Category Archives: work

Perpuseru #1 welcoming

Opening by the MC

Mendapat kesempatan langka untuk mengikuti workshop perpuseru di Jakarta merupakan pengalaman emas yang tidak aka disia-siakan. Berawal dari wa kolega yang merekomendasi saya untuk menggantikan dirinya mengikuti workshop perpuseru sebagai sebagai fasilitator lapangan, karena kolega tersebut akan berangkat umroh, dan tanpa berpikir panjang I said Yes. FYI, seluruh biaya workshop akan ditanggung oleh CocaCola Foundation Indonesia (CCFI). CCFI ini merupakan pelaksana program perpuseru yang didanai oleh Bill & Melinda Gates dibawah payung global library. Jadi selain di Indonesia global library ini juga ada di Vietnam dan Eropa Timur. Programnya adalah melakukan transformasi perpustakaan umum agar lebih berdaya guna dan mampu miningkatkan kuaitas hidup masyarakat.

Suasana sebelum acara

Okay, kembali ke hari pertama. Pembukaan dilakukan di ballromm Merlynn Park Hotel, yah sekitar 10 minit drive dari tempat kita menginap di Grand Mercure Hotel. Pembukaan diikuti 180 fasilitator dari 90 perpustakaan kabupaten di seluruh Indonesia (sabang sampai merauke), kemudian ditambah 28 tim sinergi propinsi. Saat itu saya merasa nothing ketika bertemu para calon perubah perpustakaan desa dari seluruh Indonesia…wow….ini yang saya bilang kesempatan emas…

Foto dulu

ACara dibuka oleh MC yang atractive sehingga bisa menghidupkan suasana, didukung oleh tim dari dwidaya tour yang memberikan briefing di hari pertama tersebut sehingga semuanya jelas. Acara pertama diisi oleh bu Lia, dimana pada sesi ini lebih pada pengenalan seluruh keluarga perpuseru, menyampaikan tujuan kita mengikuti workshop ini, serta pengenalan kegiatan workshop fasilitator. Acara yang berlangsung selama 2 jam ini begitu meriah disertai dengan nyanyian, games, jokes, dan menari hehhe…katanya kalo mau menjadi fasilitator perpuseru harus gila. dan ternyata tim perpuseru bisa membuat 200an peserta ikut hanyut menjadi gila hehe….

Setelah makan siang acara dilanjut dengan materi bu erlin yang menjelaskan mengenai perpuseru dan coca cola foundation. Mengapa kita berada di Jakarta mengikuti kegiatan perpuseru. Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai positif deviance yang bagi saya sangat menarik untuk diterapkan di perpustakaan. Secara singkat positif deviance menjelaskan bahwa penyelesaian sebuah masalah yang muncul disebuah komunitas / masyarakat hanya bisa dilakukan oleh komunitas itu sendiri. Jadi komunitas/masyarakat sudah memiliki metode penyembuh bagi masalah masing-masing. Dan ini yang digunakan oleh perpuseru dalam strategi pengembangan perpustakaan di Indonesia.

Keseluruhan acara, dari pagi sampai sore cukup menantang, dan disajikan secara berbeda sehingga membuat seluruh peserta tetap antusias untuk mengikuti jalannya acara hingga selesai.

Hi greeting from me

 

Asus X441S

red asus x441s

red asus x441s

Saya bukan reviewer produk IT, termasuk laptop. Judul post ini memang mirip posting review. Berawal dari dua hari yang lalu, dimana saya mendapatkan rewards sebagai 2nd best blog versi DSI Universitas Airlangga, dan mendapatkan hadiah yippiieee laptop. Senang banget akhirnya dapat laptop, setelah tahun-tahun sebelumnya mendapatkan uang dan kamera digital. FYI, ini adalah ketiga kalinya saya berpartisipasi dalam penganugerahan best blog versi DSI. Waktu bawa big box yang serahkan langsung oleh bapak rektor UNAIR. Sebetulnya ini bukan lomba yah, mengingat tidak ada woro-woro seperti lomba blog pada umumnya. Penilaian dilakukan all the year round, dengan melihat beberapa kategori seperti peringkat webometrik, konten, back link, dan desain. Jadi sebetulnya, tips untuk bisa menjadi best blog ini adalah untuk selalu aktif dan update informasi di blog kita.

Penyerahan reward best blog oleh Rektor UNAIR

Penyerahan reward best blog oleh Rektor UNAIR

Ok, back to laptop, saking penasaran saya sempat buka laptop di kantor, dan ternyata red asus (masih belum sempat cek tipe dan seri). Bisa buka dan otak-atik pas sudah di rumah, kalo dilihat sepintas sih cantik bright red gitu, waktu dibuka dan dinyalakan hmmm menurut saya agak slow respon. FYI, setelah sepuluh tahun lebih setia dengan mac, yang super responsive menjadikan asus x441s ini agak lelet. Tombol keyboard terlalu menonjol (agak sulit buat ngetik), touchpad agak kurang responsive, dan yang lebih parah saya tidak bisa menggunakan (tidak tahu) cara menggunakan tombol suara, yang ternyata harus menekan tombol FN baru kemudian tombol suara (-/+), what a shame sehingga harus ke DSI karena mengira keyboardnya malfunction. Untuk RAM hanya 2GB, dan HDD 500 GB, jadi memang tidak berharap banyak jika digunakan untuk desain, main game, and so on. ANyway, this is a good present, dan selama digunakan untuk internet saya rasa its more than enough.

thank you…

 

Bloging Mommy Survey

Bagi para ibu rumah tangga, baik yang pure housewife maupun bekerja dan berdomisili di Surabaya yang menggunakan blog sebagai sarana penunjang kegiatan bisnis (apapun) silahkan berpartisipasi untuk menjadi responden dalam penelitian ‘penggunaan blog untuk mendukung kegiatan bisnis dikalangan ibu rumah tangga’. Untuk menjadi responden, silahkan klik link bloging mommy survey.

Terima kasih atas partisipasi anda, dan sukses selalu.

satelite meeting-day1

wow, setelah tidur hampir 8 jam (kebayang yak, dari jam 4 sore-jam 1 tengah malam waktu sini) . jam 6.30 pagi aku sudah siap mau sarapan, sarapan model buffet, yang terdiri dari meja roti-rotian (berbagai macam roti ada disana), aneka isiannya, ada macem-macem keju, mayonaise, margarine, salami, turkey, smoked beef, dan macem2 buah serta salad sayur, omelate swedish meatball, bacon, pancake yang ga kayak pancake malah mirip telur dadar, telur rebus. minumnya, berbagai jus, coffe and tea seperti biasa.

ketika sarapan inilah baru ketemu beberapa peserta konferensi yang nginep dihotel yang sama, jadi kenal sama kontingen fiji yang diwakili 2 orang akademik library bachelor dari curtin, nigeria yang ternyata seorang dosen lulusan LIS US, trus ada IL librarian dari puerto rico PhD dari US, pustakawan public library dari kazachtan, maroko, barbados, brazil, namibia, zambia, kepualauan karibia, pakistan, india, nepal, nah beberapa yang telah disebutkan di atas adalah para penerima grant untuk join di IFLA konference, dan kebanayakan topik omongan dimeja makan adalah soal kerjaan dan perjalanan, maklum baru hari itu ketemu. after had breakfast, kita janjian ketemu di lobby untuk berangkat ke satelite meeting bareng.

karena kota kecil, perjalanan dari hotel ke university of boras ga lama paling sekitar 5-10 menit dengan jalan santai, dan suasananya yang ga bisa dibeli. meski sebagian toko saat itu masih tutup (jam 8 pagi), jalanan masih sepi, tapi public transport sudah berkeliaran. dan diketahui kemudian ternyata kotanya memang sepi dan nyaman, bersih pula. cuaca pagi itu cerah meski agak gerimis dikit tapi belum dingin. nyampe di lokasi sudah berkumpul beberapa peserta yang ikut satelite meeting: global librarian. satelite meeting ini adalah konferensi khusus diluar conferensi IFLA yang membahas spesial interest dan disini adalah menjadi pustakawan global. pesertanya ga banyak paling 100an orang. disini ada registrasi dan ada complimentary drink, yang isinya yah hanya minum, dan makanan kecil (kalo di indonesia kueciill, saking ringannya hihi).

acara dimulai tepat pukul 9.30, dibuka dengan keynote speaker dari the shanachie tour yang terdiri dari 2 orang traveller dan tentu saja mereka pustakawan erik boekesteijn dan jaap van de geer. ide mereka adalah melakukan perjalanan keseluruh dunia untuk mengunjungi perpustakaan dan mengumpulkan best practices untuk memajukan perpustakaan, jadi perjaanan ini adalah tentang perpustaaan, dan dalam website mereka banyak cerita dan vieo mengenai perpustakaan yang telah mereka kunjungi. sangat menarik bagaimana jaap dan erik mengumpulkan berbagai macam inovasi mengenai perpustakaan yang ada diseluruh dunia untuk kemudian disharingkan dengan menggunakan web 2.0 jadi semua bisa memberikan ide, tanggapan, mengenai video mereka. jadi jika perpustakaan anda ingin dikunjungi atau ingin bersharing informasi, bisa langsung kontak mereka.

acara banyak disuguhi oleh pemutaran video-video dari hasil jalan-jalan mereka, dan tentu saja, sangat informatif dan aspiratif. jadi disini perpustakaan diharapkan mampu menjawab perkembangan user, dimana saat ini pengguna sudah sering berinteraksi dengan internet, social media, dan teknologi informasi lainnya, dan perpustakaan harus bisa memberikan lebih dari itu dimana perpustakaan memberikan kemudahan serta informasi yang mana orang akan mudah mengakases semudah mengakses internet, dan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi web 2.0 social media untuk mendorong layanan perpustakaan.

SBY-GOT

mulai hari akan diposting beberapa tulisan berkenaan dengan IFLA konferensi, edisi spesial bahasa indonesia. hanya untuk sharing bagi yang ingin ikutan IFLA konferensi dimasa mendatang.

IFLA tahun ini bertempat di gothenburg-swedia. tepat tanggal 7 agustus kemaren dengan pesawat GA jam 1 siang, aku berangkat ke jakarta. karena tiket hanya sampai jakarta-gothenburg, so dari surabaya-jakarta naik pesawat beda. sebetulnya dari jakarta pesawat dijadwal jam 7 malam, tapi aku mang sengaja naik jam 1 siang biar ga buru-buru. jam 11 sudah berangkat dari rumah, niatnya berangkat lebih awal trus check in dan makan bareng hubby, tapi ternyata begitu nyampe banda dan check in, pesawat jam 1 delay sampe tidak diketahui kapan berangkat, yang pasti di atas jam 3 (wuiiihhhh….) kalo naik itu, terlalu mepet dijakarta nanti, kalo naik jam 12, berarti buru-buru dan ga sempet makan siang (saat itu sudah jam 11.50). akhirnya aku ikut jam 12, bis check in keluar sebentar buat say goodbye, dan lari2 untuk boarding. betul ajah aku g apake duduk diruang tunggu boarding…hmmmm….

oya bagasiku ada 2, koper dan ransel, koper diisi baju beberapa potong beratnya cuma 8 kg, dan ransel isi lappy, jaket n kamera cuma 3.8 kg. outfit, karena summer yah pake celana endek ajah (selanjutnya ini nanti yang agak jadi masalah). akhirnya sesuai rencana pesawat berangkat kurleb jam 1 kurang, dan nyampe jakarta jam 2-an. masalah muncul ketika tiket pulangku yang jakarta-surabaya ketinggalan di konter surabaya pas check in (walah ada-ada ajah), akhirnya aku ke conter jakarta (masih dibandara) minta di print-kan lagi (mbak-nya baik deh). trus lanjut mau cek in ke lufthansa, yang ternyata masih tutup dan dipake etihad (moga ga salah nulis nama maskaipnya, yang kedepan ada cerita lucu juga), cek in buka jam 4 sore, saat itu around 2.30.

setelah muter-muter, baru terasa kalo perut lapar karena kepala dah pusing, nah harus makan ini. aku milihnya makan yang tempatnya enak bisa buat istirahat dan ada wifi-nya buat nulis-nulis kayak gini. akhirnya masuk ke BNI lounge, alasannya yah krn make CC BNI, tempatnya cozy, cuma awalnya agak rame tapi lama2 sepi, wifi cepet, makanannya moderate (aku akan spagheti oglio + dimsum), jadinya nongkrong lama disana sampe nunggu jam cek in buka. oya, enaknya naik GA, karena satu terminal dengan keberangkatan internasional, so ga perlu keluar dari bandara.

jam 4 keluar dari lounge, menuju cek in konter, oya hari itu hari pertama ‘dapat’ bayangkan, aku pas mau masuk pesawat pula dan aku cuma bawa 2 pampers (ini ada cerita lucu juga nanti pas dibandara munich). untung pake panty (maaf kalo cerita agak vulgar), tapi pas nyampe jakarta banyak kesempatan buat ganti (masih bisa bernafas, thanks god heheh). konter cek in lufthansa jauh banget hampir ujung penghabisan kalo kita jalan dari konter domestik GA. sudah ada beberapa antrian, macem-macem ada orang indonesia, orang bule, arab…dan paling rame konter emirates dengan banyak penumpang arabic dan indonesianya (entah mau kemana mereka),  karena dikonter lufthansa tulisannya masih 2 lufthansa dan etihad banyak orang yang salah, bangkan banyak yang ngeyel kalo itu pesawat mau ke abu dhabi hahahah…lagian mang tulisan mbingungno…aku ngantri no 1 (karena ada konter yang baru buka, dan aku disuruh pak petugas untuk pindah, belakangku ibi-ibu orang indo yang tinggal di helsinki dan tinggal disana sama suami and anake, mungkin baru mudik. dari omong-omong dibilang kalo gothenburg n munich tuh cuatik banget (wah jadi semangat neh :).

Aku check in dapat 3 boarding pass langsung, jkt-sin, sin-mun, mun-got, wow jadi gak perlu mindah-mindahin bagasi lagi, asik tuh. tiga boarding pas berarti tiga pesawat beda, jadi kalo ditotal hari itu aku akan naik pesawat 4x hueksss. habis check in, eh kok masih jam 5, mau jalan-jalan sudah capek, akhirnya nunggu di depan gate-nya sampe dipanggil buat ke ruang tunggu, jam 5.30 sudah disuruh masuk, hore bisa nonton tipi n duduk-duduk. ternyata ga berapa lama datang anak-anak pertukaran pelajar ke Amerika yang jumlahnya 103 anak dengan kaus seragam warna kuning menyala dan berbagai macam bawaan yang kalo kuperhatikan hebat banget, masih anak-anak sudah kuat bawa tas ransel gede yang keliatannya berat, tas jinjing yang tak kalah besar serta tas selempang…sayang tipinya cuma sinetron (jadinya bengong aku)

rencana boarding jam 6.30, tapi karena pesawat telat yang dari singapura, akhirnya molor 30 menit. so berangkat juga telat. kalo pesawat asing tuh enak, boarding ga uyel-uyelan karena yang masuk harus berdasarkan urutan, biasanya no belakang dulu, berurutan sampai no depan, so ga ada cerita jam dipintu pesawat apalagi di lorong pesawat. aku duduk di row 35 karena pesawat ini adalah tujuan frankfurt so pasti gede banget, susunan bangkunya ajah 3-4-3, dan sampe singapura aku duduk sendiri dijajaran bangku isi tiga (bisa tiduran sambil selonjor, lumayan bisa ngurangin pusing). oya, sebelum berangkat aku dikasih tahu teman kalo lufthansa kurang bagus service nya, hiburan maksudnya ga ada private tipi, pas tak perhatiin memang ga ada sih, cuma kan kursi-kursinya besar, lebih lapang lah, so far sih enak-enak ajah, dan yang pasti kuenya itu lho..yummy, dapat buah potong dan sandwhich smoked beaf yang rotinya uenak (jangan bayangin rotinya mpuk, tapi padat dan keras dan gurih ga manis kayak roti-roti di surabaya).

jam 9.30 waktu singapura, sudah keluar pesawat, dan ternyata penerbangan ke munich tuh gate nya bersebelahan dengan ke frankfurt, so tinggal pindah duduk ajah. disini cuma duduk sekitar 30 menit, sebelum diminta untuk boarding, wah ga perlu cerita bandara singapura yah karena mang males jalan2 soale ga lama. pesawat yang akan kita naikin jenis boing 340/400 yak lupa aku, tapi formasi 2-4-2 lebih kecilan dikit dari yang ke frankfurt tadi. aku duduk di row 37 deket jendela. sebelahku mbak-mbak bule yang kita ga sempet ngobrol secara aku harus hemat tenaga karena pusing belum juga reda. makan malam beef fetucini dan sayur kacang + wortel, sebetule yummy kalo dimakan didarat hahahah, lha ini aku malah mual2 karena diisi makan. oya pesawat kayaknya cukup baru kalo diliat interiornya, tipi multi touch screen, dan film-filmnya banyak, aku nonton iron man2, dan shrek. trus pusing lagi kalo kebanyakan nonton. jadi aku jauh lebih beruntung dari temanku itu, yang katanya jakarta-frankfurt bengong gila ga ada hiburan hihi.

kebanyakan aku tidur dipesawat, pas bagun kok pesawat kayaknya terbang rendah dan sudah banyak lampu-lampu gitu dibawaah hehe, paling dikit lagi nyampe pikirku, jadi keinginan untuk bersih-bersih dan pipis ditahan sampai munich ajah. ternyata setelah lihat informasi pesawat, itu masih 3/4 jalan dan masih kurang 4.5 jam, OMG, kirain satu jam lagi nyampe, perjalanan tuh kurlep 13 jam. akhirnya aku ke toilet pesawat yang ternyata bagus, bersih, lengkap yang alat-alatnya, airnya keluar banyak anget pula, so lama-lama didalam its ok. padahal tuh toilet digunakan lebih rdari 300an penumpang yak. 2 jam sebelum landing, kita dapat sarapan, omelet n kentang rebus plus sayur rebus (helathy, n good idea buat sarapan dirumah nanti).

jam 6 pagi waktu munich (minggu), dan pukul 11 wib, pesawat landing dengan sempurna, alhamdullilah…rencana ubek-ubek dan cari beberapa objek buat difoto jadi berkurang karena yah itu dia, pusing, pengennya ‘geletak’ dikasur hihihi…(yeah im not a good traveller). jadi cari gate buat transfer ke gothenburg, lihat-lihat jualan disana dan beli sedkit sovenir, trus cari sarapan pagi. makanan disini wuih berat-berat semua low, maksudnya berat di kandungan kalori dan lemak huahahhaha….sosisnya segede gajah, croisant-nya looks yummy, roti gelang yang menggoda, dan semua itu hanya 1-2 euro ajah, tapi akhirnya aku milih sarapan buah (semangka pula) harganya 3.9 euro, dan kopi 2.5 euro, sep..sep…enak dingin-dingin seger.

setelah itu baru keinget kalo terakhir ganti ‘pampers’ pas dipesawat, mana aku bawa cuma 2 yang lain masuk koper, nyari2 toko dibandara kok semua jualan tas, sepatu, baju, jam tangan, makanan, mana yang jual benda penyelamat wanita itu yak?? akhirnya ada cleaning service ce (pastilah mereka tahu sudut-sudut bandara), dan aku mulai nanya, dan ternyata mereka sedikit berbahasa inggris, tapi akhirnya mereka nunjukin aku apotek, tapi ga jelas gitu, dan akhirnya aku dikasih pembalut yang bentuknya aku lum tahu, kayak kasa segede jempol dan pantylines (kutrima ajah n say thank you, tapi aku ga tahu bagaimana make-nya) karena yang kutahu sih biasanya lebar dan panjang, bukan kecil-kecil gitu. akhirnya aku muter2 dan ketemu apotik, jadi deh ngeluarin 3.9 euro buat beli whispers.

bandara munich menurutku ga seindah changi, betul-betul to the point, jajaran toko-toko seperti bandara pada umumnya, dan merupakan salah satu pangkalannya lufthansa, jadi dimana-mana banyak atrubut lufthansa, termasuk ditas belanja yang aku dapat, dan banyak pojok yang nyediain minum panas secara free sepertinya (aku ga nyoba krn baru ajah minum kopi). banyak smoking room dimana-mana yang bagus dan bersih.petunjuk juga jelas dan selalu ada bahasa inggris jadi ga susah, para penjaga toko, kedai, petugas, juga bisa berbahasa inggris, so no problem.

jam 8.55 siap-siap boarding untuk ke gothenburg dengan pesawat regional lufthansa, jadi kayak citylink garuda, dan silk air SQ, disini namanya augsburg airways, yah melayani rute-rute jarak dekat. jarak dekat disini yah negara-negara tetangga yang dijangkau dalam 1-2 jam. munich gothen ditempuh sekitar 1.5 jam. boarding ternyata naik bis bandara menuju ke pesawat dituju, yang ternyata pesawatnya kecil. kalo biasa naik pesawat, minimal 3-3 formasi bangkunya, ini 2-2 what a h*** dan yang dikenal kan kalo ga boeing or airbus, lha ini embrair hihi, tapi at least ada referensi jenis pesawat baru yak. yah begitulah, kayak naik bis, isinya cuma 120an orang. dan selama perjalanan aku kayak mabuk, tambah pusing, lha goncangannya itu lho kerasa banget…

jam 11.30 nyampe landvetter dengan selamat, dan lagi gerimis so agak dingin, tapi ga seberapa sih. cari-cari info buat naik bis ke boras (baca: buros), beli lokal phone card biar kalo nelp rumah murah, tuker euro ke kronor, dan ambil beberapa got map dan buku panduan. 1 kronor sekitar 15oo rupiah, dan 1 euro sekitar 9 an kronor, bandara sagat kecil, mungkin sebandara juanda, cuma ini lebih rame dan banyak retail-nya. informasi juga sangat lengkap, dan petugasnya ramah-ramah, yang pasti tidak ada para calo tawar2in taksi hehe. jadwal bis ke boras jam 1.30 berarti masih 2 jam lagi, jadi aku muter2 dibandara ajah dan beresin lugage. sudah diingatkan sama petugas kalo bis hanya terima kartu kredit, dan kalo maksa mau bayar cash, bisa beli tiketnya di minimarket kayak 7 eleven di indonesia. bis yang kutunggu akhirnya datang, dan guess what, yang naik hanya 2 orang. begitu ga populernya boras dibanding arah gothenburg city yang super rame.

jam 2 sore sudah nyampe hotel, nah ini yang lucu lagi, kalo lihat dipeta kayaknya jauhhh, eh ternyata deket banget. ini beda dengan pas di melbourne, dimana semua tampak dekat dipeta, tapi nyatanya jauhnya minta ampun. jadi perjalanan kurleb 60 km dari bandara-boras ditempuh hanya 30 menit, dan highway, bikin ngiler para sopir disurabaya, hayo para pengebut, pindah kesini sajah.

sudah cek in, langsung mandi, online bentar, trus cari makan sambil muter-muter kota dan foto2, akhirnya alu ga tahan lagi jam 4 sore sudah teler, karena jam 4 disini equal to jam 9 malam di surabaya, so jam 1 pagi waktu boras aku sudah online sampai saat ini hehehhe….

Popular writing pt2

fiuh, I think I’m not a good writer. I can’t wrote with ‘heart’…because that’s the point of the opinion writing. Yesterday was the final of the workshop, and we presented some of our articles, because we only have two hours. Since our background is lecturer, so many of us were trapped to the journal article style, that newspaper didn’t want it. Newspaper style is simple and dense, and need some emotions.

So, I take the challenge to wrote an opinion article, and the result … haha..that was so..so bad. But there are one or two people on the workshop that have true talent to wrote that kind of articles, even though they admitted that was her first writing. Well done for them. Maybe next time I will learn about that…popular writing…

special thanks to fisip UA and kompas (redaksi opini), and my ka-dept who invited me to attend this workshop.

Popular writing workshop

today, i attend the popular writing workshop in FISIP UA, actually this is a two days workshop hosted by FISIP UA and redaktur opini kompas from kompas jakarta. For your information, kompas is one leading newspaper company that erected 45 years ago in Jakarta. The workshop trainer is Irwan Julianto, and he shares a very great experience in writing opinion in Kompas newspaper. In fact that is not easy to write opinion page since it needs a deep and good critical thinking about the latest issues happen in the society, and it should be write in a simple language so every people can read the article.

The session is divided into three, first, the introduction of popular writing and articles, the kompas history (presented in video documenter scene), the opinion page in kompas newspaper, and the criteria of good article. Furthermore, the nest session is about choosing the topic for opinion page, where every participant should give one potential topic for his/her article. Off course, the topic should popular and became an national or regional issues, and match with the writer education/expertise background.

I feel, this is very challenging, since, I admitted that I never wrote for any newspaper. I only know how to write a research paper, but now I should express one interesting topic regarding on my expertise in Library and information field?? The step by step to choose the topic is, reading the today’s newspaper (kompas), then choose one news, feature, or opinion, and try to write about one of the interesting topic. I never though that writing for newspaper is very hard, you should be able to write in a very short time. Compare to journal article writing that has very long time.

However, finally i got my topic which is the gap of information access between they who live in the city and rural. This is only a concept, but tonight I should write a full article about that to be presented tomorrow (on the third session).

to be continued..