Pacet Kota Wisata Yang Kurang Tersentuh

Mengapa judul tulisan ini seperti di atas? Sebenarnya ada beberapa hal yang menjadi alasan pemilihan judul, seringkali wisatawan lebih memilik Batu atau Trawas atau Tretes ketika ingin berwisata ke tempat-tempat dingin. Para investor seperti tempat wisata, hotel, villa, restoran, juga jarang melirik wilayah Pacet. Itu hasil pengamatan secara sekilas mengenai Pacet and surrounding. Ingin menulis tema ini bukan tanpa alasan, selain di atas beberapa hari yang lalu penulis sempat merasakan acara tahun baru di Pacet dan disana saya menemukan beberapa hal menarik terkait tempat wisata ini.
Terletak kurang lebih 15 km arah selatan Mojosari, Pacet sebenarnya sangat mudah di akses melalui mojosari atau Trawas. Jalanan yang lurus dan tidak begitu menanjak menjadikan pacet mudah dijangkau. Selama perjalanan di kanan kiri jalan sudah dipenuhi rumah-rumah penduduk, ada satu dua penginapan dan restoran. Dijalan ini pula ada satu hotel yang cukup besar yakni sativa, selain itu yah belum ada tempat yang ‘wah’ yang dibangun disekitar pacet. Setelah itu disebelah kanan jalan dari arah Mojosari terdapat dua wahana wisata Komodo (Pacet mini park) dan yang terbaru Joglo Park. Keduanya menyajikan wisata air (kolam renang) serta permainan untuk anak-anak dan remaja. Cukup menghibur terutama biaya yang dipatok tidak begitu mahal. Jika naik ke atas terdapat tempat wisata legendaris yakni pemandian ubalan pacet dan air panas, ada juga kali kromong yang meskipun bukan tempat wisata resmi namun menjadi salah satu spot menarik bagi warga.
Tidak perlu khawatir jika berekreasi di Pacet terutama masalah harga, karena harga tiket yang dipatk sangat jauh lebih murah jika dibandingkan dengan tempat wisata di Batu seperti taman safari, jatim park I dan II. Harga makanan juga sangat masuk akal dan banyak pasar oleh-oleh murah disekitar lokasi wisata.
Fact mengenai kawasan Pacet ketika tahun baru, berdasarkan beberapa testimoni (penduduk sekitar) pada tanggal 1 januari jalanan mojosari-pacet sangat padat baik yang akan berwisata (naik) maupun yang telah berbesta tahun baru (turun), bahkan seringkali jalanan macet total di atas jam 10 pagi hingga sore hari. Waktu itu tanggal 1 januari saya mencoba untuk turun dari Pacet pukul 9 pagi, antrian kendaraan terutama sepeda motor yang akan naik sudah memadati jalanan Pacet, dan pastinya menyebabkan kemacetan meskipun belum sampai macet total. Untuk menikmati wisata yang nyaman dan tenang, sebaiknya datang pada hari biasa wekend (jangan pada hari libur nasional/ cuti bersama). Meskipun secara naisonal, wilayah ini masih kurang tenar dan hanya warga sekitar saja (mojosari, mojokerto, pasuruan, sidoarjo) yang banyak berwisata ke pacet.

Jika kawasan wisata Pacet dikelola dengan lebih profesional, promosi digiatkan, sarana prasarana terutama jalan diperhatikan, maka kawasan ini bisa menjadi Batu kedua dan surga para wisatawan nasional.

Advertisements

Tagged: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: