Category Archives: school

Jangan takut dapat nilai jelek

selama 2 minggu kebelakang kita disibukkan dengan masalah nilai, yak betul, nilai adalah sesuatu yang paling dinanti dan bikin deg-deg-an semua mahasiswa mulai dari yang baru masuk bahkan yang sudah mau selesai. Sebetulnya banyak mahasiswa yang salah kaprah soal nilai ini, misalnya, menganggap nilai adalah segalanya, jadi kalo dapat nilai yang bukan A langsung down dan menganggap itu salah. Banyak juga yang belum sadar bahwa nilai ini adalah salah satu ukuran yang digunakan untuk merumuskan apakah seseorang telah berhasil mencapai output yang diinginkan. dan tidak jarang nilai malah membelenggu seseorang, sehingga membuat mereka stress, takut, cemas, kecewa, dst.

Menurut saya, memang betul jika baik buruknya nilai yang di dapat bisa dijadikan tolok ukur bahwa seseorang telah mampu mencapai hasil yang diinginkan dalam pembelajaran atau mampu mencapai kompetensi yang diinginkan. tetapi tidak jarang juga sistem penilaian yang kurang pas sehingga sasaran yang ingin dicapai jadi lepas. Biasanya sistem penilaian dalam perkuliahan dilakukan secara transaparan, dalam artian bahwa mahasiswa mengetahui prosentase penilaian melalui tugas-tugas, presentasi, soft skill, ujian tengah dan akhir semester, sehingga di akhir semester mereka bisa mengkalkulasi secara kasar perolehan hasil mereka dengan catatan jika hasil tugas, presentasi, dll dikembalikan dan diberi feedback.

Nilai kecil bukanlah akhir dari segalanya, yah inilah motto saya, bahwa tidak ada yang sempurna, sekali-kali dalam kuliah bolehlah dapat nilai D atau E (fail), hehe, bukan berarti saya pendukung nilai jelek, tapi dengan itu kita bisa merasakan sakit, kecewa, dan dari sini bisa belajar bahwa dalam kehidupan sangat banyak sekali alternatif yang memungkinkan kita berada di suatu posisi tertentu. jadi intinya, jangan takut dapat nilai jelek, yang penting adalah kita bisa dan mampu belajar dari nilai jelek tersebut.

Popular writing pt2

fiuh, I think I’m not a good writer. I can’t wrote with ‘heart’…because that’s the point of the opinion writing. Yesterday was the final of the workshop, and we presented some of our articles, because we only have two hours. Since our background is lecturer, so many of us were trapped to the journal article style, that newspaper didn’t want it. Newspaper style is simple and dense, and need some emotions.

So, I take the challenge to wrote an opinion article, and the result … haha..that was so..so bad. But there are one or two people on the workshop that have true talent to wrote that kind of articles, even though they admitted that was her first writing. Well done for them. Maybe next time I will learn about that…popular writing…

special thanks to fisip UA and kompas (redaksi opini), and my ka-dept who invited me to attend this workshop.

The power of famous five

Famousfive3Sebenarnya dikeluarga tidak ada budaya membaca yang kuat, tetapi entah mengapa sejak SD saya sudah berkenalan dengan perpustakaan dan suka sekali meminjam buku diperpustakaan sekolah, meskipun masih sebatas buku-buku cerita. Dan sejak dari SD saya selalu memiliki angan-angan ingin bersekolah ke luar negeri, tetapi saat itu belum tahu kemana tujuannya. Sejak masuk SMP yang lokasinya di pusat kota, kegiatan ke perpustakaan semakin meningkat terutama ke perpustakaan umum, dan disinilah saya berkenalan dengan pengarang novel anak-anak asal Inggris enyd blyton. Saya sering membaca koleksi enyd blyton terutama lima sekawan (famous five), bahkan saya selalu mencari edisi lima sekawan lainnya.

Meskipun tidak ingat secara pasti, novel lima sekawan mana yang saya baca pertama kali, tetapi saat itu yang muncul dibenak saya ketika membaca buku tersebut adalah bagaimana keceriaan, petualangan, dan keindahan suasana desa-desa di Inggris digambarkan melalui cerita-cerita. Bahkan ada cerita yang sangat menarik yakni kegiatan berkemah dibukut-bukit, bersepeda, misteri, dan piknik, kue-kue, acar bawang, ice-cream, dan kebandelan-kebandelan tentu saja. Diceritakan juga Inggris adalah negara yang menarik, hangat, ramah, dan penuh petualangan. Seringkali saya mendapatkan inspirasi dari cerita-cerita tersebut, kegiatan outdoor terutama, karena kebanyakan kegiatan yang dilakukan oleh lima sekawan adalah kegiatan luar rumah yang penuh dengan keceriaan.

Sampai saya menginjakkan kaki dibangku kuliah saya masih senang membaca-baca kembali karya-karya enyd blyton tersebut, ditambah dengan koleksi novel lainnya yang tidak kalah serunya. Dan ketika saya memiliki kesempatan untuk melanjutkan post-graduate program ke Australia, saya pun tidak ketinggalan untuk mengoleksi novel-novel enyd blyton dengan versi bahasa Inggris. menurut saya, ini akan menjadi bacaan wajib bagi anak-anak saya nantinya. Karena banyak hal yang ditawarkan oleh novel tersebut, dan imajinasi kita untuk melihat dunia luar sangat tergambar dengan jelas disini.

Tentu saja, ini adalah salah satu motivasi yang kuat untuk melihat dunia luar (apakah sama dengan yang ada dicerita), sekolah asrama dan kemandirian sangat kental disana. Enyd blyton memberikan motivasi tanpa lekang oleh waktu melalui cerita-ceritanya yang semuanya memberikan nuansa positif, dan sampai saat ini saya masih sangat berharap memiliki kesempatan untuk melanjutkan studi ke Inggris, dan merasakan petualangan ala lima sekawan.

photo from: wikipedia

Blog Competition Banner

English as a second language

Speaking English when it is not your primary language is very challenging as well as confusing. People tends to made a mistake either during the conversation or writing. This is my experience as a user of English as my second language. I know some English words when I study in elementary, I continued to study English more seriously on high school for six years. Following that, I never touch any English class or lesson when during I pursue my bachelor degree. A few years after graduated from university, I’m starting to study English because I have a plan to continue study overseas. Finally, I got the scholarship to an English speaking country. It was so amazing experience, nervous, afraid, not confidence, and challenging moment. 

Now I go back to my beloved country and work as a lecturer in university. I started to think what sort of language that I should use during the lecture. I decide to use my mother language because it is easier for me, and I can explain the material more clearly. One of my lecturer in the university where I studied before, said that my english ability is a good commodity to deliver a lecture. But a few weeks ago, I had the opportunity to use english at class, wow, I felt so clumsy and trembling. First experience was always bad, but I think that was a good sign for the future lol. The next lecture I feel a bit comfortable even though there are still many wrong spelling, grammatical errors, and inappropriate vocabularies. I always talk to my self that I’m still learning, and do the best.

the camera

Yesterday was my unlucky day, yep, that was farewell party and gown presentation for international student who graduates this semester but (might not)be able to attend the graduation ceremony next september. We were very excited and enthusiastic at that moment, wearing the graduation gown and was so happy, taking picture all around caulfield campus, and never missed every corner of the historical building. The ‘tragedy’ happened when we were in the caulfield library to take some pictures inside, i brought my camera with confidence of course, first shot was great, second, third….to 28 shots, but, when my friend taken my picture, the camera wont reacts, and there was an order saying that i need to recharge the batteries…oh w%&$#$%*&^….yeah, i missed another special moment. This was my second accident, just because forgot to recharge the camera battery and ensures that the camera’s ready before i used it. 

Nevermind, i still can used my friends camera, but i cant upload the latest graduation photos now, just waiting for my friends to send me some. fiuh….

Exam period

No alarm and no surprises please…(no surprises, radiohead)

items overdue

just open my monash portal this morning, to check e-mail, book loan status, and any new information. i was so surprise when i read ‘9 items overdue’ and ’21 items loan’, i though i only have 3 items overdue last friday, but 9 items? for each overdue item i should pay 50c, not too much if you only have 1 item overdue, but 1 x 50c x  5 days equal to $2.5, plus 8 books x 50c x 2 days equal to $8 so if i return the books today the’ll fined me $10.50, and i already got $10 fined so my total fined will be $20.50, i dont have to pay the fined if it not exceed $25 per academic calender year. but $20.50 is very close to the maximal limit, where i still got 5 items that will due on 2nd of june, 4 items due on 3rd of June, 1 item due on 9, and 2 items due on june 12. i also got 4 items avalibale that need to be picked up and it will expired on 31 of May..gggrrhhhhh should go the library today.

image source: monash university-matheson library http://www.lib.monash.edu.au/assets/images/branches/matheson-library.jpg