Category Archives: life style

Blood Transfusion

Tranfusi darah adalah aktivitas yang akan saya tulis paling akhir jika terkait medical procedure. Tetapi dua bulan lalu, tepatnya 28 Agustus 2019, ketika saya di vonis HB tinggal 5, badan lemas tidak berdata, jalan 50 meter berasa naik gunung berat dan nafas ngos-ngosan, akhirnya saya pasrah untuk dilakukan blood transfusion. Okay, kembali ke empat bulan sebelum blood transfusion, apa yang terjadi? berawal dari bulan puasa minggu kedua, saya mulai haid/menstruasi, seminggu pertama saya anggap normal jika haid belum berhenti, memasuki minggu kedua mulailah saya bertanya-tanya, ada apa ini kenapa masih haid juga, googling tapi belum terarah sehingga saya tidak berasumsi. H-1 lebaran, saya nekad ke UGD RSUD Sidoarjo feels like home hospital hahahha karena klinik banyak yang tutup. Saya diminta ke lantai 2, dan disana diperiksa oleh dokter jaga sepertinya PPDS obgyn, dan di USG seems no problem, kemudian saya diberi vitamin dan tambah darah.

Seminggu setelah lebaran, saya kembali ke dokter SpOG untuk periksa lebih lanjut, alhmadullilah sudah pada buka. Setelah diperiksa diketahui ada miom, sekitar 2.5 cm, itu yang menyebabkan pendarahan, akhirnya saya diberi 4 macam obat (hormonal tapi lupa judulnya, ingetnya mahal saja hahaha). Dokter juga menyarankan untuk makan yang sehat dan olahraga. Setelah dari dokter kemudian haid berhenti, namun tidak lama, paling 2 minggu, kemudian tibalah masa haid, dan seperti biasa lebih dari seminggu, sekitar 2-3 minggu. demikian hingga lama kelamaan saya sering merasa cepat capek, terutama ketika jalan kaki, sering ngantuk,  teman-teman jug abilang saya sangat pucat, dan akhir agustus saya cek ke psukesmas dan test darah ternyata HP tinggal 5 (omg, padahal nomalnya minimal 11 untuk wanita dewasa). Kemudian saya dirujuk ke RSUD ke obgyn, untuk tindakan lebih lanjut. Hari itu sabtu, dan pas ketika tiba di rumah sakit praktek obgyn masih buka, saya langsung konsultasi dan dokter bilang untuk tranfusi hari itu juga, Akhirnya saya pesan kamar dari kelas I saya naik kelas VIP (biasanya anak-anak ikut kemping di rumah sakit).

Dokter memberikan 3 pax darah, yang diinjek selama 2 hari (transfusi darah dilakukan bertahap dan terdapat interval waktu dari kantong pertama ke kedua, dst). Setelah di cek, HB baru naik jadi 9, kemudian ditambah lagi 2 pax, dan tentu saja saya extend sehari di rumah sakit. Ngeri, itu yang saya rasakan ketika melihat darah dari kantong pindah ke tangan saya, but is there any other choice? Anak pertama dan kedua saya juga pernah mendapat tranfusi darah karena HB rendah. Rasanya ketika darah masuk ke tangan, agak ngilu yah, terutama jika jarum infus sudah 3 hari berada di tangan yang sama. I dont like that feeling, jadi ngat para vampire yang butuh darah dengan meminum haha. Alhamdullilah, HB akhirnya naik menjadi 11, dan ketika cek untuk persiapan operasi laparaskopi HB tetap stabil 11, im so happy.

Setelah tranfusi, badan sudah setrong and kuat jalan keliling rumah sakit tanpa ngos-ngosan. Dan ketika di USG, miom masih ada, malah bertambah menjadi beberapa, jadi tranfusi bukan jalan keluar untuk masalah endometrium, karena akar masalah masih ada, dokter sempat menyarankan angkat rahim tapi pada saat itu saya masih menolak, jika angkat miom saja dikhawatirkan akan muncul kembali dikemudian hari. Akhirnya saya putuskan untuk mencari beberapa opini terkait masalah ini. dan hasilnya bisa dilihat di posting saya terkait operasi laparaskopy histerectomy.

Laparaskopi Endometrium, is that scary as we think??

Tidak pernah terpikir olehku bahwa di usia 41 tahun kurang 4 hari aku mendapat hadiah spesial, yakni terbaring dimeja operasi (untuk kesekian kali). Jika sebelumnya adalah tindakan operasi yang dinanti-nanti (sesar/cesar), tapi yang ini sungguh berbeda. Keputusan untuk melakukan laparaskopi memang sangat singkat, hanya butuh waktu 3 hari untuk menentukan hari dan jam operasi. Mengapa demikian? cerita dibalik keputusan operasi itulah yang cukup panjang dan melelahkan. Hari rabu, 30 Oktober 2019, aku dapat semester break kuliah, dan langsung pulang ke Surabaya, niatnya sampe rumah langsung periksa dokter SpOg, tetapai apadaya, badan rasanya capek setelah perjalanan jauh (KL-SUB hanya 2.45 menit) tapi persiapan sebelum ke bandara hingga kerumah butuh waktu lebih panjang dari perjalanan udara. Baiklah aku memutuskan untuk pergi ke dokter keesokan malamnya. Selama ini aku masih mengkonsumsi sunolut untuk menghambat haid, obat ini diresepin SpOg ketika di sunway medical center, Kuala Lumpur (cerita soal sunway terpisah).

Datang ke SpOg juga butuh perjuangan (mungkin makin banyak yah jumlah wanita hamil), harus antri panjang. Ok, tibalah giliranku dipanggil masuk ke ruang periksa, seperti ruang periksa kebanyakan SpOG, disana ada meja konsultasi, kasur untuk periksa dan alat ultrasound (USG) plus monitor. Sebelum diperiksa, dokter menanyakan masalah yang aku alami (fyi, ini adalah dokter pertama aku dan membantu persalinan anak pertama dan konsul hamil anak kedua). Gini dok, terakhir kali saya periksa waktu itu didiagnosa terdapat penebalan endometrium sekitar 1.6 cm, dan keesokan harinya saya harus terbang ke Kuala Lumpur untuk study, seminggu kemudian saya menstruasi dan minggu kedua menstruasi saya periksa ke SpOG di Kuala Lumpur, disana saya juga di USG dan hasil menunjukkan ada penebalan kurang lebih sama dengan waktu diperiksa di Indoensia. Akhirnya dokter di Sunway menyarankan pada saya untuk melakukan tindakan biopsy (kuret) sepulang saya di Indonesia, dan untuk menghentikan pendarahan dokter memberi saya sunolut untuk 2 minggu. Selanjutnya, dokter kemudian meminta aku untuk ke meja periksa dan melakukan USG di vagina (bukan di perut lagi) dan ternyata penebalan tidak berkurang malah bertambah menjadi 2.8 cm.

Ada opsi dari dokter untuk melakukan terapi hormon melalui injeksi yang dilakukan selama dua bulan sekali, injeksi dilakukan sebulan seklai untuk menipiskan endometrium tadi, selanjutnya akan dilakukan biopsy untuk melihat apakah penebalan tersebut mengandung sel berbahaya (ganas). Mendengar itu rasanya bikin dag dig dug, oya, selain ada penebalan dinding rahim aku juga memiliki miom (ukurannya lupa, karena fokus pada penebalan tersebut). Akupun bertanya, apa yang terjadi jika diketahui ada keganasan? dokter bilang angkat rahim. Pikiranku langsung menyambung angkat rahim berarti tidak bisa mens, berarti menopuse, jika menopuse berarti sudah tidak memiliki gairah seksual lagi (hihihi kok masih inget saja untuk urusan itu yah hahah). Dokter kemudian menjelaskan panjang lebar, bahwa yang diangkat hanya rahim, tetapi indung telur tetap ada. Kemudian, dokter bagaimana jika saya langsung operasi? (mengingat kesibukan kuliah di awal semester yang takutnya mengganggu proses terapi, saya juga sudah tidak bisa punya anak lagi karena setelah anak ketiga langsung di steril), setelah diskusi panjang lebar, akhirnya disepakati saya akan operasi, dan dokter memberi cek list medical cek up yang harus saya jalani keesokan harinya.

Malam hari aku puasa, sejak pukul 12 malam, paling hanya minum yah. Jam 9 pagi aku menuju parahita lab untuk cek darah lengkap, urine, thorax, dan eng ing eng HIV test. HIV test bikin saya nervous sampai tidak bisa tidur, kenapa? karena 2 bulan sebelumnya saya sempat transfusi darah sebanyak 5 pax. Meskipun ditulis bahwa darah dari donor sudah di screening dengan ketat, tetapi rasa deg-degan tetap ada. Malam hari hasil test jadi, dan alhamdullilah semua dalam kondisi ok, termasuk yang saya takutkan juga negatif. Besok malam, kontrol lagi ke dokter, dan dokter bilang semua normal, jadi bisa lanjut ke tindakan operasi. Kapan rencana operasi? haha saat itu rasanya speechless, I said as soon as posible karena tanggal 12 November saya harus kembali ke KL, dan saya ingin operasi yang cepat recoverynya sehingga saya bisa langsung beraktivitas. Akhirnya dipilih hari senin tanggal 4 November, dan tanggal 3 sore saya harus sudah masuk rumah sakit. I did medical procedure in RSUD Sidoarjo, my fave feel like home hospital (lebay)….dan tanggal 4 itu saya harus jemput pembicara konferensi di bandara juanda, ikut sebagai host gala dinner pra konference malam harinya, dan tanggal 5 jadi moderator plenary session dan invited speaker di international conference, tanggal 6 menjadi PIC workshop smartPLS. Semua saya cancel mendadak karena operasi ini, dan mohon maaf yah teman-teman.

Senin pagi, habis subuh aku sudah mandi, keramas, bab, dan tetap masih puasa. Jadi setiap mau operasi inginnya menyiapkan diri semaksimal mungkin, karena itu akan mempengaruhi after match haha. Pukul 9 pagi, tidak disangka my best fellow come to visit yey…so happy mereka menyempatkan diri untuk menengokku disela-sela kesibukan departemen yang super crowded. Pukul 9.30 perawat sudah datang untuk membawa aku ke ruang operasi, diikuti oleh suami dan dua kolega tersayang. Kita berpisah di pintu ruang operasi. Selama di ruang tunggu, aku sudah tiduran, sekitar pukul 10 dokter SpOG datang to talk n make a confirmation about the procedure, I agree. Selanjutnya aku dibawa masuk ke ruang operasi, tidak asing dengan ruangan operasi (sudah 3 kali operasi sesar di rumah sakit yang sama), dingin, bersih, banyak alat-alat, dan ada beberapa perawat yang selalu ngajak bercanda (biar aku nggak nervous). Kemudian, dokter anestesi datang dan talk for a while, tapi aku sudah baca dan mendapat konfirmasi mengenai jenis bius yang akan aku dapatkan, yes bius umum or bius total.

Okay, aku sempat tanya pukul berapa sebelum disuktik bius melalui selang infus, kayaknya sekitar pukul 10 pagi, setelah disuntik, saya sempat bertanya kapan saya mulai tidak sadar? saya masih dengar jawaban 3 menit, tapi kenyataannya, itu adalah kata-kata terakhir yang saya dengan di ruang operasi hahahhaha….oya sebelum dibius perawat bilang saya akan dipasang kateter, alat bantu nafas, dan selang yang dimasukkan melalui hidung ke lambung, tapi semua alat tersebut dipasang setelah saya tidak sadar (alhamdullilah jadi tidak merasa ngilu).

Dingin, itu yang aku rasakan ketika pertama kali membuka mata di ruang pemulihan, langsung mataku berputar keseluruh ruangan, mencari jam, karena penasaran, sudah berapa lama aku tertidur. Ternyata jam menunjukkan pukul 15an, masih belum 15.30, but not so sure 15 lebih berapa. sambil merintih memanggil mbak perawat to warn them that I wake up, I said i feel cold (padahal sudah ada 3 selimut haha) kemudian saya dikasih lampu penghangat (so warm), but penderitaan belum dimulai sepenuhnya, punggung dan kaki terasa capek, saya pengen miring tapi perut masih agak ngilu. Sepertinya capek tersebt karena aku ada diposisi telentang dalam waktu yang lama. Ketika aku raba perut, oh terdapat 4 buah plaster kecil-kecil, berarti ada 4 lobang yang telah dibuat. Aku tidak merasa pusing, mual dan yang lain-lain alhamdullilah, berarti persiapan pra operasi sudah ok (puasa), padahal sebelum masuk rumah sakit sempat makan richeese level 5, yang akhirnya ga bisa habis karena super spicy.

Satu jam kemudian, aku dipindahkan ke ruang rawat inap, aku bisa pindah sendiri dari bed satu ke lainnya (ini yang nggak bisa aku lakukan ketika operasi sesar), kemudian perawat membawa ke ruang rawat inap sambil tetap merasa ngantuk. Di ruangan ternyata tidak ada orang, anak-anak sedang dikirim pulang, mama juga istirahat pulang ke rumah, dan pas saya bisa lanjut tidur sore itu hingga waktu magrib. Tenggorokan agak kering, seperti ada dahak tapi tidak bisa keluar, but its not disturb me a lot, yang mengganggu adalah kateter hahaha, memang aku masih belum boleh turun dari bed, jadi yah still lying down dan menunggu benar-benar pulih. Habis magrib semua pada datang, anak-anak, mama, suami, adik-adek, ponakan, ramenya, karena laparaskopi hanya meinggalkan luka kecil, jadi aku tidak merasa sakit sama sekali, so nice, jadi tetap bisa bercanda dan tetap bisa ganti-ganti posisi.

Saya diijinkan pulang dua hari kemudian karena ada obat yang harus disuntikkan mellaui infus seperti antibiotik dan pereda nyeri. Kateter dilepas sehari setelah operasi, it was nice. Setelah pulang, kontrol lagi seminggu kemudian. 4 hari setelah operasi saya harus pergi keluar kota, Garut tepatnya dengan kerata api PP, memang acara ini sudah kita agendakan jauh hari, disana kita melakukan kunjungan kekeluargaan ke rumah suami adek bungsu kita, alhamdullilah selama perjalanan lancar termasuk luka operasi saya, dan tidak ada rasa sakit yang kentara, yang aku hindari selama seminggu adalah mengangkat beban berat, yang lainnya normal saja, jalan, duduk, jongkok, mandi, makan semoa normal. 8 hari setelah operasi saya kembali ke KL, meski capek selama perjalanan tetapi it is okay, saya tidur selama 2 hari setelah sampai KL karena rasanya lelah sekali.

Jadi laparaskopi yang saya lakukan selain mengambil miom juga mengangkat rahim yang mengalami penebalan, hasil lab menyatakan berat total produk yang diambil seberat 350 gram, miomnya sih kecil juga. Dan hasil lab alhamdullilah dinyatakan tidak mengandung keganasan. Ini pertama kali saya melakukan laparaskopi, dan saya merasa it was awsome, baik dokter, perawat, dan teknologi, tentu yang tidak kalah penting kemudahan ini bisa terjadi atas kehendak Allah. Terima kasih juga untuk suami yang selalu menunggu ketika aku dirumah sakit, taking care trio ketika uti dan yangti belum datang, dan selalu kena cerewetku tiap sakit. Uti dan yangti yang selalu perhatian, sodara dan teman yang selalu mensupport. Terima kasih juga untuk doa-doanya.

Setelah laparaskopi, saya tidak mengalami pendarahan lagi, padahal sebelumnya selalu pendarahan dan saya sempat tranfusi darah karena HB rendah menyentuh 5. Jadi laparaskopi is not that scary, sementara ini solve my endometrium problem, im so happy with the result. Oya, saya laparaskopi dengan asuransi BPJS, meskipun ada penambahan biaya karena naik kelas, but still BPJS is awsome too. Thank you.

Berikut adalah penampakan video laparoscopic hysterectomy, tapi ini sudah menggunakan robot yah, setidaknya begitulah gambarannya. Banyak video sih, tapi saya suka yang ini, so enhance, oya, saya juga dapat flasdisk proses laparaskopy juga, tetapi untuk sementara belum bisa di share.

 

 

 

Blogging UNAIR, dan hobi yang terlupakan

Menulis blog merupakan salah satu aktivitas favorit saya sejak lama, meskipun kesibukan di kampus sempat menghentikan kegiatan menulis diary online ini selama kurang lebih 2 tahun. Menulis blog sudah saya lakukan sejak munculnya weblog pada awal tahun 2005, waktu itu masih menggunakan friendster (lupa nama blognya), waktu itu isinya hanya seputar aktivitas sehari-hari yang lucu, konyol, sedih, marah, dan kecewa.  Kemudian ketika friendster berlangsung memudar dan ditutup, maka kegiatan blogging beralih ke WordPress sejak tahun 2006, saat itu belum ada sosial media seperti sekarang ini. Selain WordPress,  sempat pula memiliki private picture blog yang tidak untuk konsumsi publik, dan tentu saja blog civitas UNIVERSITAS AIRLANGGA dengan alamat http://noveanna-fisip.web.unair.ac.id/. Jika blog WordPress banyak berisi daily activity, lain halnya dengan blog UNAIR dimana isinya banyak terkait materi kuliah, tugas kuliah mahasiswa, lowongan pekerjaan dibidang perpustakaan, dan call for papers. Mengapa suka menulis di weblog? sebetulnya yang paling menyenangkan bukan ketika menulis konten blog melainkan ketika membaca kembali kejadian/peristiwa yang pernah terjadi, dan dengan menulis kita jadi ingat banyak hal akan peristiwa dalam hidup kita. Selain itu, blogging menyenangkan karena basicly i love to share, share any information about my experience.

Memanfaatkan fasilitas blog dari Unair

Memanfaatkan fasilitas blog dari Unair

Pada awalnya, blogging saya lakukan secara rutin, minimal seminggu sekali posting something fun or akademik, ternyata, banyak hal yang berhasil menghambat untuk sekedar say hello di blog. Seiring berjalannya waktu, bahkan sampe lupa password dan username of my blog. Tidak pernah membuka lagi, dan sudah lama tidak membaca postingan, melihat foto, dan cek komentar. Ditambah pula dengan akun blog yang di-suspended oleh web hosting karena lupa belum dibayar biaya tahuannya.

Finally, the momment is coming, 2 minggu lalu sempat membayar dan mengaktifkan kembali blog pribadi, juga sudah meminta mahasiswa melakukan blog posting untuk tugas mata kuliah jejaring informasi perpustakaan, dan yang terakhir baca di postingan group WA Fakultas Vokasi AIRLANGGA UNIVERSITY bahwa ada blogging competition 2016, hahaha what’s a coincident dimana hobi untuk ber-blogging ria bisa tumbuh lagi.

Blogging di UNAIR memang bukan merupakan hal baru, melainkan sudah lama digagas, UNAIR menyediakan akun blog civitas kepada seluruh mahasiswa dan dosen yang bisa
digunakan untuk knowledge sharing dan membangun pofile ilmiah. Namun sayang, tidak banyak civitas akademia Unair yang memanfaatkan blog civitas, hanya beberapa saja. Ternyata teknologi tidak selamanya membantu menyelesaikan masalah, jika tujuan utama adanya blog adalah untuk berbagi pengetahuan, maka dalam hal ini membagikan blog kepada seluruh civitas bukan jaminan semua akademia akan membuat blog post dan membagi seluruh pengalaman, pengetahuan, kemampuan kepada orang lain.

Materi untuk lomba blog Unair

 

Swimming Lesson

Yes, I’m back to hit the pool again after a long pause. That was not so bad, cos we found a cozy clean sport center. Yup, ini hasil browsing selama 2 tahun sebelum memberanikan diri untuk bilang ‘yah aku harus berenang lagi’. Memang bukan perenang profesional, tapi buat rileks dan sedikit gerak2in badan bolehlah ambil renang sebagai solusi, ditambah ada beberapa teman yang secara bergantian ikut meramaikan kolam. Pilihan sport center jatuh pada Atlas sport club, di deket kampus tempat kerja (yang hanya ditempuh 10 menitan). Kita datang ke pool at least seminggu sekali, waktu tentatif karena kita sangat disibukkan dengan pekerjaan. Jadi jadwal yang sudah kita rencanakan yakni seminggu sekali sering meleset menjadi 2 minggu sekali, kadang bisa sampe sebulan ga ‘mandi’.

Mengenai tempat, atlas memang nyaman dan bersih, kolam renang semi indor sangat luas sehingga banyak spot yang bisa digunakan tanpa terganggu dan mengganggu yang lain. Sedangkan untuk yang indoor, juga sangat nyaman, namun seringkali banyak digunakan untuk latihan renang dan ini sangat menggangu. Untuk kolam indor, harusnya ada tali lintasan sehingga bisa dijadikan pembatas dan memudahkan perenang untuk excersice. Harusnya atlas juga menyediakan 2 pool yang berbeda, satu untuk latihan renang (biasanya dangkal) sedangkan satu lagi buat yang sudah bisa berenang sehingga tidak saling ganggu. Dalam kasus yang sering terjadi, banyak yang latihan bereanang mengambil jalur pendek (memotong lintasa panjang) dan ini yang menjadikan kurang nyaman.

Untuk fasilitas ruang ganti dan shower sangat bersih dan nyaman dengan jumlah kamar mandi yang banyak, loker juga tersedia di dalam ruang ganti. Jadi overall buat tempat latihan berenang dan berolahraga (renang) di atlas pool sangat direkomendasikan.

Untuk urusan gaya berenang, my fave is free and breast stroke. Kalo untuk gaya punggung masih belum pede hehe, apalagi gaya kupu-kupu. nah untuk melengkapi ke-empat gaya dalam berenang waktu itu, sewa pelatih renang yang khusus melatih hanya gaya kupu-kupu, sedangkan teman latihan dari awal, yakni gaya dada. Karena memang yang aku ga bisa yah si kupu-kupu ini, makanya penasaran banget. Untuk kursus, kita bayar dimuka 200.000, untuk 4 kali pertemuan @1 jam, yang akan expired dalam waktu 2 bulan.

Hasilnya?krn memang susah, gaya kupu-kupu yang aku punya masih jauh dari sempurna, secara hanya 4 kali latihan, dan memang menantang sekali. Ditambah teknik berenang yang masih banyak salah disana-sini menjadikan latihan kupu-kupu kurang efektif, dan sampai detik ini, masih belum pede kalo practice tuh gaya tanpa guru. Next time mau coba les berenang lagi, dengan gaya yang sama, butterfly…..

Love your environment

seberapa cinta kita pada lingkungan??well, jawabannya bisa macam-macam, tergantung awareness kita terhadap lingkungan, lingkungan sekitar, serta adanya aturan berkenaan dengan lingkungan. kalo kita lihat di indonesia, kecintaan terhadap lingkungan bisa dikatakan kurang, buktinya, banyak tempat-tempat kotor penuh sampah, sungai dan selokan mampat, polusi dimana-mana, dan penggunaan plastik yang berlebihan. itu hanya sebagian kecil contoh, dan ketika kita hidup didalamnya mungkin sudah merasa terbiasa dengan hal itu. when economic is the main concern. however, ketika pergi ke negara-negara maju, misalnya swedia, betapa mereka sangat mencintai lingkungan sangat terlihat.berikut adalah hal-hal yang bisa dilihat disini mengenai cinta lingkungan.

sepeda, banyak sekali ditemui orang menggunakan sepeda sebagai alat transportasi favorit, tidah perlu ketemu sepeda mahal-mahal, just usual bike. mereka juga sangat tertib ketika bersepeda yakni dengan menggunakan helm, bel dan rem yang aktif, dan melewati jalur sepeda. tentu saja pemerintah tidak tinggal diam, pesepeda ini difasilitasi dengan jalur sepeda yang cukup luas sepanjang jalan-jalan kota dan rural area.

jalan kaki, banyak orang yang suka jalan kaki untuk pergi ke satu tempat ke tempat yang lain, karena kanan-kiri sangat indah dan bersih serta jalan pedestrian yang aman menjadikan jalan kaki adalah kegiatan yang aman, nyaman, sehat, dan refreshing.

less of plastic bag, banyak toko-toko yang menyediakan paper bag (meski agak mahal, tapi ini adalah alternatif yang baik bagi lingkungan) atau para kasir selalu menanyakan perlu plastic bag atau tidak, dan seringkali mereka tidak menyediakan plastic bag.

recycle, kegiatan konferensi biasanya terkait dengan hal-hal mewah, tetapi disini ada pengalaman unik, ketika ada satelit meeting di boras, setiap peserta menerima name tag dengan talinya, dan apa yang terjadi, nama hanya ditulis pada kertas sisa dengan spidol, begitu juga dengan tali-nya. banyak menggunakan pinsil refill, so selain bisa long lasting tinggal isi, juga ga sering2 membuang bahan plastiknya.

air minum kemasan, wah jangan harap ketemu banyak jenis air minum kayak di indonesia, disini air tab ternyata bisa diminum, so mereka menekan produksi air minum kemasan untuk program cinta lingkungan. jadi jarang sekali melihat orang membawa botol minuman (unlike in melbourne). dan jangan harap ketemu toko-toko jual air minum kemasan kecuali di toko-toko besar. bungkus keripik kentang juga sebagian dari kertas, meskipun ada yang dari plastik juga.

itulah salah satu bentuk langkah kecil yang jika diterapkan sejak dini akan memberikan efek yang sangat significan in the future.

Red, it’s not a STOP sign (anymore)

I think it’s commonly known that red light mean STOP, that is an international standard when you see the red light you should stop your vehicle. But, in Surabaya, red doesn’t mean you should stop and let other vehicle on your opposite to go. Unlike in modern city, like Melbourne, where surveillance cameras are operated throughout the highway,  Surabaya is relying on police officers to control the traffic. The police officers usually stand in the busy junction to watch and control the vehicles, particularly during the peak times. The result is, when the polices are there nobody dare to break the red light because the police will fines you, however, when they are not there there are many vehicles that cross the red light, with high speed of course.

Yes, crossing the red light is very dangerous both for the driver and the pedestrian. Red light has function to control the traffic and allow the pedestrian to cross the street safely. But, it doesn’t works like that, pedestrians right to use the road is raped by the irresponsible drivers. They should ensure that the road is totally safe before they cross, even when the green sign for pedestrian is on, it is not guarantee that they can walk.

I think that attitude has become a behavior for many drivers, maybe they don’t have any respect to other road users, or just they tired with the jam and the crowded road. For me, become a good road user is very hard in here unless all drivers have good driving attitude and respect each other. However, my hubby always tries to become a good driver (even though some times one or two, he broke some rules but not the RED LIGHT)