Category Archives: embarasing momment

Forgot Your Password?

Heran, kenapa semua memory tentang keyword2 penting pada hilang dari ingatan semua akhir-akhir ini. Dimulai dari hilangnya (baca lupa) password e-banking mandiri jadi ga bisa cek account, mau self print di bank, eh bukunya ntah dimana. yang kedua, password blog baby kay (kevin), hilang juga dari ingatan, harus reset dulu baru bisa masuk lagi. Habis itu, password twitter juga menghilang, gara2 pengen makan gurilem maicih, aku jadi teringat account twitter (katanya tuh makanan hanya bisa didapetin kalo kita cek di twitter). then facebook, rasanya sudah 2 bulan lebih ga akses facebook, juga perlu di reset baru bisa masuk kembali. Password you tube account sudah lama ilang, skype?selalu harus reset ulang setiap hendak make (dipake kalo lagi jalan keluar negeri ajah soalnya, dan itu jarang2 hehe).

Yang lucu password e-learning di kampus, yang aku betul2 lupa, tapi ketika aku coba ketikkan beberapa kemungkinan kata kunci, alhamdullilah bisa login, tetapi anehnya aku ga tau apa yang telah aku ketik. Sedangkan yang paling parah dan memprihatinkan, aku punya 3 atm tapi sekarang aku ga ingat PIN-nya satupun, meskipun ingat itu juga masih ragu2.

Sebetulnya sudah diantisipasi dengan menulis kumpulan password dan pin dan disimpan disuatu tempat, masalahnya adalah, aku selalu lupa nyimpen tuh catetan dimana haha…

So far yang masih ingat, password email (itupun hanya yahoo), dan password bb. meskipun suka lupa soal password, tapi tetep suka make password, adakah temuan baru, dimana agar para kumpulan password ini mudah diidentifikasi? krn pernah kejadian, ketika harus memasukkan secret question buat reset password, eh malah lupa jawaban dari pertanyaan tersebut.

It’s a weird world

Berawal dari permintaan departemen ke semua penggiat LIS baik yang praktisi maupun akademisi, dan peneliti, baik tokoh-tokoh LIS di Indonesia dan luar negeri. Akhirnya aku kontak teman-teman waktu di IFLA kemaren, dan satu orang sudah ok untuk mengirim artikel untuk dimuat di jurnal akhir desember kemaren. Jurnal sudah tercetak, dan sudah saatnya donk kita bagi-bagi hasil jurnal kepada seluruh penulis, dan minggu lalu aku coba kirim jurnal offline (kalo online sebetulnya sudah ada, maksud hati kasih kenang-kenangan)…

Jurnal sudah dibungkus rapi pake amplop coklat, alamt sudah ditulis jelas tujuan San Juan Puerto Rico (yang kebetulan juga menjadi host IFLA 2011). AKhirnya nyuruh sodara buat titip diposin lewat PT posindo (dengan asumsi bisa hemat bin murah), tapi siang-siang aku ditelp sama sodara yang ngirim via pos tanya: eh ini negaranya apa namanya?? lha padahal sudah tertulis dengan jelas puerto rico gitu, jawabku. Terus ditanya lagi, lho kotanya?? kotanya yah San Juan itu. Akhirnya telp ditutup, dan ga berapa lama lagi ditanya, mang puerto rico dimana?? aku kaget hah, ga tahu puerto rico??petugas pos gitu loh…harusnya kan hapal peta buta haha…akhirnya aku jawab di amerika latin. Akhirnya telp ditutup lagi dan katanya masih dicari. Karena aku ga sabar 10 menit kemudian aku telp, gimana??sudah ketemu belum?? dijawab dengan ‘masih dicari’. 10 menit telp lagi, ‘sudah ketemu belum’, dan jawabannya masih sama ‘masih dicari’. dan akhirnya setelah 3x nelp, dibilang tidak ada dan aku diuruh datang sendiri buat nge-posin itu jurnal.

Nyampe rumah, rasa penasaranku muncul, akhirnya browsing di website PT pos dan lihat daerah pengiriman internasional, disana tertulis hampir melayani 200 negara (wow), setelah masuk huruf P, yang muncul (Pakistan, Panama, Papua New Guinea, Paraguay, Peru, Philipina, Portugal, Poland) lha mana Puerto Rico?? masak kelewat, ato punya nama lain??. Yang bikin keran, negara macam Tonga yang penduduknya cuma 100.000 dan tidak ada traffic light (lha ga nyambung), vanuatu, fiji, solomon island ada, sedangkan Puerto Rico ga ada….

Akhirnya coba pake ekspedisi asing macam fedex, sebelum memutuskan ok, jelas browsing-browsing dulu soal fedex, dan hasilnya banyak negatifnya (masalah biaya yang mencekik), dan menurut salah satu forum terbesar di indonesia banyak yang menyarankan tidak make fedex karena banyak hidden fee-nya. Tapi kalo ga mencoba kan ga tahu sendiri bagaimana layanan fedex, akhirnya telp fedex, dan setelah tanya ini itu, akhirnya aku nyebutin negara tujuan (alhamdullilah ada), terus ditanya kota tujuan, aku dengan jelas pake di eja juga  sebut ‘ San Juan”  (lha ini ibukotanya lho), tetapi apa yang teradi, ternyata di database-nya fedex ga ada, dan aku diminta sebutin zip code-nya 00924 , ga ada pula…lha gimana donk?? Akhirnya dengan berat hati aku tidak bisa mendapatkan estimasi biaya kirim.

Masih belum menyerah, akhirnya telp JNE, yang katanya accros nation service gitu. Setelah telp dan diterima dengan petugas dengan ramah, aku sebutin nama negara (ketemu), kota tujuan (ketemu), isi dokumen 1 buah jurnal yang beratnya tidak sampai 500 gr. Well, akhirnya setelah dikalkulasikan harganya 900an ribu rupiah (secara spontan aku teriak ‘hah??nggak salah mbak??) mbaknya dengan santai bilang itu harga termurah. AKhirnya si mbak petugas ngasih solusi, kalo bentuk dokumen (kertas) bisa lebih murah (wuih..aku berharap mode on), akhirnya aku bilang kalo kirim ‘kertas’ lima lembar berapa haha….setelah dihitung kena 400an ribu rupiah…huaaaa…masih mahal….jauh lebih murah kao dikantor pos sebetulnya. sayang ga ada ke negara tujuanku.

AKhirnya dengan sangat terpaksa, tuh jurnal akan di scan dan dikirim via email. GRATIS, case closed.

Facebook

awawawawww akhirnya dengan kesadaran dan keteguhan hati (hiks) akhirnya aku punya facebook account. tapi yang bikin aku kaget, ternyata aku sudah punya dua account, yang pertama tahun 2007 dan yang kedua 2010. jadi sebetulnya aku sudah terdaftar difacebook sudah lama sekaliii yah…tapi mang kan waktu itu aku males buat berjejaring karena satu dan lain hal.

semoga dengan dengan aktifnya bergabung hiks dengan facebuk ini aku bisa lebih produktive dan lebih sehat (lha kok ga nyambung….)….

The laptop tragedy

You can force your fingers to type on the keyboard and write a story, ’til today when I have so many things to say. One of them is the laptop tragedy, from the title you can imagine that it was a horrible tragedy, and maybe you start thinking what was gonna happened with my laptop. The story begin when I prepared to packed my working equipment ( as usual, papers, laptop, the charger–yes sometimes I brought my charger devices  if I like to stay in the office more than 5-6 hours, and some lecture materials, and mobile phone of course)…

My hubby usually help me during preparation and loaded it in the car, until yesterday, everything was chaos. My little gal got running nose and cough so I gave her extra attention and sit with her till mid-day. So, when the time to go was on the head, I was hurry to go in the car and grabbed my blue tote bag and never though about my laptop bag (‘coz, I thought my hubby already putted it in the car)…huaaa fall asleep in the 50-60 minutes drive from home to office (yes, once more my hubby drove my to the office everyday…)

We arrived in my office, and I grabbed my blue bag and waited for my hubby took another bag…but..omg…it was like a nightmare, since that was my important bag because I already put all my lecture material in it, and I went to campus to give a lecture. For a while, I just sat in the car to find better solution for this problem. If I going back home, it will takes around 100 minutes, and the lecture starts within 60 minutes, if I ask someone at home to mail me the material on my laptop, it was impossible for them to find my file, since I never organize my file in particular order, so there is no good solution and I decided to go to my office and prepare.

That was an embarrassing moment, I should not rely on someone for my important stuff, I should double check anything related to my working material and other stuff. very good lesson…indeed.

memalukan

tadi sore kok feeling nggak usah belajar dilibrary, dirumah ajah, huh malah ada landlord n agent periksa rumah, mana tanpa peringatan, hasilnya, piring kotor dimeja makan dah penuh, alat2 masak berserakan didapur, undies bergelatakan depan pintu toilet, buku2 n lembaran2 kertas juga nggak tahu kok tiba2 kayaknya pada keluar semua dari lemari, jemuran masih dengan cueknya nangkring (untung nggak diatas heater) diatas tempatnya cuma posisinya itulho ditengah ruangan, sepatu….alamak, lagian iseng banget seh datang disaat exam, coba kalo gw belajar di library, kan jadinya dirumah nggak ada orang hehhehe…

 malu

derby thai

tadi pagi nggak masak, haney berangkat tanpa bekal, gw suruh jajan ajah (jajannya sanwich, soalnya nggak ada jual nasi) yang ada malah nggak doyan makan hehe. karena kasihan, pulang kerja gw mau traktir makan siang neh ceritanya, pilih di chaddy (malay food) or di colfield (thai food), akhirnya milih thai food. sebelum ketemu di library, gw minta pesen bawain dompet karena gw lupa bawa dompet. lari2 ngejar bis, nggak nge-cek isi dompet, yang ada gw shock pas mau bayar tiket bus, walah…kok isi dompet gw cuma $15 plus coin2 sekitar $4an. pas duduk di bis gw bilang ke haney, “ternyata duitku ada didalam tas yg semalam gw pake jalan ke city, bukan di dompet, lo bawa duit nggak??”, si haney bilang…’lha kan dah dijajanin sanwich tadi pagi, ATM gimana??’, ga langsung nyamber “lha kan ATM didebit ma 3 minggu ini so duit nggak bisa dipake, trus yang commonwealth tinggal 60 cent hahhahahahhaha…” so, naik bis $6 tinggal $13an

ya sudah, paling parah kita makan sepiring berdua, bener deh, niatnya beli kow pad krapaw, or pad kai, or fried rice, jadinya beli fried rice seafood harganya $10, porsi kuli kelaperan…untung buanyak…(mang porsinya selalu gede seh, berhubung tadi lapar banget, jadi pengennya beli sendiri2) eh ternyata kita berdua kekenyangan tuh. nasi goreng habis dengan sukses…yummieee

hmmm masih ada $3,60 neh, mau beli ice cream ah, pas ke coles ternyata nggak ada ice cream yg eceran adanya yg jumbo pack, yah batal deh. pulang naik bis, mampir kampus beli cappucino $3,50…ah enakkkk, habis deh duit kita huahahha, tapi lucu, dengan uang ketinggalan kita nggak jadi rugi, bayangkan kalo kita bawa duit, makan di derby thai $20, ke coles beli ini itu $10, huhhhh…selamat deh gw hari ini…hihii…

sorry yak haney, niat dah baik kan, pengen traktir….

badminton edisi reunii n kramm

wah seru, jumat kemaren kita badminton (lagi) lumayan banyak yang datang hehe…biasa sambil badminton bisa ngrumpi, tuker cerita, curhat etc (maklum dah lama pada ga saling ketemu….sebegitunya)…seperti biasa, neng lina selalu ngalahin gw hihihi…ajaib deh…dia mang sporty abies deh…bener lho neng.

neh daftar peserta: neng lina (yang ogah ganti pake baju olahraga), yoice (si cantik ce malay temennya yudi), iwan (hehe akhir2 ini lagi happy, ada apa wan?), yudi (si maniak badminton…dan susah kalah), pak wid (yang kemaren main badminton ga pake sepatu), yudi prat (datang full team with mrs pinkan n kk), sisil (penggembira, karena lupa ga pake sepatu olahraga..hmm), azan (semoga bener namanya yang datangnya telat hehe), yanto (huahahha…yang berdiri dipojokkan n kita cuekin karena kita memang ga tahu..n lum kenal…sorry ya mas), and me…(yang kemaren kok tumben2nya kakinya bau…bete deh).

main dari jam 4-6 (in schedule) tapi karena lapangan ga da yang make jadi molor sampe 6.30an. setelah bubar, semua puas, ahhh gw pengen berenang sekalian mandi. kolam renang malam itu lumayan rame banget (kayak kecebong deh)…dan banyak yang lagi learn to swim…setelah bolak balik pake breast stroke (istilag kerennya froggy style hehe)…gw iseng2 mau bergaya bebas, wah ini gaya berenang yang paling gw takutin (soalnya berat n gw ga bisa kalee), huaaa…teringat betepa beratnya mengambil nafas sambil mengayuh tangan dan kaki…dan bener saja belum juga nyampe garis finish, tiba2 betis kiriku sakit minta ampun…secara refleks aku ganti ke froggy style, wah tetep ga bisa digerakkin karena sakit. akhirnya gw minggir, dan keluar dari kolam. oh gosh, sakit banget….ternyata gw kram. sial malu2in banget…jalan terpincang2 ke ruang ganti…(kejadian paling norak secara mana ada orang yg kram disana…) dan efeknya masih kerasa sampai pagi ini….