus solat jum’at, tetapi menutup seluruuuuuuuuuuh layanan dan membiarkan kita terlantar disana-oh my…

Finally kita putuskan untuk ke kampus (karena saya ada kuliah jam 13.00), nanti selepas sholat jum’at suami bisa antri foto sendiri disana. Dengan asumsi, antrian terkahir no 95, dan suami no 121, masih jauh, berangkat jam 13.00 cukuplah….teryata ketika nyampe disana jam 1.30 antrian sudah masuk ke no 128, hmm untung masih boleh foto, kalo tidak maka apa yang sudah kita lakukan seharian tadi dianggap hangus dan kita harus mulai dari awal. Foto selse, interview beres dan dikasih tahu waktu pengambilan hari kamis minggu berikutnya…..

Tips n triks

1. Mendaftar via online jauh lebih baik daripada manual, karena disana ada jadwal appoinment dan antriannya cukup sedikit dibanding loket pendaftaran manual yang puanjang banget.

2. Pastikan semua dokumen sudah discan sesuai permintaan, dan pada hari appoinment siapkan dokumen asli serta fotokopi (harus jelas) dan bawa form appointment. Jika hari appoinment tidak muncul maka dianggap batal dan harus daftar secara online lagi.

3. Beli dan isi form di imigrasi, jgn pernah punya anggapan kalo sudah dilakukan secara online kita ga perlu nulis2 lagi, karena kita tetap harus isi form kayak pendaftar manual.

4. Datang lebih awal (kalo bisa 5 menit sebelum loket buka) makin pagi makin baik, karena meskipun diloket awal tidak antri tetapi ketika membayar dan foto semua pendaftar digabung jadi satu, so online dan manual ga ada bedanya.

5. kalo bawa baby, kalo bisa ga usah ikut dulu deh, kecuali kalo sdh antri mau foto baru dibawa. tetapi ingat, seluruh aktivitas pendaftran harus dilakukan pada hari itu juga, mulai cek dokumen sampai foto, so kalo ga selse dianggap batal.

6. Total waktu yang diperlukan dari daftar pertama sampe foto dan interview kurang lebih antara 3-4 jam (kalo online) manual bisa lebih lama lagi.

 

d

Advertisements

One thought on “Mengurus passport tanpa perantara? siapa takut?

  1. Heri February 27, 2012 at 12:17 pm Reply

    What a trip? 🙂 Thanks God finally you got the Passport.

    Misua gak dimintaiin surat lain seperti surat keterangan kerja wiraswasta ato apa gitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: