Category Archives: life style

Blogging UNAIR, dan hobi yang terlupakan

Menulis blog merupakan salah satu aktivitas favorit saya sejak lama, meskipun kesibukan di kampus sempat menghentikan kegiatan menulis diary online ini selama kurang lebih 2 tahun. Menulis blog sudah saya lakukan sejak munculnya weblog pada awal tahun 2005, waktu itu masih menggunakan friendster (lupa nama blognya), waktu itu isinya hanya seputar aktivitas sehari-hari yang lucu, konyol, sedih, marah, dan kecewa.  Kemudian ketika friendster berlangsung memudar dan ditutup, maka kegiatan blogging beralih ke WordPress sejak tahun 2006, saat itu belum ada sosial media seperti sekarang ini. Selain WordPress,  sempat pula memiliki private picture blog yang tidak untuk konsumsi publik, dan tentu saja blog civitas UNIVERSITAS AIRLANGGA dengan alamat http://noveanna-fisip.web.unair.ac.id/. Jika blog WordPress banyak berisi daily activity, lain halnya dengan blog UNAIR dimana isinya banyak terkait materi kuliah, tugas kuliah mahasiswa, lowongan pekerjaan dibidang perpustakaan, dan call for papers. Mengapa suka menulis di weblog? sebetulnya yang paling menyenangkan bukan ketika menulis konten blog melainkan ketika membaca kembali kejadian/peristiwa yang pernah terjadi, dan dengan menulis kita jadi ingat banyak hal akan peristiwa dalam hidup kita. Selain itu, blogging menyenangkan karena basicly i love to share, share any information about my experience.

Memanfaatkan fasilitas blog dari Unair

Memanfaatkan fasilitas blog dari Unair

Pada awalnya, blogging saya lakukan secara rutin, minimal seminggu sekali posting something fun or akademik, ternyata, banyak hal yang berhasil menghambat untuk sekedar say hello di blog. Seiring berjalannya waktu, bahkan sampe lupa password dan username of my blog. Tidak pernah membuka lagi, dan sudah lama tidak membaca postingan, melihat foto, dan cek komentar. Ditambah pula dengan akun blog yang di-suspended oleh web hosting karena lupa belum dibayar biaya tahuannya.

Finally, the momment is coming, 2 minggu lalu sempat membayar dan mengaktifkan kembali blog pribadi, juga sudah meminta mahasiswa melakukan blog posting untuk tugas mata kuliah jejaring informasi perpustakaan, dan yang terakhir baca di postingan group WA Fakultas Vokasi AIRLANGGA UNIVERSITY bahwa ada blogging competition 2016, hahaha what’s a coincident dimana hobi untuk ber-blogging ria bisa tumbuh lagi.

Blogging di UNAIR memang bukan merupakan hal baru, melainkan sudah lama digagas, UNAIR menyediakan akun blog civitas kepada seluruh mahasiswa dan dosen yang bisa
digunakan untuk knowledge sharing dan membangun pofile ilmiah. Namun sayang, tidak banyak civitas akademia Unair yang memanfaatkan blog civitas, hanya beberapa saja. Ternyata teknologi tidak selamanya membantu menyelesaikan masalah, jika tujuan utama adanya blog adalah untuk berbagi pengetahuan, maka dalam hal ini membagikan blog kepada seluruh civitas bukan jaminan semua akademia akan membuat blog post dan membagi seluruh pengalaman, pengetahuan, kemampuan kepada orang lain.

Materi untuk lomba blog Unair

 

Advertisements

Swimming Lesson

Yes, I’m back to hit the pool again after a long pause. That was not so bad, cos we found a cozy clean sport center. Yup, ini hasil browsing selama 2 tahun sebelum memberanikan diri untuk bilang ‘yah aku harus berenang lagi’. Memang bukan perenang profesional, tapi buat rileks dan sedikit gerak2in badan bolehlah ambil renang sebagai solusi, ditambah ada beberapa teman yang secara bergantian ikut meramaikan kolam. Pilihan sport center jatuh pada Atlas sport club, di deket kampus tempat kerja (yang hanya ditempuh 10 menitan). Kita datang ke pool at least seminggu sekali, waktu tentatif karena kita sangat disibukkan dengan pekerjaan. Jadi jadwal yang sudah kita rencanakan yakni seminggu sekali sering meleset menjadi 2 minggu sekali, kadang bisa sampe sebulan ga ‘mandi’.

Mengenai tempat, atlas memang nyaman dan bersih, kolam renang semi indor sangat luas sehingga banyak spot yang bisa digunakan tanpa terganggu dan mengganggu yang lain. Sedangkan untuk yang indoor, juga sangat nyaman, namun seringkali banyak digunakan untuk latihan renang dan ini sangat menggangu. Untuk kolam indor, harusnya ada tali lintasan sehingga bisa dijadikan pembatas dan memudahkan perenang untuk excersice. Harusnya atlas juga menyediakan 2 pool yang berbeda, satu untuk latihan renang (biasanya dangkal) sedangkan satu lagi buat yang sudah bisa berenang sehingga tidak saling ganggu. Dalam kasus yang sering terjadi, banyak yang latihan bereanang mengambil jalur pendek (memotong lintasa panjang) dan ini yang menjadikan kurang nyaman.

Untuk fasilitas ruang ganti dan shower sangat bersih dan nyaman dengan jumlah kamar mandi yang banyak, loker juga tersedia di dalam ruang ganti. Jadi overall buat tempat latihan berenang dan berolahraga (renang) di atlas pool sangat direkomendasikan.

Untuk urusan gaya berenang, my fave is free and breast stroke. Kalo untuk gaya punggung masih belum pede hehe, apalagi gaya kupu-kupu. nah untuk melengkapi ke-empat gaya dalam berenang waktu itu, sewa pelatih renang yang khusus melatih hanya gaya kupu-kupu, sedangkan teman latihan dari awal, yakni gaya dada. Karena memang yang aku ga bisa yah si kupu-kupu ini, makanya penasaran banget. Untuk kursus, kita bayar dimuka 200.000, untuk 4 kali pertemuan @1 jam, yang akan expired dalam waktu 2 bulan.

Hasilnya?krn memang susah, gaya kupu-kupu yang aku punya masih jauh dari sempurna, secara hanya 4 kali latihan, dan memang menantang sekali. Ditambah teknik berenang yang masih banyak salah disana-sini menjadikan latihan kupu-kupu kurang efektif, dan sampai detik ini, masih belum pede kalo practice tuh gaya tanpa guru. Next time mau coba les berenang lagi, dengan gaya yang sama, butterfly…..

Love your environment

seberapa cinta kita pada lingkungan??well, jawabannya bisa macam-macam, tergantung awareness kita terhadap lingkungan, lingkungan sekitar, serta adanya aturan berkenaan dengan lingkungan. kalo kita lihat di indonesia, kecintaan terhadap lingkungan bisa dikatakan kurang, buktinya, banyak tempat-tempat kotor penuh sampah, sungai dan selokan mampat, polusi dimana-mana, dan penggunaan plastik yang berlebihan. itu hanya sebagian kecil contoh, dan ketika kita hidup didalamnya mungkin sudah merasa terbiasa dengan hal itu. when economic is the main concern. however, ketika pergi ke negara-negara maju, misalnya swedia, betapa mereka sangat mencintai lingkungan sangat terlihat.berikut adalah hal-hal yang bisa dilihat disini mengenai cinta lingkungan.

sepeda, banyak sekali ditemui orang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi favorit, tidah perlu ketemu sepeda mahal-mahal, just usual bike. mereka juga sangat tertib ketika bersepeda yakni dengan menggunakan helm, bel dan rem yang aktif, dan melewati jalur sepeda. tentu saja pemerintah tidak tinggal diam, pesepeda ini difasilitasi dengan jalur sepeda yang cukup luas sepanjang jalan-jalan kota dan rural area.

jalan kaki, banyak orang yang suka jalan kaki untuk pergi ke satu tempat ke tempat yang lain, karena kanan-kiri sangat indah dan bersih serta jalan pedestrian yang aman menjadikan jalan kaki adalah kegiatan yang aman, nyaman, sehat, dan refreshing.

less of plastic bag, banyak toko-toko yang menyediakan paper bag (meski agak mahal, tapi ini adalah alternatif yang baik bagi lingkungan) atau para kasir selalu menanyakan perlu plastic bag atau tidak, dan seringkali mereka tidak menyediakan plastic bag.

recycle, kegiatan konferensi biasanya terkait dengan hal-hal mewah, tetapi disini ada pengalaman unik, ketika ada satelit meeting di boras, setiap peserta menerima name tag dengan talinya, dan apa yang terjadi, nama hanya ditulis pada kertas sisa dengan spidol, begitu juga dengan tali-nya. banyak menggunakan pinsil refill, so selain bisa long lasting tinggal isi, juga ga sering2 membuang bahan plastiknya.

air minum kemasan, wah jangan harap ketemu banyak jenis air minum kayak di indonesia, disini air tab ternyata bisa diminum, so mereka menekan produksi air minum kemasan untuk program cinta lingkungan. jadi jarang sekali melihat orang membawa botol minuman (unlike in melbourne). dan jangan harap ketemu toko-toko jual air minum kemasan kecuali di toko-toko besar. bungkus keripik kentang juga sebagian dari kertas, meskipun ada yang dari plastik juga.

itulah salah satu bentuk langkah kecil yang jika diterapkan sejak dini akan memberikan efek yang sangat significan in the future.

Red, it’s not a STOP sign (anymore)

I think it’s commonly known that red light mean STOP, that is an international standard when you see the red light you should stop your vehicle. But, in Surabaya, red doesn’t mean you should stop and let other vehicle on your opposite to go. Unlike in modern city, like Melbourne, where surveillance cameras are operated throughout the highway,  Surabaya is relying on police officers to control the traffic. The police officers usually stand in the busy junction to watch and control the vehicles, particularly during the peak times. The result is, when the polices are there nobody dare to break the red light because the police will fines you, however, when they are not there there are many vehicles that cross the red light, with high speed of course.

Yes, crossing the red light is very dangerous both for the driver and the pedestrian. Red light has function to control the traffic and allow the pedestrian to cross the street safely. But, it doesn’t works like that, pedestrians right to use the road is raped by the irresponsible drivers. They should ensure that the road is totally safe before they cross, even when the green sign for pedestrian is on, it is not guarantee that they can walk.

I think that attitude has become a behavior for many drivers, maybe they don’t have any respect to other road users, or just they tired with the jam and the crowded road. For me, become a good road user is very hard in here unless all drivers have good driving attitude and respect each other. However, my hubby always tries to become a good driver (even though some times one or two, he broke some rules but not the RED LIGHT)

Home sweet home

Since I moved to the new home last week, I still can’t feel comfortable to live in there. Yeah I admitted that the home is our dream home, not so big, in peaceful environment, clean and secure, and located in the heart of the city. The problem occurs when I should move to that new home, it’s a little bit weird that I can’t sleep well at night, always wanna go back to my old home (my parent’s home), and never miss the new home. Still curious why those things happen, maybe: I used to live in very big house, with many people (brother and sister), with high speed internet connection, and the most important thing is the noise, yup there are so noisy at my parent home. However, in the new home, we live just two of us, small space, no land phone and internet connection, no surprises and noises. So very different.

I hope I can cope with all the new stuffs and feel comfortable with new home. amin.

Facebook fever

‘Do you have facebook?’ my husby ask me in one day,

and I replied shortly ‘Nope’.

He asked me then,’ why you don’t have one but everybody does?’

and I said ‘why should I have one, since I still can’t find any advantages from it?’

He continued, ‘connect to facebook is lifestyle at this moment, in which everybody has facebook account’

In fact that I teach about the community informatics and community network as one of the lecture topics at class, I feel very familiar with that social networking stuff. I also have two accounts in Friendster and myspace a few times ago, but inactive at the time. There are some advantages to have account in social bookmark like facebook, friendster, myspace or whatever, where people can connect with old friends, relatives, new friends, to exchange information about their activity. I still can’t found any big problem with the social bookmark except the possibility of personal information theft or eavesdropping, but until now I never experience such a internet crime, hopefully never ever.

so, it is not bad to have account on the social networking site, maybe I will try those thing someday..:)

Toilet tissue vs chili sauce

This is not the first time I have bad experience with public toilet, from the dirty and smelly toilet, small space toilet, bad toilet interface and instruction, or run out of toilet tissue, or spent some money for toilet tissue. I understand that public toilet that is used by many people from out of nowhere may cause those problems. I’m not such a clean freak person, but I’m still concern about the cleanness of the toilet. In Surabaya, I’m experiencing a very bad moment with public toilet. First, when I went to one of mall in Surabaya, and suddenly I wanna pee then I ran to the nearest toilet, I choose one toilet and closed the door then started to pee, after that, I’m a bit confused because I can’t found any toilet tissue that usually hanging on the wall. Damn, no tissue means yaiks…$%^%*…

a moment later, I ran to the toilet keeper, and I was so angry to that girl because she must be forget to fill in the toilet tissue, but I was surprise when she said that I need to talked to her if I need some toilet tissue before I entered the toilet and pay IDR.500 for the that. Then with a sulking face I left the toilet and still mumbling angrily. 

My second experience with the toilet tissue is when I decided to pee in the mall’s toilet, but this time I’m aware about the toilet tissue matter and before entering the toilet I asked the toilet keeper about the toilet tissue, and thanks god she said that I need to pay IDR 500 to buy  a pack of toilet tissue…fiuh… another one, you should spent 500 rupiah for toilet tissue in Surabaya public toilet, what a unnecessary spent, for the thing that should be free.

Another interesting experience is about chili sauce in some fast food restaurant in Melbourne. For whom like to eat spicy you should spent 50 cent for a sachet chili sauce, this is not a big deal though but a bit irritating. So every time you dine at Mcdonald, KFC, or any other fast food restaurant you should spent more money for chili sauce, something that should be free or extra when you buy their food.

Those situation, are happened in two different location, In indonesia toilet tissue is quite expensive thing and maybe public toilet cannot afford to supply a big number of toilet tissue for public, but in contrast they just give away the chili sauce for free with unlimited volume for the fast food consumer. However, In Australia, tissue toilet is one of basic needs for the people so public toilet should provides toilet tissue without any excuse, but not for chili sauce.

 

toilet-tissue
chili-sauce-mcd

Picture sources:

Battle of the Condiments