Asus X441S

red asus x441s

red asus x441s

Saya bukan reviewer produk IT, termasuk laptop. Judul post ini memang mirip posting review. Berawal dari dua hari yang lalu, dimana saya mendapatkan rewards sebagai 2nd best blog versi DSI Universitas Airlangga, dan mendapatkan hadiah yippiieee laptop. Senang banget akhirnya dapat laptop, setelah tahun-tahun sebelumnya mendapatkan uang dan kamera digital. FYI, ini adalah ketiga kalinya saya berpartisipasi dalam penganugerahan best blog versi DSI. Waktu bawa big box yang serahkan langsung oleh bapak rektor UNAIR. Sebetulnya ini bukan lomba yah, mengingat tidak ada woro-woro seperti lomba blog pada umumnya. Penilaian dilakukan all the year round, dengan melihat beberapa kategori seperti peringkat webometrik, konten, back link, dan desain. Jadi sebetulnya, tips untuk bisa menjadi best blog ini adalah untuk selalu aktif dan update informasi di blog kita.

Penyerahan reward best blog oleh Rektor UNAIR

Penyerahan reward best blog oleh Rektor UNAIR

Ok, back to laptop, saking penasaran saya sempat buka laptop di kantor, dan ternyata red asus (masih belum sempat cek tipe dan seri). Bisa buka dan otak-atik pas sudah di rumah, kalo dilihat sepintas sih cantik bright red gitu, waktu dibuka dan dinyalakan hmmm menurut saya agak slow respon. FYI, setelah sepuluh tahun lebih setia dengan mac, yang super responsive menjadikan asus x441s ini agak lelet. Tombol keyboard terlalu menonjol (agak sulit buat ngetik), touchpad agak kurang responsive, dan yang lebih parah saya tidak bisa menggunakan (tidak tahu) cara menggunakan tombol suara, yang ternyata harus menekan tombol FN baru kemudian tombol suara (-/+), what a shame sehingga harus ke DSI karena mengira keyboardnya malfunction. Untuk RAM hanya 2GB, dan HDD 500 GB, jadi memang tidak berharap banyak jika digunakan untuk desain, main game, and so on. ANyway, this is a good present, dan selama digunakan untuk internet saya rasa its more than enough.

thank you…

 

Platters…another option for late lunch

Pulang kerja seringkali perut lapar, apalagi perjalanan pulang dari kantor yang cukup jauh (1 jam). Memang sugesti saya kalo telat makan kepala bisa kliyengan hehe, jadi kalo sudah mulai terasa lapar yah harus makan, dan bener makan bukan ngemil lho.

Di Sidoarjo memang surganya kuliner, dan pertumbuhan resto/warung/cafe sangat signifikan jumlahnya seiring dengan pertambahan jumlah penduduknya. Mulai dari penyetan ikan, ayam, bebek, chinese food, seafood, noodle house, fastfood, japanese food, belum lagi yang food stall, wah gak terhitung. Bakso, siomay, batagor, rujak manis, kupsng, lontong balap, banyak ditemukan di sekitar alun-alun. Hampir diseluruh  pojok sidoarjo bisa djumpai warung makanan tersebut.

Biasanya kalo pulang kerja dan pas lapar bisa mampir ke bebek sinjai dekat gor, sinjai ini cabang yang di bangkalan. Kalo menurut saya, disini kok bebeknya lebih imut dan minim bonus trus lebih mahal 5000 rupiah, kalo di bangkalan 25000 sudah plus minumnya. Alternatif lain wong solo, lokasi seberang GOR juga. Entah kenapa suka banget sama ikan bakarnya yang hanya dibakar pake kecap saja, dan sambel mentahnya (jadi jarang nyoba ke yang lain kalo ikan bakar). Bahkan seringkali beli sambelnya buat bawa pulang hehe meski akhirnya dikasih bonus saja. Range harga makan plus minum juga kurang lebih 30.000 rupiah.

Sop ayam pak min juga jadi salah satu tempat makan yang sering didatangi. Tapi lokasinya agak jauh di tengah kota, dan kalo jam pulang kantor daerah tersebut jl. Gajahmada (if im not mistaken) sangat crowded. Harganya juga masih reasonable sekitar 20000 rupiah bisa lebih murah, tergantung bagian ayam mana yang diminta.

Kalo pengen non rice tapi tetap berat, bisa milih tahu tek, yang favorit yah depan alfamidi pondok jati, ini bisa beli kalo pulang kerja kemalaman. Tahu tek bisa milih pake telur dadar or polosan. Kalo ngomongin tahu tek, memang sekarang jarang yang enak (bumbu petisnya kurang nendang). Kalo nggak malas yah mending bikin sendiri dengan kualitas dan kuantiti petis lebih banyak dari kacangnya. Harga tahu tek polos 8000 dan pake telur 10000. Sate ayam dan kambing (lupa namanya) masih sederet dengan tahu tek, juga jadi sasaran kalo perut lapar sepulang kerja. Satenya besar-besar dan tidak keras, biasanya minta daging only no kulit dan gajih, harga kalo tidak salah 13000-15000/10 biji. Pernah coba sate dekat kantor pos Sidoarjo, enak juga kok.

Selain di atas, ada bakso yang jadi sasaran amukan perut lapar, bakso solo kantor pos dan cak to di pojok GOR. Range harga 10000-20000 sudah bikin kenyang. Kalo di cak to, my fave is siomay gulung dalam kubis, tahu putih, dan siomay rebus. Capcay cak to deket PLN dulu juga favorit, sekarang no more, sejak chef nya ganti rasa capcay pun berubah, dan I never come back again, dan sampai sekarang belum nemu capcay yang cocok dengan selera. Capcay yang saya pesan selalu merah, manis, dan ikannya hanya gorengan saja (gorengannya unik).

So far itu makanan yang sering kita jajah jika ada kesempatan dan pas perut lapar, dan semuanya ada di Sidoarjo. Not many, karena meski sering lapar tapi kadang jam tidak memungkinkan untuk berhenti makan, berhenti makan kala lapar bisa dilakukan jika pulang agak siang misal dari kantor jam 2.30 atau pulang kemaleman di atas jam 18.00.

Nah, kenapa judulnya platters? Well kemaren kena serangan lapar mendadak pas hujan deres, sebetulnya ada pilihan di pujasera baru di pondok jati, tapi disana kalo nggak salah hanya ada nasi soto, nasi cumi, dan pecel, yang lain jajanan saja. Akhirnya memutuskan untuk cobain platters, resto yang lumayan baru dan spanduknya setiap lewat pondok jati terbaca hehe…hot plate 20000 idr only. Awalnya dikira yang harga di spanduk itu hanya untuk promo, tetapi ternyata seluruh menu berlauk ayam harganya flat 20000 dan menu beef 27000, minuman juga flat 5000 saja. Untuk resto nggak terlalu besar dan ada 2 lantai. Variant menu juga nggak terlalu banyak. Fyi, platters itu duplikasi pepper lunch yang sudah femous itu, jadi ada nasi, sayur, lauk (biasanya masih mentah) dan diletakkan di hot plate (yang kata di video panasnya mencapai 209 degree)…keunikan makanan ini adalah cara makannya, yakni begitu makanan datang harus langsung di disiram bumbu khusus dan di aduk hingga semua makanan tercampur dan daging, ayam, telur bisa matang sempurna. Penampakan akhir yah seperti nasi goreng hehe.

Daging di platter ini sudah mateng, termasuk juga daging ayamnya, kecuali telur yang disajikan mentah,  jadi sensasi mengaduk dan memasaknya kurang. Untuk rasa, jika hanya menggunakan bumbu default-nya cenderung manis, jadi kalo saya banyak menambah versi asinnya, dan tidak pedas sama sekali.

beef bulgogi

beef bulgogi

chicken steak

chicken steak

after mixing process

after mixing process

the price

the price, value for money

img_20170104_171234

Taman Abhirama, Alternatif Play Ground di Sidoarjo

Taman Abhirama

Taman Abhirama

Ingin liburan hemat? Dekat dari rumah dan bebas macet? Ya, masyarakat kota sidoarjo bisa berkunjung ke taman yang satu ini. Taman Abhirama yang terletak di pertigaan lingkar barat dan pondok jati ini sudah setahun banyak mengalami perubahan. Pemerintah kabupaten sidoarjo serius menggarap taman-taman d Sidoarjo sebagai salah satu fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh seluruh lapisan masyarakat.

Punya kesempatan berkunjung (untuk kesekian kali) di taman abhirama pada liburan tahun baru, 2 januari 2017. Pengunjung sangat ramai, seperti seminggu terakhir ini. Puluhan mobil dan sepeda motor terparkir rapi didepan taman. Meskipun ramai, tapi kita berenam tetap masih bisa merasakan kenyamanan taman ( baca: masih dapat tempat duduk bawah pohon), dan anak-anak bermain dengan leluasa.

Kolam ikan abhirama

Kolam ikan abhirama

Taman ini juga banyak memiliki fasilitas permainan anak (play ground) baik out door maupun semi outdoor. Lokasi yang tidak begitu jauh dari pusat kota (alun-alun) menjadikan taman ini sebagai tempat bermain di kala weekend, ataupun sore hari. Jika menggunakan rute linkar barat dari arah gor, pasti melewati taman ini.

Fasilitas taman abhirama

Pengunjung bisa bersantai sambil memberi makan ikan di kolam

Pengunjung bisa bersantai sambil memberi makan ikan di kolam

Kolam ikan, kolam ini dipenuhi ikan tombro, mas warna orange dan ikan nila yang sangat banyak. Pengunjung bisa duduk santai ditepi kolam atau ditengah gazebo yang terdapat di tepi kolam. Selain itu, anak-anak juga bisa memberi makan ikan, dengan membeli pakan ikan dipintu masuk seharga 2 ribu rupiah.

Capek? bisa istirahat sambil lesehan dan nemenin anak bermain

Capek? bisa istirahat di semi indoor playground sambil lesehan dan nemenin anak bermain

 

 

salah satu sudut inddor playground

salah satu sudut inddor playground

Semi indoor playground, disini pengunjung wajib melepas sandal/sepatu karena diarea ini terdapat karpet yang menyerupai rumput sintetis, disertai dengan pkayground dari kayu yang didesain menyerupai bukit. Anak-anak bisa naik turun disini dengan aman, sementara para orang tua bisa duduk lesehan sambil mengawasi anak mereka.

Outdoor playhouse yang banyak menyita perhatian anak-anak

Outdoor playhouse yang banyak menyita perhatian anak-anak

Outdoor pkayground, seperti taman bermain pada umumnya, ayunan dan perosotan menjadi icon wajib, begitu juga disini. Ada juga seperangkat mini gym bagi anak-anak, giant play house yang terbuat dari besi. Dibanding alat permainan di alun-alun, di taman ini rata-rata permainan masih terawat 80% dalam kondisi baik. Ada juga beberapa patung delman, naga, mobil, yang bisa dinaikin anak-anak.

Gazebo, banyak gazebo untuk bersantai atau piknik di bagian belakang taman. Depan gazebo juga terdapat kolam pancing yang sayangnya kurang terawat. Anak-anak jarang bermain ke area ini.

Toilet, jangan khawatir kalo tiba-tiba si kecil ingin kebelakang, taman ini juga dilengkapi dengan toilet, dan sediakan uang 2 ribu setelah menggunakan toilet disini. Toilet cukup bersih dan terawat, lokasinya ada dibagian belakang taman.

Abhirama mini market

Abhirama mini market

Warung, tidak banyak warung disini. Hanya terdapat 2 kios makanan kecil (snack) dan minuman botol yang dikelola oleh dinas kebersihan dan pertamanan. Jadi kalo ingin makanan berat, sebaiknya membawa sendiri.

Parkir yang luas didepan pintu masuk

Parkir yang luas didepan pintu masuk

Tempat parkir, ditaman ini tersedia lahan parkir yang cukup luas dan terdapat petugas parkir juga. Jadi jiks ingin membawa motor atau mobil jgn khawatir jika ingin parkir di taman ini.

Fasilitas umum memang harus serius diperhatikan oleh pemerintah. Jika ingin masyarakatnya bahagia maka perlu diciptakan tempat-tempat yang mendukung kegiatan tersebut. Public space yang nyaman, bersih dan bisa diakses secara gratis merupakan salah satu dambaan masyarakat. Disana masyarakat bisa berekreasi, bersantai, berkreasi, bersosialisasi dan bermain. Jika di sebuah kota terdapat banyak public space baik untuk anak-anak, remaja, orang tua, dan seluruh kelompok masyarakat maka budaya positif, dan kreatifitas bisa dibangun, dan outputnya adalah masyarakat yang bahagia dan selalu berpikir positif. Semoga banyak public space yang akan di bangun di kota sidoarjo di tahun 2017.

Goodbye and Welcome

Final day of the year of 2016, apa yang sudah aku lakukan selama setahun ini? Kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2016 ini tidak banyak capaian yang berhasil dilakukan (baca tidak dilakukan). Tidak terasa waktu cepat berlalu dan menurut pepatah sesal kemudian tiada guna. Sebagai seorang akademisi tidak banyak karya ilmiah yang berhasil dipublikasikan (sadly), sebagai seorang ibu hehe…rasanya masih harus banyak belajar, sebagai seorang istri apalagi kwkwkkw…belum lulus rasanya, dan sebagai seorang anak masih jauh baktiku ke orang-orangtua, sebagai teman masih belum bisa menjadi tempat berkeluh kesah yang selalu tersedia, dan last but not least sebagai diriku sendiri? Masih banyak yang perlu dibenahi dan di raih di 2017.

My list: lanjut kuliah, membuat banyak publikasi, lebih sabar ke anak-anak, show the world to kidos, lebih banyak berdoa dan bersyukur.

Goodbye 2016, and im ready to face 2017…

Serunya Exploring Gili Labak dengan Balita

Banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi dengan seluruh keluarga (baca dengan balita) dan pergi ke tempat baru memang sangat menyenangkan sekaligus menantang. Liburan kali ini merupakan wisata alam (pulau) pertama kali bagi keke (7), adam (4.5), tetya (2.5), dan kita mengajak tante leon. Kenapa memilih wisata alam (pulau dan pantai)? yah karena Indonesia kaya akan pesona alamnya, dan anak-anak harus mulai mengenali kekayaan Indonesia yang satu ini. Nah, tugasnya jatuh pada ortu-nya yang harus mengenalkan kekayaan alam ini, dimana sebelumnya liburan hanya ke mall, taman bermain, atau wahana wisata buatan lainnya. Untuk pengalaman pertama ini saya pilihkan liburan ke pulau terpencil di ujung pulau Madura, yakni Gili Labak. Memang sebelum diputuskan kesana saya sudah mendatangi Gili Labak  beberapa bulan sebelumnya, dan saya puas dengan pemandangan yang tersaji, serta fasilitas pendukung yang ada disana, pantai pasir putih yang bersih terhampar, ombak yang tidak terlalu besar cenderung tenang, air jernih sebening kaca, karang cantik, ikan-ikan kecil di pinggir pantai, pohon-pohon rindang di sekitar pulau, dan ada warung penjual makanan dan minuman yang siap mengisi perut kita, toilet yang bersih, dan tidak banyak pengunjung pulau. Wow, serasa pulau milik sendiri….hehe. Namun, ada yang masih mengganjal, yakni perjalanan dari Sidoarjo ke Gili Labak yang sangat menantang bagi orang dewasa, apalagi anak-anak sempat menciutkan nyali untuk pergi.

Akhirnya setelah diskusi dengan suami bahwa liburan bulan desember 2016 kita akan ke pantai Gili Labak, dan membulatkan tekad kalau anak-anak pasti bisa meski sempat ragu-ragu juga tapi ketika wacana ini dilemparkan ke anak-anak sebulan sebelum berangkat dan mereka sangat excited, akhirnya OK, kita pasti bisa.

Kita pergi memang menggunakan jasa tour Arthenis tour yang membuka paket open trip untuk wisata Gili Labak pada tanggal 24-25 Desember 2016, dengan harga 280.000 / orang, anak-di bawah 5 tahun kena 50%, sedangkan 2,5 tahun free of charge. Karena membawa anak-anak saya memang sengaja ikut open trip untuk memudahkan perjalanan.

Pre-Departure

Seminggu sebelum keberangkatan, beberapa masalah muncul, hal yang saya takutkan selama ini datang juga. Bagiamana jika hari H anak-anak sakit? Ternyata H-9 kakak demam karena kecapaian, tapi dengan obat turun panas dan istirahat selama 2 hari akhirnya sehat. Selang 2 hari, si bungsi kena sariawan di sekujur mulut dan lidah disertai demam, tidak mau makan dan minum, sempat panik juga sih tapi dapat obat dari dokter dan obat sariawan juga (gentin violet) rekom dari teman yang seorang dokter juga dan saya banyakin minum teh krisanthemum (yang ini herbal) yang katanya bisa meredakan sariawan dan panas dalam (hanya teh itu yang mau masuk), dan di hari ke 3 nafsu makan adek teta sudah mulai muncul dan berangsur membaik. Tidak sampai disitu, H-5 mas adam juga demam dan batuk pilek, diberi turun panas juga tidak membaik bahkan cenderung konstan panasnya, akhirnya dapat antibiotik dari dokter dan alhamdullilah sehat pada H-2, dimana pada hari itu si adek demam lagi dan batuk pilek, OMG apakah anak-anak nggak boleh liburan? Hingga jum’at sore masih hangat, dan sekali lagi saya merasa lega karena jum’at malam adek sudah mulai dingin dan sabtu juga sudah ceria.

Departure

Meeting point tur ini di stasiun Gubeng pukul 23.30 malam dan berangkat pukul 24.00, hehe hanya saya yang membawa anak-anak ke Gii Labak, yang lain para ABG. Barang bawaan kami sungguh heboh untuk trip satu hari, yakni ransel isi baju ganti untuk 5 orang, ransel untuk dompet, hp, sunblok, obat-obatan, tas isi sandtoys, dan tas isi baju renang, serta satu tas kecil untuk susu ( 2 anak minum susu cair, di bungsu sufor). Paket gili labak tur juga termasuk dengan snorking, dan Gili Labak terkenal dengan salah spot snorkling yang ramah bagi pemula.

Perjalanan dari Surabaya ke Sumenep lewat Suramadu ditempuh hanya dengan 3.5 jam, kalau siang hari bisa 4-5 jam. Sampai di pelabuhan Tanjung Sumenep pukul 03.30, dipelabuhan terdapat musholla, toilet, dan beberapa warung kecil, serta penyewaan kapal menuju pulau-pulau termasuk Gili Labak dan Gili Genting. Tepat pukul 5 pagi kita memasuki kapal, menurut pemilik kapal, kapasitas kapal maksimal 70 penumpang, namun kalo saya lihat 40 orang saja sudah crowded. Untuk sewa kapal dengan kapasitas 40 orang ini seharga 1 Juta Rupiah untuk perjalanan PP ke Gili Labak, jadi sebaiknya perginya rombongan. Anak-anak sangat excited naik kapal kecil ini, serasa dekat dengan laut dan bisa memandang laut lepas dari jendela, tetapi karena capek di perjalanan anak-anakpun tertidur di kapal. Dari pelabuhan Tanjung ke Gili Labak memakan waktu 1.5-2 jam tergantung angin dan ombak laut. Waktu terbaik untuk berangkat adalah bulan Mei, dan tidak direkomendasikan pergi ke Gili Labak di bulan Agustus karena angin dan ombak yang cukup besar. Disarankan berangkat pagi hari dimana laut masih tenang sehingga kapal tidak begitu terasa goyangannya.

Tetap ceria meski hampir 2 jam di atas kapal

Tetap ceria meski hampir 2 jam di atas kapal

Gili labak here we come

Setelah terombang ambing selama kurang lebih 1,5 jam, akhirnya sampai juga di Pulau yang hanya berpenghuni 15 KK ini. Hamparan pasir putih menyambut kami di pagi hari yang cerah, rasa lelah, bosan terbayarkan dengan deburan ombak pantai yang ramah, pasir putih yang lembut dan air laut yang menyegarkan. Gili Labak belum memiliki pelabuhan (masih dalam tahap pembangunan), sehingga kita langsung turun ke bibir pantai menggunakan tangga kayu yang disediakan oleh pemilik kapal. Hari ini kita cukup beruntung, karena kapal bisa merapat hingga ke bibir pantai, padahal 3 bulan sebelumnya saya harus jalan kaki sejauh 50-100 meter dari bibir pantai dengan kedalaman air sepinggang untuk mencapai pantai. Jadi sebaiknya kenakan baju renang langsung ketika di kapal atau sebelum masuk kapal untuk memudahkan kita ketika menuju pulau.

Just landed dari kapal langsung main air pantai

Just landed dari kapal langsung main air pantai

Anak-anak langsung berhamburan menuju pantai dan mulai mengesplor pasir dengan mainannya. Pasir putihnya bersih dari sampah maupun limbah, sehingga sangat bersahabat untuk anak-anak. Mereka seakan lupa perjalanan darat 3.5 jam, dan kapal laut 1.5 jam, rasa kantuk, capek, dan bosan sudah hilang digantikan dengan tawa ceria, bahkan mereka tidak mau diajak pulang.

Pasir putih dan air jernih pantai gili labak

Pasir putih dan air jernih pantai gili labak

Happy busy balita

Happy busy balita

Si adek nggak ketinggalan action

Si adek nggak ketinggalan action

Mengenalkan alam kepada anak sangat penting, menunjukkan bahwa Indoensia sangat kaya akan tempat wisata yang indah, mengajarkan anak untuk bersyukur juga bahwa ciptaan Allah yang maha indah ini masih bisa kita nikmati, dan harus dijaga. Namun sayang, menejelang siang saya sudah menemui beberapa sampah bungkus makanan dan plastik yang berserakan di pantai, jumlahnya tidak banyak hanya 2-5 bungkus tetapi itu sangat mengganggu dan membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan masih kurang. Saya membayangkan ketika pelabuhan sudah terbangun, wisatawan (tidak bertanggung jawab) makin banyak (ramai) sampah juga pasti bertambah, dan keindahan pantai pun bisa berkurang.

Pasir putih nan halus

Pasir putih nan halus

Bagian belakang pulau

Bagian belakang pulau

Tante leon in action, sisi lain gili labak

Tante leon in action, sisi lain gili labak

Hello all...warm welcome from gili labak

Hello all…warm welcome from gili labak

Beautiful bright morning, tante leon dan peserta open trip

Beautiful bright morning, tante leon dan peserta open trip

Beautiful morning

Beautiful morning

Puas bermain pasir, waktunya snorkling, lokasi snorkling tidak jauh dari bibir pantai kurang lebih kita berpindah tempat 100 meteran dari tepi pantai masih dengan menggunakan kapal. Spot ini ramai jika musim liburan, disana terhampar karang dan berbagai jenis ikan hias beraneka warna. Keke, adam, dan tetya tidak berani turun ikut snorkling, jadi yang snorkling hanya mami dan tante leon. Ayah juga masih belum berani hehehe, jadi nungguin di atas kapal sambil teriak-teriak. Tante leon hanya sebentar karena jarinya terluka tergores tali kapal (kasihan tante leon). Snorkling memang belum cocok untuk anak-anak, tapi view disekitar lokasi snorkling sangat cantik.

View underwater

Underwater View

Ikan beraneka warna

Ikan beraneka warna

More and more fishes

More and more fishes

Gili genting

Kurang lebih kita menghabiskan waktu selama 1 jam di spot snorkling sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dan pindah ke pulau gili genting yang populer dengan pantai sembilan. Dari gili labak ke gili genting memakan waktu satu jam, sekali lagi anak-anak tertidur di kapal. Mereka kenyang makan mie cup yang dijual di warung gili labak seharga 7000 per cup, dan kelapa muda seharga 10000/biji, sungguh nikmat.

Kelapa muda minuman wajib di gili labak

Kelapa muda minuman wajib di gili labak

Sampai di gili genting, kita tidak turun dipelabuhan namun turun langsung dibibir pantai menggunakan tangga. Yes, anak-anak langsung mengeksplorasi pantai, pasir, dan bermain hingga puas, tanpa menghiraukan panas terik (mungkin mereka pede setelah dioles banana boat spf 50) matahari pukul 13.00.  kurang lebih satu jam kita di gili genting.

Salah satu spot di gili genting (pantai sembilan)

Salah satu spot di gili genting (pantai sembilan)

Icon pulau sembilan

Icon pulau sembilan

Playing sand at pantai sembilan

Playing sand at pantai sembilan

Gili genting lebih besar dari gili labak, lebih menyerupai kampung nelayan, lebih ramai, dan banyak penjual makanan. Pantai sembilan yang menjadi ikon gili genting saat itu tidak terlihat (airnya surut, dan menyisakan gundukan pasir). Overall, gili labak is the best.

Menikmati pemandangan laut dari kapal

Menikmati pemandangan laut dari kapal

 

Goodbyeeee

Jam 2 siang mulai meninggalkan gili genting menuju pelabuhan tanjung, total waktu 30 menit. Disini tetya duduk di ujung kapal, mas adam di buritan, merasakan hembusan angin laut yang tidak setiap hari bisa dirasakan. Setelah sampai dipelabuhan, kita istirahat dan bersih-bersih diri dan makan siang. Tepat pukul 16.00 kita melanjutkan perjalanan pulang ke surabaya. See you on the next trip.

Tips:

*Sunblock adalah benda wajib yang harus dipake ketika ke pantai, kita pake banana boat spf 50 aloe vera, dan terbukti bebas sunburn dan belang. Padahal saya mengolesnya tidak setiap jam (capek juga mengoles 4 orang dengan sb setiap jam).

*Topi lebar dan kacamata, tapi anak-anak suka susah pake topi dan kacamata.

*Minyak kayu putih, wajib oles sering-sering karena anak-anak basah dan kena angin dalam waktu yang lama.

*Plaster handyplast, banyak karang yang bisa melukai, serta pasir yang tajam.

*Cemilan??? Dijamin anak-anak pasti lupa makan saking gembiranya.

*Air putih, yah banyakin minum air putih agar tidak dehidrasi.

 

Fun Gathering Fakultas Vokasi UNAIR

gathering-dan-peningkatan-kinerja-unair-dosen-vokasi-di-batu-malang

A lot of fun there..

Dosen-dosen Fakultas Vokasi patut berbangga hati, karena pada hari Jum’at-Minggu 21-23 Oktober 2016 diberi kesemptan untuk mengikuti kegiatan gathering dan peningkatan kinerja yang diselenggarakan di kota apel Batu, tepatnya di Amerta Hills Hotel and resort. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen 3 angkatan, angkatan pertama dosen-dosen homebased PNS, angkatan kedua dosen tetap non PNS tahun 2015, dan angkatan ketiga dosen tetap non PNS angkatan 2016. Fakultas Vokasi UNAIR merupakan fakultas termuda yang lahir pada tahun 2014. Dalam kurun waktu 2 tahun in Fakultas Vokasi banyak merekrut dosen tetap non PNS dalam jumlah yang cukup banyak. Kembali lagi pada acara gathering yang dikemas dengan konsep fun educative, memiliki tujuan antara lain untuk membangun kebersamaan dan kekompakan antar seluruh dosen di Fakultas Vokasi, dan meningkatkan kinerja dosen dalam menjalankan tri darma perguruan tinggi.

Seluruh peserta berangkat dengan menggunakan 2 bis, dan langsung menuju Batu. Acara dibuka oleh dekan Fakultas Vokasi UNIVERSITAS AIRLANGGA pada hari Jum’at malam, dimana pada acara pembukaan juga diberikan materi tentang dinamika kelompok/tim, banyak permainan yang bisa membuat para peserta tetap konsentrasi dan fokus pada materi, serta banyak kegiatan yang meningkatkan solidaritas dalam kelompok. Selain materi dalam ruangan, pada hari Sabtu juga diadakan kegiatan outbond yang diikuti seluruh peserta (dosen dan dekanat). Dalam outbound ini banyak permainan yang membutuhkan kerjasama tim, kekompakan, toleransi, empati, dan sportifitas para seluruh anggota kelompok. Memang diyakini bahwa kegiatan outbond dinilai mampu mendekatkan seluruh anggota dan meningkatkan kekompakan tanpa mengenal jabatan, status sosial, dan embel-embel lainnya.

kegiatan-peningkatan-kinerja-unair-dosen-vokasi-di-batu-malang

Sesi penyampaian materi

Sore hari dilanjutkan dengan materi spiritual motivation dimana para peserta diajak mensyukuri apa yang telah didapatkan saat ini. Diakhiri dengan dengan bermaaf-maafan dan mengucapkan terima kasih kepada para kolega yang ada diruangan. Materi kedua ini sungguh menguras emosi para peserta dimana banyak peserta yang menangis. Malam hari merupakan malam yang ditunggu-tunggu peserta, dimana terdapat acara singing kompetition, dimana seluruh peserta tanpa terkecuali harus menyumbangkan suaranya, dan para peserta sangat tenggelam dalam suasana ini sehingga sekali lagi tidak ada lagi embel-embel senior-junior, semua bersama menjadi satu. Hari ketiga, its time to said goodbye for Fun Gathering Fakultas Vokasi AIRLANGGA UNIVERSITY, acara dihari terakhir adalah penyampaian materi tentang tim building dan bagaimana bekerja sama dalam kelompok. Dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi kelompok outbond yang paling kompak, dan penutupan oleh Dekan Fakultas Vokasi.

peningkatan-kinerja-unair-dosen-vokasi-di-batu-malang

Penandatanganan komitmen

Well, sebetulnya kegiatan seperti ini (gathering) memang diperlukan bagi organisasi, dengan tujuan untuk saling mendekatkan antar anggota, dan me-refresh rutinitas kerja untuk meningatkan kinerja dosen. Materi yang diberikan baik indoor maupun outdoor banyak memberikan manfaat bagi para dosen terutama dalam hal komitmen pada UNAIR sebagai instutusi penaung.

games-dan-outbond-peningkatan-kinerja-unair-dosen-vokasi-di-batu-malang

Fun, fun, fun…. #outbond

universitas-airlangga-excellence-with-morality-logo—-

Demikianlah sedikit tulisan dan cerita akhir tahun tentang fun gathering yang diadakan oleh Fakultas Vokasi. Tulisan ini sekaligus juga sebagai entry di lomba blog Unair yang digagas oleh BPP Unair.

Blogging UNAIR, dan hobi yang terlupakan

Menulis blog merupakan salah satu aktivitas favorit saya sejak lama, meskipun kesibukan di kampus sempat menghentikan kegiatan menulis diary online ini selama kurang lebih 2 tahun. Menulis blog sudah saya lakukan sejak munculnya weblog pada awal tahun 2005, waktu itu masih menggunakan friendster (lupa nama blognya), waktu itu isinya hanya seputar aktivitas sehari-hari yang lucu, konyol, sedih, marah, dan kecewa.  Kemudian ketika friendster berlangsung memudar dan ditutup, maka kegiatan blogging beralih ke WordPress sejak tahun 2006, saat itu belum ada sosial media seperti sekarang ini. Selain WordPress,  sempat pula memiliki private picture blog yang tidak untuk konsumsi publik, dan tentu saja blog civitas UNIVERSITAS AIRLANGGA dengan alamat http://noveanna-fisip.web.unair.ac.id/. Jika blog WordPress banyak berisi daily activity, lain halnya dengan blog UNAIR dimana isinya banyak terkait materi kuliah, tugas kuliah mahasiswa, lowongan pekerjaan dibidang perpustakaan, dan call for papers. Mengapa suka menulis di weblog? sebetulnya yang paling menyenangkan bukan ketika menulis konten blog melainkan ketika membaca kembali kejadian/peristiwa yang pernah terjadi, dan dengan menulis kita jadi ingat banyak hal akan peristiwa dalam hidup kita. Selain itu, blogging menyenangkan karena basicly i love to share, share any information about my experience.

Memanfaatkan fasilitas blog dari Unair

Memanfaatkan fasilitas blog dari Unair

Pada awalnya, blogging saya lakukan secara rutin, minimal seminggu sekali posting something fun or akademik, ternyata, banyak hal yang berhasil menghambat untuk sekedar say hello di blog. Seiring berjalannya waktu, bahkan sampe lupa password dan username of my blog. Tidak pernah membuka lagi, dan sudah lama tidak membaca postingan, melihat foto, dan cek komentar. Ditambah pula dengan akun blog yang di-suspended oleh web hosting karena lupa belum dibayar biaya tahuannya.

Finally, the momment is coming, 2 minggu lalu sempat membayar dan mengaktifkan kembali blog pribadi, juga sudah meminta mahasiswa melakukan blog posting untuk tugas mata kuliah jejaring informasi perpustakaan, dan yang terakhir baca di postingan group WA Fakultas Vokasi AIRLANGGA UNIVERSITY bahwa ada blogging competition 2016, hahaha what’s a coincident dimana hobi untuk ber-blogging ria bisa tumbuh lagi.

Blogging di UNAIR memang bukan merupakan hal baru, melainkan sudah lama digagas, UNAIR menyediakan akun blog civitas kepada seluruh mahasiswa dan dosen yang bisa
digunakan untuk knowledge sharing dan membangun pofile ilmiah. Namun sayang, tidak banyak civitas akademia Unair yang memanfaatkan blog civitas, hanya beberapa saja. Ternyata teknologi tidak selamanya membantu menyelesaikan masalah, jika tujuan utama adanya blog adalah untuk berbagi pengetahuan, maka dalam hal ini membagikan blog kepada seluruh civitas bukan jaminan semua akademia akan membuat blog post dan membagi seluruh pengalaman, pengetahuan, kemampuan kepada orang lain.

Materi untuk lomba blog Unair