Category Archives: conference

social networking in Asia libraries

penggunaan web 2.0 di perpustakaan saat ini sudah tidak bisa terhindarkan, banyak perpustakaan di Asia sudah menerapkan hal ini contoh nyata adalah dari hasil penelitian di singapura, pakistan, taiwan, dan sri langka. banyak perpustakaan memanfaatkan teknologi facebook, blog, twitter, dan banyak lagi media sosial networking yang bisa dimanfaatkan.

banyak manfaat yang ternyata bisa didapatkan dengan penggunaan web 2.0 ini, salah satu contohnya adalah penggunaan blog di nanyang university technologi siangapura yang mampu manarik pengguna untuk berinteraksi dengan peprustakaan melalui blog yang mereka bangun.

dalam konferensi ini, teknologi informasi terutama sosial networking dan web 2.0 sangat dominan, hal ini bisa dilihat dar banyaknya topik-topik yang mengangkat penggunaan media interaksi sosial dalam paper mereka. dan era generasi x&y sangat memungkinkan untuk berkembanyan media jejaring sosial ini karena mereka hidup di jaman teknologi.

di pakisatan, banyak responden pengguna jejaring sosial  kebanyakan berasal dari kota besar (ibukota), dan menggunakan facebook dan youtube, blog, dan IM, namun banyak dari mereka (librarian/responden) tidak menggunakan media ini untuk kegiatan peprustakaan tapi untuk personal purposes. jika kembali ke indonesia, memang banyak sekali pengguna social networking dan tidak ketinggalan para pustakawan, namun pertanyaannya, apakah mereka sudah memanfaatkan powerful media ini untuk kepentingan pekerjan di peprustakaan?. jika perpustakaan mampu mengadopsi teknologi sosial networking dan menerapkannya secara menyeluruh akan sangat membantu kegiatan perpustakaan terutama ketika kontak dengan user. dan kita harus ingat, pengguna peprustakaan saat ini berasal dari generasi dimana mereka menginginkan kemudahan dan kecepatan dalam menemukan informasi, dan jika perpustakaan bisa cepat beradaptasi dengan permintaan perkembangan jaman itu, setidaknya peprustakaan akan tetap eksis dan termanfaatkan secara maksimal.

Advertisements

3000 librarians 3000 ideas

pembukaan konferensi IFLA dilakukan tepat jam 11 hari rabu tanggal 11 agustus kemaren. adapun lokasi dilakukan di hall B gothia tower. ternyata tahun ini antusiasme para pekerja informasi ini cukup meningkat signifikan. tahun ini IFLA dihadiri oleg lebih dari 3300 peserta dari 126 negara yang bergerak di bidang ilmu informasi & perpustakaan, mulai dari praktisi, akademisi, sampai pemerhati bidang ilmu informasi & perpustakaan, dan profesi terkait bidang ini. bisa dibayangkan jika kegiatan tahunan ini sangat bermanfaat untuk membentuk jaringan baru.

Yah tema kali ini adalah pentingnya penggunaan knowledge untuk keberlangsungan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di dunia. jadi, kegiatan ini tidak hanya didominasi oleh para peserta dari negara-negara maju, negara yang berbahasa Inggris, tetapi semua negara mulai afrika, sampai kepulauan macronesia, negara-negara asean, arabic area, eropa, amerika latin, semua ada disini.

acara dibuka dengan sangat informal, karena memang acara diadakan sebisa mungkin santai tapi berisi. selain ada pidato pembukaan juga ada musik, lagu yang mengajak para peserta buat dancing and have fun. acara cuma berlangsug selama satu jam, setelah pembukaan dilanjutkan dengan jamuan makan siang. pasti bisa dibayangkan kalo 3000 orang makan bersamaan, crowded dan desak-desakan…pastinya. tetapi disini sangat well prepared, semua makanan sudah ditata di meja-meja, dan ada banyak spot untuk antri mendapatkan makanan. dan ternyata antrian juga sangat tertib, jadi nggak perlu lama untuk mendapatkan makanan. ditengah-tengah ruangan dipasang meja-meja bulat tinggi tanpa kursi dimana orang bisa menaruh makanan sambil makan, meja bisa ditempati oleh 2-3 orang, so bisa menciptakan suasana networking.

jadi inti dari ifla ini adalah membuat jaringan sebanyak-banyaknya diseluruh dunia, so seluruh acara pasti ditujukan buat networking, dan tiap hari pasti ketemu orang baru eskipun tidak banyak, tapi cukup menambah pengalaman kalo misalnya datang ke ifla lagi.

penggunaan energi pada perpustakaan

Hari ketiga konferensi diisi dengan bayak sesi, dan sebetulnya yang menarik minatku tentang knowledge management. dan knowledge management mulai jam 1.45, so ga ada salahnya pagi-pagi ikut sesi preservasi ini. buat nambah pengalaman ilmu ajah.

karena ini konferensi pertama, jadi yah betul-betul tidak tahu apa yang terjadi di ruang konferensi. setiap hari dibagi dalam 4 jam yang berbeda. pagi, jam 8.30 waktunya plenary speaker, terus jam 9.30 biasa dipake sesi pertama, jam 1.45 sesi kedua, dan jam 4 sesi ketiga. dalam tiap sesi terdiri dari banyak sesi-sesi di ruangan yang berbeda. karena gothia center ini sangat besar, so kalo mau pindah dr satu sesi ke sesi yang lain sangat jauh, kecuali sesi-nya bersebelahan.

ok pagi ini, sesi konferensi pertama, dengan topik besar preservation and conservation. Acara dibuka oleh keynote speaker tentang Fossil depletion and library economy oleh kjell aleklet. topik ini berkenaan dengan penggunaan energi, fuel, gas dan hubungannya dengan ekonomi perpustakaan. dan bagaimana perpustakaan dimasa depan bisa bertahan dengan semakin langkahnya bahan bakar yang dijadikan sebagai energi untuk menjalankan perpustakaan, seperti listrik, komputer, dll. Dilain pihak perpustakaan meruakan entiti yang sangat penting, dan disebutkan juga bahwa saat ini penggunaan energi semakin menigkat. dunia/masyarakat sudah adicted to oil. pembicara mencontohkan  berapa energi yang dihasilkan oleh oil?? 50 liter oil sama dengan energi yang digunakan untuk  menarik 500 mobil ke puncak menara eifel. 50 liter sama dengan tenaga 1000 orang bekerja dalam sehari.

refleksi masa depan, memikirkan penggunaan energi pada perpustakaan. misalnya cooler, light, and heater, computer and so on adalah hal yang sangat mahal. Untuk kedepan perpustakaan diharapkan mampu menciptakan system yang ramah lingkungan dan menggunakan energi seefisien mungkin, sehingga bisa memangkas biaya untuk energi demi keberlangsungannya.