Naik Pesawat Ketika Hamil?

Tidak pernah kepikir olehku, bakalan naik pesawat di saat hamil. Makanya cuek ajah ketika hamil (karena toh nggak bakal kemana-mana, apalagi naik peswat), jadinya yah nggak pernah cari-cari info soal itu, baik dari pihak doker maupun maskapai penerbangan. Ternyata tahun ini, dikehamilanku yang ke-tiga, aku diberi kesempatan merasakan terbang ketika hamil, dan nggak tanggung-tanggung, di week 32/33 pula. Nervous? pastinya, karena pas nggak hamil saja aku paling paranoid naik pesawat (selain sempit, terbang pula), makanya tiap naik pesawat aku selalu milih-milih, kalo nggak pake maskapai ‘A’ nggak mau jalan hehe…meskipun paraniod ini sering bikin repot kantong dan teman (kalo sama teman, kepaksa dia harus ikut naik pesawat tertentu tersebut hehe)…

Okay, back to hamil dan penerbangan. Sebetulnya apa sih yang ditakutkan oleh orang hamil ketika terbang? kata banyak orang sih karena tekanan udara yang kuat bisa membahayakan kehamilan, misalnya terjadi abortus pada usia kehamilan muda, atau lahir prematur pada usia kehamilan tua. Bahkan ketika aku konsultasi ke 2 SpoG, mereka punya pandangan yang jauh berbeda tentang hamil dan penerbangan, SpOg yang laki-laki cenderung membawa enjoy dan mengatakan bahwa terbang ketika hamil is very very save as long as the mother and baby are healthy. So no problem at all, dan paling maksimal sampe wekk 34 masih ok-lah. Sedangkan dokter SpOg ku yang satu lagi, kebetulan perempuan, sangat hati-hati dalam menanggapi terbang dan kehamilan, dan resiko-resiko selama terbang dijabarkan dengan sangat ‘menakutkan’ (menurutku) dan itu membuat kita down. Meskipun dia bilang it’s ok, terbang di usia 32 week, tapi…ada resiko bayi mengalami sudden death (wuih serem yah), karena air pressure.

Akibatnya, dari kedua pengalaman tersebut, saya cenderung memedang pendapat yang pertama, selain karena melegakan, dan membuat kita semangat, secara fisik dan psikologis, pikiran positif maka mempengaruhi kondisi tubuh juga. Tapi nggak semudah itu lho setelah mendengar dua aption tentang bahaya terbang selama hamil, setelah si dokter bilang resiko-resiko yang ada aku jadi kepikiran, sedikit stress, nggak bisa tidur, dikit-dikit megang perut merasakan gerakan bayi, efeknya aku jadi pusing, malas, dan nervous tingkat tinggi. Minta pendapat ke teman-teman, dan ternyata mereka memberikan tanggapan yang positif, suami juga mendukung n bilang no worries, as long as aku merasa nyaman n yakin it’s ok, yah it’s ok. Dan temen juga mendukung, berfikir positif saja, karena yang bawa bayi kan aku, kalo aku negrasa gpp dan kuat, dan baik-baik ajah, maka baby jug angerasa gitu. Kalo kita stress bisa-bisa kebawa ke baby (bener juga).

Saat terbangpun tiba, cek in lebih awal karena hamil tua semua harus serba slow motion dan denger-denger kalo hamil harus lapor dulu sebelum terbang. jadi di konter cek in, tertulis standing banner yang menyatakan bahwa ‘wanita hamil harus lapor ke kantor dahulu sebelum terbang’ kwkwkw…oyah ketika cek in, aku jug abilang k epetugas kalo sedang hamil dan tolong dipilihin kursi yang enak hehe, alias ngga deket dengan emergency exit, dan kalo bisa depan-depan ajah kursinya. Setelah selesai cek in, aku pergi ke kantor maskapainya untuk mengisi beberapa form pernyataan tentang kehamilan, disana juga ditanyain tentang surat pengantar dari dokter yang menyatakan kalo kita dalam kondisi sehat dan usia kehamilan kita. Form yang diisi semacam surat pernyataan bahwa kita terbang dan resiko yang terjadi selama penerbangan diluar tanggung jawab maskapi, bla..bla..dan disertai ttd di atas materai.

Ketika terbang, pake sabuk pengaman harus hati-hati, jgn sampe mencekik perut, agak longgar sedikit. Selama penerbangan yang biasanya aku lepas sabuk pengaman, ini nggak berani karena takut tiba-tiba terjadi turbulence hehe…dan selama perjalanan mulai dari take off dan landing, semua smooth (alhamdullilah) dan perjalanan yang hanya 40 minit jadi nggak berasa, dan baby alhamdulliah sehat sampai tujuan. Prosedur yang sama juga dijalanin ketika balik dari denpasar ke surabaya. jadi, intinya terbang ketika hamil insya allah its ok selama ibu dan bayi sehat, serta buang jauh-jauh pikiran negatif.

Advertisements

Tagged: , ,

4 thoughts on “Naik Pesawat Ketika Hamil?

  1. lina June 14, 2012 at 12:10 pm Reply

    aku juga pernah tante, pas hamil naik pesawat …3 kali malahan 🙂 hehe…alhamdulillah baik2 aja…

    • novevariant June 14, 2012 at 1:29 pm Reply

      hi neng, senang dengar dirimu lagi, iyah lo lebih pengalaman kayaknya kl travelling. waktu itu deg2an…tapi ternyata gpp hihi…tapi diajak naik pesawat lagi sekarang aku ogah…kwkkwkw……

  2. jus2 June 20, 2012 at 11:10 pm Reply

    Aku pernah naik pesawat seminggu PP, 74 jam, lagi hamil minggu ke 22

    • novevariant June 21, 2012 at 12:31 am Reply

      wow banyak pengalaman terbang juga yah, aku selalu takut terbang hehe…ternyata baby baik2 ajah kan yah…seneng dengernya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: