Category Archives: leissure

Cantiknya Bandara Internasional Soekarno-Hatta Terminal 3

 

Display lukisan made in Indonesia

Mendapat kesempatan menginjakkan kaki di Terminal 3 bandara Soetta di awal tahun 2017 ini, karena biasa di beberapa bandara-bandara Indonesia lainnya, begitu masuk bandara Soetta T3 ini berasa masuk ke Bandara internasional di luar negeri. Begitu masuk ke dalam bandara terlihat taman bunga yang cantik, bersih, dan banyak unsur-unsur artistik lainnya. Di bawah adalah foto-foto bandara Soetta Terminal 3.

Bersih dan indah

Lukisan

Kios jualan

Gorengan tetap eksis

Fresh flower

Taman cantik

Pojok toilet

Kursi buat bersantai

 

Advertisements

Swimming Club di Sidoarjo

Kolam Renang GOR sidoarjo, bersih bukan?

Hello sporty people, sekarang banyak orang yang beralih ke healthy life, salah satunya dengan berolahraga rutin. Banyak pilihan olahraga yang bisa diikuti, salah satunya berenang. Berenamg bisa diikuti semua orang, termasuk anak-anak. Namun idealnya mulai umur 5 tahun, dimana anak sudah mengerti instruksi. Banyak manfaat berenang bagi anak-anak mulai untuk melatih keberanian dan kemandirian, meningkatkan percaya diri anak, dan melatih motorik kasar.

Ikut club adalah salah satu cara untuk mengenalkan olahraga, karena di club ini anak-anak bisa bersosialisasi bersama teman sebaya. Club renang di disidoarjo ada 2, yaitu sidoarjo aqiatic club dan delta swiming club. Homebase keduanya di kolam renang GOR sidoarjo.

Sebetulnya banyak yang tanya, club atau private lesson? Keduanya ada plus minusnya. Kalo private sudah jelas waktu latihan fleksibel, tetapi bayar lebih mahal. Kalau club, jam latihan sudah ditentukan, jumlah pelatih lebih banyak, dan biaya lebih murah.

Club renang di sidoarjo memiliki jadwal latihan pada jam 17.00-19.00, jadi setelah jam operasional kolam renang tutup. Untuk SAC jadwal latihan hari selasa, kamis, sabtu, minggu. Sedangkan untuk DSC latihan pada hari senin, rabu, jumat. Untuk jam latihan seperti di atas.

Ikut club memang lebih ekonomis dan anak-anak bisa bebas berlatih tanpa terganggu peserta umum. Ingin berenang dengan 4 gaya juga sangat memungkinkan dengan ikut club, demikian juga melatih anak menjadi atlet renang. Biaya pendaftaran club 50 ribu, ditambah iuran per bulan 120 ribu dan kita tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tiket karena latihannya pada saat jam tutup.

Berminat ikut club? Berikut kontak salah satu club renang.

SAC, kolam renang GOR sidoarjo, phone 8963102, 8953043, 082230609040.

Pojok kolam tempat siswa latihan nunggu antrian nyebur

Menunggu giliran

Kolam untuk anak-anak

Kolam untuk baby šŸ™‚

Arisan Cantik Fakultas Vokasi

Peserta arisan cantik

Judulnya memang cetar hehe, arisan cantik karena memang peserta ibu-ibu cantik Fakultas Vokasi (meski ada satu anggota yang bapak). Tujuan utama arisan cantik sih mempererat pertemanan dan persaudaraan di lingkungan FV mengingat kampus yang tersebar di UNAIR ABC, padatnya jadwal kuliah, rapat fakultas, dan kesibukan lainnya sehingga membuat kita jarang meluangkan waktu untuk sharing.

Arisan cantik diladakan setiap bulan, pada hari jum’at minggu pertama. Waktu penyelenggaraan yah pas jam sholat jum’at, yakni jam 11-12.30. Bulan April ini merupakan kali kedua arisan cantik diadakan, dan arisan yang berangotakan 18 orang ini memang berbeda dengan arisan yang lain, pertama, tempat pelaksanaan harus di FV, kedua arisan ini dibagi menjadi tiga grup yang tugasnya menyediakan konsumsi secara bergiliran.

Bulan april ini tema menu arisan adalah japanesse, yang disajikan sederhana yakni sushi dan dan suki, salad dan rujak buah, edamame dan kerupuk rambak kerbo…nice n yummy. Semuanya sungguh excited dan mulai terjadilah obrolan santai sambil makan, hilang sudah ketegangan, masalah, dan kepenatan di kantor, yang ada hanya guyonan, santai, dan fun.

Kedepan semoga acara ini bisa melibatkan anggota lebih banyak lagi, dan agenda kegiatan tidak hanya kumpul-makan saja, melainkan ke hal-hal bermanfaat lainnya. cheeeers.

persiapan isinya mulai sayur sehat, sushi tuna, edamame, dan bakso ikan

ready to mix

suki

cheeseee

 

Workshop Lukis Kerudung with Dharma Wanita Vokasi

Ada yang berbeda di Ruang Rapim 1 Fakultas Vokasi hari Jum’at lalu. Banyak ibu-ibu berkumpul memegang kerung warna-warna, kuas dan cat tekstil, buku gambar dan mereka tampak serius. Yah, Dharma Wanita Fakultas Vokasi pada hari Jum’at lalu memiliki gawe dalam rangka memperingati hari Kartini 2017, kegiatan yang diikuti oleh wanita ini bertajuk workshop melukis kerudung dan tas. Acara tersebut diikuti oleh sekitar 30 ibu-ibu dharma wanita Vokasi dan didampingi langsung oleh pelaku usaha lukis kerudung dan tas. Dimulai pukul 11.00-13.00 ibu-ibu dharma wanita langsung excited begitu melihat hamparan kerudung warna warni dan seperangkat alat lukis, dan dengan seksama mengikuti instruksi dan langung mempraktekkan.

Untuk media lukis ini sebetulnya tidak hanya bisa diaplikasikan pada kerudung atau tas kain saja, melainkan bisa untuk dompet kain, sepatu kanvas, rok, dan bahan kain lainnya. Cat yang digunakan juga harus cat khusus tekstil yang memang tahan lama dan tidak luntur ketika dicuci. Baiklah berikut adalah step by step metode melukis kerudung ini:

1. Membuat sketsa, jika tidak punya sense of art, bisa mencari gambar di internet dan di print. Untuk gambar, karena kerudung ini sangat wanita banget kebanyakan gambar-gambar yang dipilih bernuansa bunga. Jika suka menggambar, bisa membuat gambar sendiri sesuai selera di sebuah kertas buku gambar ukuran A3. Bahkan jika pede bisa membuat sketsa abstrak sesuai keingin hati hehhe.

Sketsa pada tas kanvas

2. Menaruh kain kerudung di atas kertas sketsa tadi di posisi yang diinginkan, misalnya di ujung bagian belakang kerudung. Usahakan posisi kerudung tidak bergeser dari sketsa-nya, untuk itu bisa enggunakan alat penjepit berbentuk lingkaran.

3. Memberi warna dasar pada gambar, setelah posisi kerudung dan kertas sketsa pas, maka selanjutnya adalah memberi warna dasar dengan menggunakan cat warna putih di seluruh kerudung sesuai sketsa. Lanjutkan dengan proses pengeringan cat bisa diangin-angiinkan atau di hair dryer.

Pengeringan

4. Memberi warna, setelah kering hasil gambar tadi bisa mulai diwarnai sesuai dengan keinginan kita, dan kita juga bia bereksperimen dengan menggunakan warna-warna kontras lainnya.

5. Pengeringan, setelah semua sudah selesai, selanjutnya adalah pengeringan kerudung dengan hair dryer atau di angin-anginkan.

Suasana worshop

Bu Kadep Kesehatan in action

Bu Kadep Bisnis dan nice orange-nya

Mine piece of work haha

Mudah bukan, oya semua jenis kerudung bisa dilukis, namun untuk pemula sebaiknya menggunakan kerudng berbahan paris yang murah meriah sehingga jika ada kesalahan tidak menimbulkan kerugian yang besar.

re-post fromĀ http://noveanna-vokasi.web.unair.ac.id/artikel_detail-173303-DIY-Lukis%20Kerudung%20Workshop.html

Platters…another option for late lunch

Pulang kerja seringkali perut lapar, apalagi perjalanan pulang dari kantor yang cukup jauh (1 jam). Memang sugesti saya kalo telat makan kepala bisa kliyengan hehe, jadi kalo sudah mulai terasa lapar yah harus makan, dan bener makan bukan ngemil lho.

Di Sidoarjo memang surganya kuliner, dan pertumbuhan resto/warung/cafe sangat signifikan jumlahnya seiring dengan pertambahan jumlah penduduknya. Mulai dari penyetan ikan, ayam, bebek, chinese food, seafood, noodle house, fastfood, japanese food, belum lagi yang food stall, wah gak terhitung. Bakso, siomay, batagor, rujak manis, kupsng, lontong balap, banyak ditemukan di sekitar alun-alun. Hampir diseluruh Ā pojok sidoarjo bisa djumpai warung makanan tersebut.

Biasanya kalo pulang kerja dan pas lapar bisa mampir ke bebek sinjai dekat gor, sinjai ini cabang yang di bangkalan. Kalo menurut saya, disini kok bebeknya lebih imut dan minim bonus trus lebih mahal 5000 rupiah, kalo di bangkalan 25000 sudah plus minumnya. Alternatif lain wong solo, lokasi seberang GOR juga. Entah kenapa suka banget sama ikan bakarnya yang hanya dibakar pake kecap saja, dan sambel mentahnya (jadi jarang nyoba ke yang lain kalo ikan bakar). Bahkan seringkali beli sambelnya buat bawa pulang hehe meski akhirnya dikasih bonus saja. Range harga makan plus minum juga kurang lebih 30.000 rupiah.

Sop ayam pak min juga jadi salah satu tempat makan yang sering didatangi. Tapi lokasinya agak jauh di tengah kota, dan kalo jam pulang kantor daerah tersebut jl. Gajahmada (if im not mistaken) sangat crowded. Harganya juga masih reasonable sekitar 20000 rupiah bisa lebih murah, tergantung bagian ayam mana yang diminta.

Kalo pengen non rice tapi tetap berat, bisa milih tahu tek, yang favorit yah depan alfamidi pondok jati, ini bisa beli kalo pulang kerja kemalaman. Tahu tek bisa milih pake telur dadar or polosan. Kalo ngomongin tahu tek, memang sekarang jarang yang enak (bumbu petisnya kurang nendang). Kalo nggak malas yah mending bikin sendiri dengan kualitas dan kuantiti petis lebih banyak dari kacangnya. Harga tahu tek polos 8000 dan pake telur 10000. Sate ayam dan kambing (lupa namanya) masih sederet dengan tahu tek, juga jadi sasaran kalo perut lapar sepulang kerja. Satenya besar-besar dan tidak keras, biasanya minta daging only no kulit dan gajih, harga kalo tidak salah 13000-15000/10 biji. Pernah coba sate dekat kantor pos Sidoarjo, enak juga kok.

Selain di atas, ada bakso yang jadi sasaran amukan perut lapar, bakso solo kantor pos dan cak to di pojok GOR. Range harga 10000-20000 sudah bikin kenyang. Kalo di cak to, my fave is siomay gulung dalam kubis, tahu putih, dan siomay rebus. Capcay cak to deket PLN dulu juga favorit, sekarang no more, sejak chef nya ganti rasa capcay pun berubah, dan I never come back again, dan sampai sekarang belum nemu capcay yang cocok dengan selera. Capcay yang saya pesan selalu merah, manis, dan ikannya hanya gorengan saja (gorengannya unik).

So far itu makanan yang sering kita jajah jika ada kesempatan dan pas perut lapar, dan semuanya ada di Sidoarjo. Not many, karena meski sering lapar tapi kadang jam tidak memungkinkan untuk berhenti makan, berhenti makan kala lapar bisa dilakukan jika pulang agak siang misal dari kantor jam 2.30 atau pulang kemaleman di atas jam 18.00.

Nah, kenapa judulnya platters? Well kemaren kena serangan lapar mendadak pas hujan deres, sebetulnya ada pilihan di pujasera baru di pondok jati, tapi disana kalo nggak salah hanya ada nasi soto, nasi cumi, dan pecel, yang lain jajanan saja. Akhirnya memutuskan untuk cobain platters, resto yang lumayan baru dan spanduknya setiap lewat pondok jati terbaca hehe…hot plate 20000 idr only. Awalnya dikira yang harga di spanduk itu hanya untuk promo, tetapi ternyata seluruh menu berlauk ayam harganya flat 20000 dan menu beef 27000, minuman juga flat 5000 saja. Untuk resto nggak terlalu besar dan ada 2 lantai. Variant menu juga nggak terlalu banyak. Fyi, platters itu duplikasi pepper lunch yang sudah femous itu, jadi ada nasi, sayur, lauk (biasanya masih mentah) dan diletakkan di hot plate (yang kata di video panasnya mencapai 209 degree)…keunikan makanan ini adalah cara makannya, yakni begitu makanan datang harus langsung di disiram bumbu khusus dan di aduk hingga semua makanan tercampur dan daging, ayam, telur bisa matang sempurna. Penampakan akhir yah seperti nasi goreng hehe.

Daging di platter ini sudah mateng, termasuk juga daging ayamnya, kecuali telur yang disajikan mentah, Ā jadi sensasi mengaduk dan memasaknya kurang. Untuk rasa, jika hanya menggunakan bumbu default-nya cenderung manis, jadi kalo saya banyak menambah versi asinnya, dan tidak pedas sama sekali.

beef bulgogi

beef bulgogi

chicken steak

chicken steak

after mixing process

after mixing process

the price

the price, value for money

img_20170104_171234

Taman Abhirama, Alternatif Play Ground di Sidoarjo

Taman Abhirama

Taman Abhirama

Ingin liburan hemat? Dekat dari rumah dan bebas macet? Ya, masyarakat kota sidoarjo bisa berkunjung ke taman yang satu ini. Taman Abhirama yang terletak di pertigaan lingkar barat dan pondok jati ini sudah setahun banyak mengalami perubahan. Pemerintah kabupaten sidoarjo serius menggarap taman-taman d Sidoarjo sebagai salah satu fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat.

Punya kesempatan berkunjung (untuk kesekian kali) di taman abhirama pada liburan tahun baru, 2 januari 2017. Pengunjung sangat ramai, seperti seminggu terakhir ini. Puluhan mobil dan sepeda motor terparkir rapi didepan taman. Meskipun ramai, tapi kita berenam tetap masih bisa merasakan kenyamanan taman ( baca: masih dapat tempat duduk bawah pohon), dan anak-anak bermain dengan leluasa.

Kolam ikan abhirama

Kolam ikan abhirama

Taman ini juga banyak memiliki fasilitas permainan anak (play ground) baik out door maupun semi outdoor. Lokasi yang tidak begitu jauh dari pusat kota (alun-alun) menjadikan taman ini sebagai tempat bermain di kala weekend, ataupun sore hari. Jika menggunakan rute linkar barat dari arah gor, pasti melewati taman ini.

Fasilitas taman abhirama

Pengunjung bisa bersantai sambil memberi makan ikan di kolam

Pengunjung bisa bersantai sambil memberi makan ikan di kolam

Kolam ikan, kolam ini dipenuhi ikan tombro, mas warna orange dan ikan nila yang sangat banyak. Pengunjung bisa duduk santai ditepi kolam atau ditengah gazebo yang terdapat di tepi kolam. Selain itu, anak-anak juga bisa memberi makan ikan, dengan membeli pakan ikan dipintu masuk seharga 2 ribu rupiah.

Capek? bisa istirahat sambil lesehan dan nemenin anak bermain

Capek? bisa istirahat di semi indoor playground sambil lesehan dan nemenin anak bermain

 

 

salah satu sudut inddor playground

salah satu sudut inddor playground

Semi indoor playground, disini pengunjung wajib melepas sandal/sepatu karena diarea ini terdapat karpet yang menyerupai rumput sintetis, disertai dengan pkayground dari kayu yang didesain menyerupai bukit. Anak-anak bisa naik turun disini dengan aman, sementara para orang tua bisa duduk lesehan sambil mengawasi anak mereka.

Outdoor playhouse yang banyak menyita perhatian anak-anak

Outdoor playhouse yang banyak menyita perhatian anak-anak

Outdoor pkayground, seperti taman bermain pada umumnya, ayunan dan perosotan menjadi icon wajib, begitu juga disini. Ada juga seperangkat mini gym bagi anak-anak, giant play house yang terbuat dari besi. Dibanding alat permainan di alun-alun, di taman ini rata-rata permainan masih terawat 80% dalam kondisi baik. Ada juga beberapa patung delman, naga, mobil, yang bisa dinaikin anak-anak.

Gazebo, banyak gazebo untuk bersantai atau piknik di bagian belakang taman. Depan gazebo juga terdapat kolam pancing yang sayangnya kurang terawat. Anak-anak jarang bermain ke area ini.

Toilet, jangan khawatir kalo tiba-tiba si kecil ingin kebelakang, taman ini juga dilengkapi dengan toilet, dan sediakan uang 2 ribu setelah menggunakan toilet disini. Toilet cukup bersih dan terawat, lokasinya ada dibagian belakang taman.

Abhirama mini market

Abhirama mini market

Warung, tidak banyak warung disini. Hanya terdapat 2 kios makanan kecil (snack) dan minuman botol yang dikelola oleh dinas kebersihan dan pertamanan. Jadi kalo ingin makanan berat, sebaiknya membawa sendiri.

Parkir yang luas didepan pintu masuk

Parkir yang luas didepan pintu masuk

Tempat parkir, ditaman ini tersedia lahan parkir yang cukup luas dan terdapat petugas parkir juga. Jadi jiks ingin membawa motor atau mobil jgn khawatir jika ingin parkir di taman ini.

Fasilitas umum memang harus serius diperhatikan oleh pemerintah. Jika ingin masyarakatnya bahagia maka perlu diciptakan tempat-tempat yang mendukung kegiatan tersebut. Public space yang nyaman, bersih dan bisa diakses secara gratis merupakan salah satu dambaan masyarakat. Disana masyarakat bisa berekreasi, bersantai, berkreasi, bersosialisasi dan bermain. Jika di sebuah kota terdapat banyak public space baik untuk anak-anak, remaja, orang tua, dan seluruh kelompok masyarakat maka budaya positif, dan kreatifitas bisa dibangun, dan outputnya adalah masyarakat yang bahagia dan selalu berpikir positif. Semoga banyak public space yang akan di bangun di kota sidoarjo di tahun 2017.

Serunya Exploring Gili Labak dengan Balita

Banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi dengan seluruh keluarga (baca dengan balita) dan pergi ke tempat baru memang sangat menyenangkan sekaligus menantang. Liburan kali ini merupakan wisata alam (pulau) pertama kali bagi keke (7), adam (4.5), tetya (2.5), dan kita mengajak tante leon. Kenapa memilih wisata alam (pulau dan pantai)? yah karena Indonesia kaya akan pesona alamnya, dan anak-anak harus mulai mengenali kekayaan Indonesia yang satu ini. Nah, tugasnya jatuh pada ortu-nya yang harus mengenalkan kekayaan alam ini, dimana sebelumnya liburan hanya ke mall, taman bermain, atau wahana wisata buatan lainnya. Untuk pengalaman pertama ini saya pilihkan liburan ke pulau terpencil di ujung pulau Madura, yakni Gili Labak. Memang sebelum diputuskan kesana saya sudah mendatangi Gili LabakĀ  beberapa bulan sebelumnya, dan saya puas dengan pemandangan yang tersaji, serta fasilitas pendukung yang ada disana, pantai pasir putih yang bersih terhampar, ombak yang tidak terlalu besar cenderung tenang, air jernih sebening kaca, karang cantik, ikan-ikan kecil di pinggir pantai, pohon-pohon rindang di sekitar pulau, dan ada warung penjual makanan dan minuman yang siap mengisi perut kita, toilet yang bersih, dan tidak banyak pengunjung pulau. Wow, serasa pulau milik sendiri….hehe. Namun, ada yang masih mengganjal, yakni perjalanan dari Sidoarjo ke Gili Labak yang sangat menantang bagi orang dewasa, apalagi anak-anak sempat menciutkan nyali untuk pergi.

Akhirnya setelah diskusi dengan suami bahwa liburan bulan desember 2016 kita akan ke pantai Gili Labak, dan membulatkan tekad kalau anak-anak pasti bisa meski sempat ragu-ragu juga tapi ketika wacana ini dilemparkan ke anak-anak sebulan sebelum berangkat dan mereka sangat excited, akhirnya OK, kita pasti bisa.

Kita pergi memang menggunakan jasa tour Arthenis tour yang membuka paket open trip untuk wisata Gili Labak pada tanggal 24-25 Desember 2016, dengan harga 280.000 / orang, anak-di bawah 5 tahun kena 50%, sedangkan 2,5 tahun free of charge. Karena membawa anak-anak saya memang sengaja ikut open trip untuk memudahkan perjalanan.

Pre-Departure

Seminggu sebelum keberangkatan, beberapa masalah muncul, hal yang saya takutkan selama ini datang juga. Bagiamana jika hari H anak-anak sakit? Ternyata H-9 kakak demam karena kecapaian, tapi dengan obat turun panas dan istirahat selama 2 hari akhirnya sehat. Selang 2 hari, si bungsi kena sariawan di sekujur mulut dan lidah disertai demam, tidak mau makan dan minum, sempat panik juga sih tapi dapat obat dari dokter dan obat sariawan juga (gentin violet) rekom dari teman yang seorang dokter juga dan saya banyakin minum teh krisanthemum (yang ini herbal) yang katanya bisa meredakan sariawan dan panas dalam (hanya teh itu yang mau masuk), dan di hari ke 3 nafsu makan adek teta sudah mulai muncul dan berangsur membaik. Tidak sampai disitu, H-5 mas adam juga demam dan batuk pilek, diberi turun panas juga tidak membaik bahkan cenderung konstan panasnya, akhirnya dapat antibiotik dari dokter dan alhamdullilah sehat pada H-2, dimana pada hari itu si adek demam lagi dan batuk pilek, OMG apakah anak-anak nggak boleh liburan? Hingga jum’at sore masih hangat, dan sekali lagi saya merasa lega karena jum’at malam adek sudah mulai dingin dan sabtu juga sudah ceria.

Departure

Meeting point tur ini di stasiun Gubeng pukul 23.30 malam dan berangkat pukul 24.00, hehe hanya saya yang membawa anak-anak ke Gii Labak, yang lain para ABG. Barang bawaan kami sungguh heboh untuk trip satu hari, yakni ransel isi baju ganti untuk 5 orang, ransel untuk dompet, hp, sunblok, obat-obatan, tas isi sandtoys, dan tas isi baju renang, serta satu tas kecil untuk susu ( 2 anak minum susu cair, di bungsu sufor). Paket gili labak tur juga termasuk dengan snorking, dan Gili Labak terkenal dengan salah spot snorkling yang ramah bagi pemula.

Perjalanan dari Surabaya ke Sumenep lewat Suramadu ditempuh hanya dengan 3.5 jam, kalau siang hari bisa 4-5 jam. Sampai di pelabuhan Tanjung Sumenep pukul 03.30, dipelabuhan terdapat musholla, toilet, dan beberapa warung kecil, serta penyewaan kapal menuju pulau-pulau termasuk Gili Labak dan Gili Genting. Tepat pukul 5 pagi kita memasuki kapal, menurut pemilik kapal, kapasitas kapal maksimal 70 penumpang, namun kalo saya lihat 40 orang saja sudah crowded. Untuk sewa kapal dengan kapasitas 40 orang ini seharga 1 Juta Rupiah untuk perjalanan PP ke Gili Labak, jadi sebaiknya perginya rombongan. Anak-anak sangat excited naik kapal kecil ini, serasa dekat dengan laut dan bisa memandang laut lepas dari jendela, tetapi karena capek di perjalanan anak-anakpun tertidur di kapal. Dari pelabuhan Tanjung ke Gili Labak memakan waktu 1.5-2 jam tergantung angin dan ombak laut. Waktu terbaik untuk berangkat adalah bulan Mei, dan tidak direkomendasikan pergi ke Gili Labak di bulan Agustus karena angin dan ombak yang cukup besar. Disarankan berangkat pagi hari dimana laut masih tenang sehingga kapal tidak begitu terasa goyangannya.

Tetap ceria meski hampir 2 jam di atas kapal

Tetap ceria meski hampir 2 jam di atas kapal

Gili labak here we come

Setelah terombang ambing selama kurang lebih 1,5 jam, akhirnya sampai juga di Pulau yang hanya berpenghuni 15 KK ini. Hamparan pasir putih menyambut kami di pagi hari yang cerah, rasa lelah, bosan terbayarkan dengan deburan ombak pantai yang ramah, pasir putih yang lembut dan air laut yang menyegarkan. Gili Labak belum memiliki pelabuhan (masih dalam tahap pembangunan), sehingga kita langsung turun ke bibir pantai menggunakan tangga kayu yang disediakan oleh pemilik kapal. Hari ini kita cukup beruntung, karena kapal bisa merapat hingga ke bibir pantai, padahal 3 bulan sebelumnya saya harus jalan kaki sejauh 50-100 meter dari bibir pantai dengan kedalaman air sepinggang untuk mencapai pantai. Jadi sebaiknya kenakan baju renang langsung ketika di kapal atau sebelum masuk kapal untuk memudahkan kita ketika menuju pulau.

Just landed dari kapal langsung main air pantai

Just landed dari kapal langsung main air pantai

Anak-anak langsung berhamburan menuju pantai dan mulai mengesplor pasir dengan mainannya. Pasir putihnya bersih dari sampah maupun limbah, sehingga sangat bersahabat untuk anak-anak. Mereka seakan lupa perjalanan darat 3.5 jam, dan kapal laut 1.5 jam, rasa kantuk, capek, dan bosan sudah hilang digantikan dengan tawa ceria, bahkan mereka tidak mau diajak pulang.

Pasir putih dan air jernih pantai gili labak

Pasir putih dan air jernih pantai gili labak

Happy busy balita

Happy busy balita

Si adek nggak ketinggalan action

Si adek nggak ketinggalan action

Mengenalkan alam kepada anak sangat penting, menunjukkan bahwa Indoensia sangat kaya akan tempat wisata yang indah, mengajarkan anak untuk bersyukur juga bahwa ciptaan Allah yang maha indah ini masih bisa kita nikmati, dan harus dijaga. Namun sayang, menejelang siang saya sudah menemui beberapa sampah bungkus makanan dan plastik yang berserakan di pantai, jumlahnya tidak banyak hanya 2-5 bungkus tetapi itu sangat mengganggu dan membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan masih kurang. Saya membayangkan ketika pelabuhan sudah terbangun, wisatawan (tidak bertanggung jawab) makin banyak (ramai) sampah juga pasti bertambah, dan keindahan pantai pun bisa berkurang.

Pasir putih nan halus

Pasir putih nan halus

Bagian belakang pulau

Bagian belakang pulau

Tante leon in action, sisi lain gili labak

Tante leon in action, sisi lain gili labak

Hello all...warm welcome from gili labak

Hello all…warm welcome from gili labak

Beautiful bright morning, tante leon dan peserta open trip

Beautiful bright morning, tante leon dan peserta open trip

Beautiful morning

Beautiful morning

Puas bermain pasir, waktunya snorkling, lokasi snorkling tidak jauh dari bibir pantai kurang lebih kita berpindah tempat 100 meteran dari tepi pantai masih dengan menggunakan kapal. Spot ini ramai jika musim liburan, disana terhampar karang dan berbagai jenis ikan hias beraneka warna. Keke, adam, dan tetya tidak berani turun ikut snorkling, jadi yang snorkling hanya mami dan tante leon. Ayah juga masih belum berani hehehe, jadi nungguin di atas kapal sambil teriak-teriak. Tante leon hanya sebentar karena jarinya terluka tergores tali kapal (kasihan tante leon). Snorkling memang belum cocok untuk anak-anak, tapi view disekitar lokasi snorkling sangat cantik.

View underwater

Underwater View

Ikan beraneka warna

Ikan beraneka warna

More and more fishes

More and more fishes

Gili genting

Kurang lebih kita menghabiskan waktu selama 1 jam di spot snorkling sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dan pindah ke pulau gili genting yang populer dengan pantai sembilan. Dari gili labak ke gili genting memakan waktu satu jam, sekali lagi anak-anak tertidur di kapal. Mereka kenyang makan mie cup yang dijual di warung gili labak seharga 7000 per cup, dan kelapa muda seharga 10000/biji, sungguh nikmat.

Kelapa muda minuman wajib di gili labak

Kelapa muda minuman wajib di gili labak

Sampai di gili genting, kita tidak turun dipelabuhan namun turun langsung dibibir pantai menggunakan tangga. Yes, anak-anak langsung mengeksplorasi pantai, pasir, dan bermain hingga puas, tanpa menghiraukan panas terik (mungkin mereka pede setelah dioles banana boat spf 50) matahari pukul 13.00. Ā kurang lebih satu jam kita di gili genting.

Salah satu spot di gili genting (pantai sembilan)

Salah satu spot di gili genting (pantai sembilan)

Icon pulau sembilan

Icon pulau sembilan

Playing sand at pantai sembilan

Playing sand at pantai sembilan

Gili genting lebih besar dari gili labak, lebih menyerupai kampung nelayan, lebih ramai, dan banyak penjual makanan. Pantai sembilan yang menjadi ikon gili genting saat itu tidak terlihat (airnya surut, dan menyisakan gundukan pasir). Overall, gili labak is the best.

Menikmati pemandangan laut dari kapal

Menikmati pemandangan laut dari kapal

 

Goodbyeeee

Jam 2 siang mulai meninggalkan gili genting menuju pelabuhan tanjung, total waktu 30 menit. Disini tetya duduk di ujung kapal, mas adam di buritan, merasakan hembusan angin laut yang tidak setiap hari bisa dirasakan. Setelah sampai dipelabuhan, kita istirahat dan bersih-bersih diri dan makan siang. Tepat pukul 16.00 kita melanjutkan perjalanan pulang ke surabaya. See you on the next trip.

Tips:

*Sunblock adalah benda wajib yang harus dipake ketika ke pantai, kita pake banana boat spf 50 aloe vera, dan terbukti bebas sunburn dan belang. Padahal saya mengolesnya tidak setiap jam (capek juga mengoles 4 orang dengan sb setiap jam).

*Topi lebar dan kacamata, tapi anak-anak suka susah pake topi dan kacamata.

*Minyak kayu putih, wajib oles sering-sering karena anak-anak basah dan kena angin dalam waktu yang lama.

*Plaster handyplast, banyak karang yang bisa melukai, serta pasir yang tajam.

*Cemilan??? Dijamin anak-anak pasti lupa makan saking gembiranya.

*Air putih, yah banyakin minum air putih agar tidak dehidrasi.