Serunya Exploring Gili Labak dengan Balita

Banyak destinasi wisata yang bisa dikunjungi dengan seluruh keluarga (baca dengan balita) dan pergi ke tempat baru memang sangat menyenangkan sekaligus menantang. Liburan kali ini merupakan wisata alam (pulau) pertama kali bagi keke (7), adam (4.5), tetya (2.5), dan kita mengajak tante leon. Kenapa memilih wisata alam (pulau dan pantai)? yah karena Indonesia kaya akan pesona alamnya, dan anak-anak harus mulai mengenali kekayaan Indonesia yang satu ini. Nah, tugasnya jatuh pada ortu-nya yang harus mengenalkan kekayaan alam ini, dimana sebelumnya liburan hanya ke mall, taman bermain, atau wahana wisata buatan lainnya. Untuk pengalaman pertama ini saya pilihkan liburan ke pulau terpencil di ujung pulau Madura, yakni Gili Labak. Memang sebelum diputuskan kesana saya sudah mendatangi Gili Labak  beberapa bulan sebelumnya, dan saya puas dengan pemandangan yang tersaji, serta fasilitas pendukung yang ada disana, pantai pasir putih yang bersih terhampar, ombak yang tidak terlalu besar cenderung tenang, air jernih sebening kaca, karang cantik, ikan-ikan kecil di pinggir pantai, pohon-pohon rindang di sekitar pulau, dan ada warung penjual makanan dan minuman yang siap mengisi perut kita, toilet yang bersih, dan tidak banyak pengunjung pulau. Wow, serasa pulau milik sendiri….hehe. Namun, ada yang masih mengganjal, yakni perjalanan dari Sidoarjo ke Gili Labak yang sangat menantang bagi orang dewasa, apalagi anak-anak sempat menciutkan nyali untuk pergi.

Akhirnya setelah diskusi dengan suami bahwa liburan bulan desember 2016 kita akan ke pantai Gili Labak, dan membulatkan tekad kalau anak-anak pasti bisa meski sempat ragu-ragu juga tapi ketika wacana ini dilemparkan ke anak-anak sebulan sebelum berangkat dan mereka sangat excited, akhirnya OK, kita pasti bisa.

Kita pergi memang menggunakan jasa tour Arthenis tour yang membuka paket open trip untuk wisata Gili Labak pada tanggal 24-25 Desember 2016, dengan harga 280.000 / orang, anak-di bawah 5 tahun kena 50%, sedangkan 2,5 tahun free of charge. Karena membawa anak-anak saya memang sengaja ikut open trip untuk memudahkan perjalanan.

Pre-Departure

Seminggu sebelum keberangkatan, beberapa masalah muncul, hal yang saya takutkan selama ini datang juga. Bagiamana jika hari H anak-anak sakit? Ternyata H-9 kakak demam karena kecapaian, tapi dengan obat turun panas dan istirahat selama 2 hari akhirnya sehat. Selang 2 hari, si bungsi kena sariawan di sekujur mulut dan lidah disertai demam, tidak mau makan dan minum, sempat panik juga sih tapi dapat obat dari dokter dan obat sariawan juga (gentin violet) rekom dari teman yang seorang dokter juga dan saya banyakin minum teh krisanthemum (yang ini herbal) yang katanya bisa meredakan sariawan dan panas dalam (hanya teh itu yang mau masuk), dan di hari ke 3 nafsu makan adek teta sudah mulai muncul dan berangsur membaik. Tidak sampai disitu, H-5 mas adam juga demam dan batuk pilek, diberi turun panas juga tidak membaik bahkan cenderung konstan panasnya, akhirnya dapat antibiotik dari dokter dan alhamdullilah sehat pada H-2, dimana pada hari itu si adek demam lagi dan batuk pilek, OMG apakah anak-anak nggak boleh liburan? Hingga jum’at sore masih hangat, dan sekali lagi saya merasa lega karena jum’at malam adek sudah mulai dingin dan sabtu juga sudah ceria.

Departure

Meeting point tur ini di stasiun Gubeng pukul 23.30 malam dan berangkat pukul 24.00, hehe hanya saya yang membawa anak-anak ke Gii Labak, yang lain para ABG. Barang bawaan kami sungguh heboh untuk trip satu hari, yakni ransel isi baju ganti untuk 5 orang, ransel untuk dompet, hp, sunblok, obat-obatan, tas isi sandtoys, dan tas isi baju renang, serta satu tas kecil untuk susu ( 2 anak minum susu cair, di bungsu sufor). Paket gili labak tur juga termasuk dengan snorking, dan Gili Labak terkenal dengan salah spot snorkling yang ramah bagi pemula.

Perjalanan dari Surabaya ke Sumenep lewat Suramadu ditempuh hanya dengan 3.5 jam, kalau siang hari bisa 4-5 jam. Sampai di pelabuhan Tanjung Sumenep pukul 03.30, dipelabuhan terdapat musholla, toilet, dan beberapa warung kecil, serta penyewaan kapal menuju pulau-pulau termasuk Gili Labak dan Gili Genting. Tepat pukul 5 pagi kita memasuki kapal, menurut pemilik kapal, kapasitas kapal maksimal 70 penumpang, namun kalo saya lihat 40 orang saja sudah crowded. Untuk sewa kapal dengan kapasitas 40 orang ini seharga 1 Juta Rupiah untuk perjalanan PP ke Gili Labak, jadi sebaiknya perginya rombongan. Anak-anak sangat excited naik kapal kecil ini, serasa dekat dengan laut dan bisa memandang laut lepas dari jendela, tetapi karena capek di perjalanan anak-anakpun tertidur di kapal. Dari pelabuhan Tanjung ke Gili Labak memakan waktu 1.5-2 jam tergantung angin dan ombak laut. Waktu terbaik untuk berangkat adalah bulan Mei, dan tidak direkomendasikan pergi ke Gili Labak di bulan Agustus karena angin dan ombak yang cukup besar. Disarankan berangkat pagi hari dimana laut masih tenang sehingga kapal tidak begitu terasa goyangannya.

Tetap ceria meski hampir 2 jam di atas kapal

Tetap ceria meski hampir 2 jam di atas kapal

Gili labak here we come

Setelah terombang ambing selama kurang lebih 1,5 jam, akhirnya sampai juga di Pulau yang hanya berpenghuni 15 KK ini. Hamparan pasir putih menyambut kami di pagi hari yang cerah, rasa lelah, bosan terbayarkan dengan deburan ombak pantai yang ramah, pasir putih yang lembut dan air laut yang menyegarkan. Gili Labak belum memiliki pelabuhan (masih dalam tahap pembangunan), sehingga kita langsung turun ke bibir pantai menggunakan tangga kayu yang disediakan oleh pemilik kapal. Hari ini kita cukup beruntung, karena kapal bisa merapat hingga ke bibir pantai, padahal 3 bulan sebelumnya saya harus jalan kaki sejauh 50-100 meter dari bibir pantai dengan kedalaman air sepinggang untuk mencapai pantai. Jadi sebaiknya kenakan baju renang langsung ketika di kapal atau sebelum masuk kapal untuk memudahkan kita ketika menuju pulau.

Just landed dari kapal langsung main air pantai

Just landed dari kapal langsung main air pantai

Anak-anak langsung berhamburan menuju pantai dan mulai mengesplor pasir dengan mainannya. Pasir putihnya bersih dari sampah maupun limbah, sehingga sangat bersahabat untuk anak-anak. Mereka seakan lupa perjalanan darat 3.5 jam, dan kapal laut 1.5 jam, rasa kantuk, capek, dan bosan sudah hilang digantikan dengan tawa ceria, bahkan mereka tidak mau diajak pulang.

Pasir putih dan air jernih pantai gili labak

Pasir putih dan air jernih pantai gili labak

Happy busy balita

Happy busy balita

Si adek nggak ketinggalan action

Si adek nggak ketinggalan action

Mengenalkan alam kepada anak sangat penting, menunjukkan bahwa Indoensia sangat kaya akan tempat wisata yang indah, mengajarkan anak untuk bersyukur juga bahwa ciptaan Allah yang maha indah ini masih bisa kita nikmati, dan harus dijaga. Namun sayang, menejelang siang saya sudah menemui beberapa sampah bungkus makanan dan plastik yang berserakan di pantai, jumlahnya tidak banyak hanya 2-5 bungkus tetapi itu sangat mengganggu dan membuktikan bahwa kesadaran masyarakat untuk mencintai lingkungan masih kurang. Saya membayangkan ketika pelabuhan sudah terbangun, wisatawan (tidak bertanggung jawab) makin banyak (ramai) sampah juga pasti bertambah, dan keindahan pantai pun bisa berkurang.

Pasir putih nan halus

Pasir putih nan halus

Bagian belakang pulau

Bagian belakang pulau

Tante leon in action, sisi lain gili labak

Tante leon in action, sisi lain gili labak

Hello all...warm welcome from gili labak

Hello all…warm welcome from gili labak

Beautiful bright morning, tante leon dan peserta open trip

Beautiful bright morning, tante leon dan peserta open trip

Beautiful morning

Beautiful morning

Puas bermain pasir, waktunya snorkling, lokasi snorkling tidak jauh dari bibir pantai kurang lebih kita berpindah tempat 100 meteran dari tepi pantai masih dengan menggunakan kapal. Spot ini ramai jika musim liburan, disana terhampar karang dan berbagai jenis ikan hias beraneka warna. Keke, adam, dan tetya tidak berani turun ikut snorkling, jadi yang snorkling hanya mami dan tante leon. Ayah juga masih belum berani hehehe, jadi nungguin di atas kapal sambil teriak-teriak. Tante leon hanya sebentar karena jarinya terluka tergores tali kapal (kasihan tante leon). Snorkling memang belum cocok untuk anak-anak, tapi view disekitar lokasi snorkling sangat cantik.

View underwater

Underwater View

Ikan beraneka warna

Ikan beraneka warna

More and more fishes

More and more fishes

Gili genting

Kurang lebih kita menghabiskan waktu selama 1 jam di spot snorkling sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan dan pindah ke pulau gili genting yang populer dengan pantai sembilan. Dari gili labak ke gili genting memakan waktu satu jam, sekali lagi anak-anak tertidur di kapal. Mereka kenyang makan mie cup yang dijual di warung gili labak seharga 7000 per cup, dan kelapa muda seharga 10000/biji, sungguh nikmat.

Kelapa muda minuman wajib di gili labak

Kelapa muda minuman wajib di gili labak

Sampai di gili genting, kita tidak turun dipelabuhan namun turun langsung dibibir pantai menggunakan tangga. Yes, anak-anak langsung mengeksplorasi pantai, pasir, dan bermain hingga puas, tanpa menghiraukan panas terik (mungkin mereka pede setelah dioles banana boat spf 50) matahari pukul 13.00.  kurang lebih satu jam kita di gili genting.

Salah satu spot di gili genting (pantai sembilan)

Salah satu spot di gili genting (pantai sembilan)

Icon pulau sembilan

Icon pulau sembilan

Playing sand at pantai sembilan

Playing sand at pantai sembilan

Gili genting lebih besar dari gili labak, lebih menyerupai kampung nelayan, lebih ramai, dan banyak penjual makanan. Pantai sembilan yang menjadi ikon gili genting saat itu tidak terlihat (airnya surut, dan menyisakan gundukan pasir). Overall, gili labak is the best.

Menikmati pemandangan laut dari kapal

Menikmati pemandangan laut dari kapal

 

Goodbyeeee

Jam 2 siang mulai meninggalkan gili genting menuju pelabuhan tanjung, total waktu 30 menit. Disini tetya duduk di ujung kapal, mas adam di buritan, merasakan hembusan angin laut yang tidak setiap hari bisa dirasakan. Setelah sampai dipelabuhan, kita istirahat dan bersih-bersih diri dan makan siang. Tepat pukul 16.00 kita melanjutkan perjalanan pulang ke surabaya. See you on the next trip.

Tips:

*Sunblock adalah benda wajib yang harus dipake ketika ke pantai, kita pake banana boat spf 50 aloe vera, dan terbukti bebas sunburn dan belang. Padahal saya mengolesnya tidak setiap jam (capek juga mengoles 4 orang dengan sb setiap jam).

*Topi lebar dan kacamata, tapi anak-anak suka susah pake topi dan kacamata.

*Minyak kayu putih, wajib oles sering-sering karena anak-anak basah dan kena angin dalam waktu yang lama.

*Plaster handyplast, banyak karang yang bisa melukai, serta pasir yang tajam.

*Cemilan??? Dijamin anak-anak pasti lupa makan saking gembiranya.

*Air putih, yah banyakin minum air putih agar tidak dehidrasi.

 

Fun Gathering Fakultas Vokasi UNAIR

gathering-dan-peningkatan-kinerja-unair-dosen-vokasi-di-batu-malang

A lot of fun there..

Dosen-dosen Fakultas Vokasi patut berbangga hati, karena pada hari Jum’at-Minggu 21-23 Oktober 2016 diberi kesemptan untuk mengikuti kegiatan gathering dan peningkatan kinerja yang diselenggarakan di kota apel Batu, tepatnya di Amerta Hills Hotel and resort. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen 3 angkatan, angkatan pertama dosen-dosen homebased PNS, angkatan kedua dosen tetap non PNS tahun 2015, dan angkatan ketiga dosen tetap non PNS angkatan 2016. Fakultas Vokasi UNAIR merupakan fakultas termuda yang lahir pada tahun 2014. Dalam kurun waktu 2 tahun in Fakultas Vokasi banyak merekrut dosen tetap non PNS dalam jumlah yang cukup banyak. Kembali lagi pada acara gathering yang dikemas dengan konsep fun educative, memiliki tujuan antara lain untuk membangun kebersamaan dan kekompakan antar seluruh dosen di Fakultas Vokasi, dan meningkatkan kinerja dosen dalam menjalankan tri darma perguruan tinggi.

Seluruh peserta berangkat dengan menggunakan 2 bis, dan langsung menuju Batu. Acara dibuka oleh dekan Fakultas Vokasi UNIVERSITAS AIRLANGGA pada hari Jum’at malam, dimana pada acara pembukaan juga diberikan materi tentang dinamika kelompok/tim, banyak permainan yang bisa membuat para peserta tetap konsentrasi dan fokus pada materi, serta banyak kegiatan yang meningkatkan solidaritas dalam kelompok. Selain materi dalam ruangan, pada hari Sabtu juga diadakan kegiatan outbond yang diikuti seluruh peserta (dosen dan dekanat). Dalam outbound ini banyak permainan yang membutuhkan kerjasama tim, kekompakan, toleransi, empati, dan sportifitas para seluruh anggota kelompok. Memang diyakini bahwa kegiatan outbond dinilai mampu mendekatkan seluruh anggota dan meningkatkan kekompakan tanpa mengenal jabatan, status sosial, dan embel-embel lainnya.

kegiatan-peningkatan-kinerja-unair-dosen-vokasi-di-batu-malang

Sesi penyampaian materi

Sore hari dilanjutkan dengan materi spiritual motivation dimana para peserta diajak mensyukuri apa yang telah didapatkan saat ini. Diakhiri dengan dengan bermaaf-maafan dan mengucapkan terima kasih kepada para kolega yang ada diruangan. Materi kedua ini sungguh menguras emosi para peserta dimana banyak peserta yang menangis. Malam hari merupakan malam yang ditunggu-tunggu peserta, dimana terdapat acara singing kompetition, dimana seluruh peserta tanpa terkecuali harus menyumbangkan suaranya, dan para peserta sangat tenggelam dalam suasana ini sehingga sekali lagi tidak ada lagi embel-embel senior-junior, semua bersama menjadi satu. Hari ketiga, its time to said goodbye for Fun Gathering Fakultas Vokasi AIRLANGGA UNIVERSITY, acara dihari terakhir adalah penyampaian materi tentang tim building dan bagaimana bekerja sama dalam kelompok. Dilanjutkan dengan penyerahan hadiah bagi kelompok outbond yang paling kompak, dan penutupan oleh Dekan Fakultas Vokasi.

peningkatan-kinerja-unair-dosen-vokasi-di-batu-malang

Penandatanganan komitmen

Well, sebetulnya kegiatan seperti ini (gathering) memang diperlukan bagi organisasi, dengan tujuan untuk saling mendekatkan antar anggota, dan me-refresh rutinitas kerja untuk meningatkan kinerja dosen. Materi yang diberikan baik indoor maupun outdoor banyak memberikan manfaat bagi para dosen terutama dalam hal komitmen pada UNAIR sebagai instutusi penaung.

games-dan-outbond-peningkatan-kinerja-unair-dosen-vokasi-di-batu-malang

Fun, fun, fun…. #outbond

universitas-airlangga-excellence-with-morality-logo—-

Demikianlah sedikit tulisan dan cerita akhir tahun tentang fun gathering yang diadakan oleh Fakultas Vokasi. Tulisan ini sekaligus juga sebagai entry di lomba blog Unair yang digagas oleh BPP Unair.

Blogging UNAIR, dan hobi yang terlupakan

Menulis blog merupakan salah satu aktivitas favorit saya sejak lama, meskipun kesibukan di kampus sempat menghentikan kegiatan menulis diary online ini selama kurang lebih 2 tahun. Menulis blog sudah saya lakukan sejak munculnya weblog pada awal tahun 2005, waktu itu masih menggunakan friendster (lupa nama blognya), waktu itu isinya hanya seputar aktivitas sehari-hari yang lucu, konyol, sedih, marah, dan kecewa.  Kemudian ketika friendster berlangsung memudar dan ditutup, maka kegiatan blogging beralih ke WordPress sejak tahun 2006, saat itu belum ada sosial media seperti sekarang ini. Selain WordPress,  sempat pula memiliki private picture blog yang tidak untuk konsumsi publik, dan tentu saja blog civitas UNIVERSITAS AIRLANGGA dengan alamat http://noveanna-fisip.web.unair.ac.id/. Jika blog WordPress banyak berisi daily activity, lain halnya dengan blog UNAIR dimana isinya banyak terkait materi kuliah, tugas kuliah mahasiswa, lowongan pekerjaan dibidang perpustakaan, dan call for papers. Mengapa suka menulis di weblog? sebetulnya yang paling menyenangkan bukan ketika menulis konten blog melainkan ketika membaca kembali kejadian/peristiwa yang pernah terjadi, dan dengan menulis kita jadi ingat banyak hal akan peristiwa dalam hidup kita. Selain itu, blogging menyenangkan karena basicly i love to share, share any information about my experience.

Memanfaatkan fasilitas blog dari Unair

Memanfaatkan fasilitas blog dari Unair

Pada awalnya, blogging saya lakukan secara rutin, minimal seminggu sekali posting something fun or akademik, ternyata, banyak hal yang berhasil menghambat untuk sekedar say hello di blog. Seiring berjalannya waktu, bahkan sampe lupa password dan username of my blog. Tidak pernah membuka lagi, dan sudah lama tidak membaca postingan, melihat foto, dan cek komentar. Ditambah pula dengan akun blog yang di-suspended oleh web hosting karena lupa belum dibayar biaya tahuannya.

Finally, the momment is coming, 2 minggu lalu sempat membayar dan mengaktifkan kembali blog pribadi, juga sudah meminta mahasiswa melakukan blog posting untuk tugas mata kuliah jejaring informasi perpustakaan, dan yang terakhir baca di postingan group WA Fakultas Vokasi AIRLANGGA UNIVERSITY bahwa ada blogging competition 2016, hahaha what’s a coincident dimana hobi untuk ber-blogging ria bisa tumbuh lagi.

Blogging di UNAIR memang bukan merupakan hal baru, melainkan sudah lama digagas, UNAIR menyediakan akun blog civitas kepada seluruh mahasiswa dan dosen yang bisa
digunakan untuk knowledge sharing dan membangun pofile ilmiah. Namun sayang, tidak banyak civitas akademia Unair yang memanfaatkan blog civitas, hanya beberapa saja. Ternyata teknologi tidak selamanya membantu menyelesaikan masalah, jika tujuan utama adanya blog adalah untuk berbagi pengetahuan, maka dalam hal ini membagikan blog kepada seluruh civitas bukan jaminan semua akademia akan membuat blog post dan membagi seluruh pengalaman, pengetahuan, kemampuan kepada orang lain.

Materi untuk lomba blog Unair

 

wow

banyak hal terjadi selama ini setelah berhenti menulis. banyak hal-hal yang lupa tidak dituangkan dalam tulisan, begitu juga dengan tampilan dashboard wp yang terasa asing bagiku. dengan adanya kerjaan yang menumpuk dikampus, ditambah dengan trio krucils yang tingkah polanya bikin wow menjadi alasan kenapa selama 2 tahun ini aku berhenti menulis. 2 tahun yah? ternyata time goes fast, yang sebetulnya sayang sekali kalo tidak dituangkan dalam tulisan. ok, semoga mulai hari ini bisa dimulai lagi coret2nya…for the future.

Welcome to this world tertia…

Tidak pernah terpikir olehku, jika tahun 2014 aku akan diberi karunia terindah titipan allah sekali lagi. Yah, menurutku kevin dan adam sudah cukup membuat rumah kecil kita dipenuhi kebahagiaan, tetapi tuhan punya rencana lain bagi keluarga kita. Kamis, 27 maret, lahirlah seorang bayi mungil yang cantik dan finally kita panggil tertia (tetya). Sama dengan kedua kakaknya, tetya juga terlahir by SC, dan karena sudah dua kali menjalani SC, yang ketiga ini alhamdullilah lebih lancar dan recovery lebih cepat, bahkan tetya sempat IMD meski hanya sebentar. Sekarang baby tetya berumur 6 hari dan sudah menjadi baby yang sehat dan kuat minum ASI-nya. Tidak ada kata yang terucap selain, thanks to allah for this gift and for tetya, selamat datang di dunia yang indah ini, we will always welcome you with arms wide open. love, mama-ayah-kevin-adam…

Tepung Gasol for MPASI

Punya anak artinya yah harus ada sedikit repotnya, 3 tahun lalu ketika anak pertama pertama kali makan MPASI, pokoknya smua harus fresh and helathy. Makanan berpengawet dan penambah rasa (sweet and salt) is big no. Jadi waktu anak pertama berumum 6 bulan, mama rajin bikin bubur home-made dari kentang, beras merah, kacang hijau, kacang merah, dll. Smua kacang-kacangan dan beras dicuci bersih dan dijemur kemudian di grinder (kebetulan mama punya mini herbs grinder hehe) sampai menjadi bubuk/tepung, kemudian di sangrai dan disimpan di tupperware untuk kemudian dimasak ketika dibutuhkan. Repot? tentu saja, terutama dulu waktu tahun 90an ketika adik masih bayi ortu suka beli bubur instant yang rasanya manis, dan sampe sekarang aneka bubur-buburan juga masih banyak (bahkan bertambah banyak variasinya di supermarket). Beberapa bulan kemudian ketika mama browsing, nemu tepung organik (non instant) namanya gasol (namanya lucu sih) waktu itu langsung penasaran dan beli deh itu tepung, awalnya beli beras merah, kacang hijau, pisang dan ternyata anak pertama suka banget meskipun rasanya plain (hambar), dan mama harus repot-repot memasak (at least sudah nggak meng-grinder sendiri hehe). Waktu itu belinya di tempat praktek DSA-lumayan lengkap dan murah.

Tepung_gasol_komplit-landscape

Sekarang, 3 tahun kemudian, sejarah hampir berulang, belajar dari pengalaman, pemberian MPASI yang plain tetap menjadi prioritas, dan sekarang tujuan langsung ke tepung gasol organik, belinya tetep di DSA, cuma sekarang tepung gasol dijual di apotek-nya DSA. Hari ini, mama kebingungan cari tepung gasol adek yang hampir habis, muter-muter di sidaorjo (hero, frosty mart, apotek-apotek) nol besar (dulu pernah lihat di hero), di toko perlengkapan bayi juga kosong (katanya sudah lama), ke apotek DSA ternyata tutup hanya buka ketika jam praktek saja, so nunggu senin deh.

Ternyata untuk mendapatkan makanan sehat for baby tidaklah mudah, misalnya si tepung ini. meskipun banyak bayi yang dilahirkan dan membutuhkan makanan pendukung ASI tetapi produk sehat semacam gasol organik ini masih sulit menempus pasar makanan instant. Memang agak membingungkan, banyak masyarakat yang membutuhkan tetapi produk sangat susah didapat, atau karena smua serba organik dan sehat sehingga tidak bisa memproduksi sangat masal dan menyebarkan ke berbagai daerah, atau masih banyak ibu-ibu yang lebih memilih makanan instant for their baby sehingga kurang melirik makanan organik ini?. Bagi saya, tepung ini recommended untuk bayi usia di atas 6 bulan. Rencananya nanti, anak kedua hanya makan bubur hingga usia 7 bulan, karena setelah konsultasi dengan DSA dianjurkan kalo si baby sebaiknya sudah makan makanan keluarga (cuma agak dilembekin) setelah usia 7 bulan. Rencana awal sih BLW, tapi kok masih belum berani (baca: tega), jadi BLW-nya hanya sebagai selingan saja (cemilan pagi dan sore).

Balita NetGen

webbanner-androtab-new-02_01

Ternyata balita pada era netgen itu harus kenal gadget. Entah dari teman sepergaulan, pengaruh televisi, atau memang itu sudah menjadi gaya hidup para balita netgen. Mulai dari HP, BB, hingga yang terbaru adalah tablet yang bisa digunakan untuk nge-game atau browsing internet. Jadi bisa dikatakan bahwa jaman balita era netgen ini beda dengan ibu-bapaknya, para balita netgen ini begitu buka mata sudah kenal dengan teknologi (komputer, mobile phone, dan tablet).

Begitu juga dengan baby kay, yang sekarang sudah menginjak usia 3 tahun 8 bulan. Sekilas mengenai baby kay dan komputer, kay mulai mengenal komputer (laptop) sejak usia 2.5 tahunan, waktu itu hanya nonton video-video yang di download dari you tube, atau muter CD/DVD di laptop, awal-awal menggunakan laptop paling 1-2 jam sehari terus dilanjutkan dengan ketiduran. Selanjutnya video download dirasa kurang menantang, akhirnya minta nonton streaming youtube, dan ini bisa berjam-jam (karena interaktive dan buanyak video di youtube yang bisa dilihat), yang paling ekstrim baby kay ini bisa nonton dari sore hingga tengah malam (tidur juga sama laptop), bangun tidur langsung buka laptop….

Apakah orangtua khawatir melihat habit baru si anak? tentu saja, tapi memang kurasa era anak sekarang dengan jaman orang tuanya dulu sungguh berbeda. Kalo dulu ortu ditemani dengan permainan rakyat dengan teman sebaya, baca buku novel usang, atau mainan pasar2an dirumah, sekarang smuanya serba teknologi. Buku tetap dikenalkan pada anak, tetapi teknologi juga perlu karena tidak bisa dipungkiri kalo teknologi itu akan menemani si anak hingga dewasa (kasian kan kalo anak kita gaptek). Bagaimana mengarahkan balita netgen ini? ada beberapa hal positip yang saya rasakan dari adanya teknologi ini, antara lain:

1. Menjadikan anak lebih peka, jadi baby kay bukan asosial (menurut banyak teori nonton fim menjadikan anak susah untuk bersosial) tapi malah sopan, smua hal yang dia tonton selalu diimplementasikan dalam kehidupan dia. Misalnya dalam mengungkapkan rasa sayang, baby kay sangat peka dengan hal ini, sering peluk cium mama & ayah just because she watch barney and friends, say thank you in every occasion dimana dia merasa terbantu, say sorry, ketika dia berbuat salah, etc.

2. Menjadikan anak lebh kreatif, banyak permainan dia diilhami dengan menonton film, misalnya membuat gajah dari kardus, membuat rumah princes dari kardus, membuat mainan angry birds, dan sering berimajinasi untuk mengekspresikan apa yang dia inginkan.

3. Banyak belajar bahasa (terutama bahasa Inggris), yup ini salah satu kelebihan teknologi yang tidak bisa dipungkiri banyak membantu anak, jadi seringkali saya terkaget2 karena ketika diajak bicara baby kay menimpali dengan bahasa lain yang saya belum pernah ajarkan.

Sebetulnya banyak sekali manfaat dari teknologi informasi ini (IMHO), tetapi tetap saja peran ortu dalam mengarahkan terutama mengawasi sangat diperlukan, karena tentu saja dari sekian banyak jam baby kay menonton youtube pasti pernah kecolongan, suatu malam baby kay teriak minta tolong dengan laptopnya, ternyata di gambar laptop ada adegan sadis (kalo nggak salah pertarungan ikan hiu hingga berdarah-darah), dan that was shocking me up.

Sebulan yang lalu laptop kay rusak, jadi seringkali dia mengintervensi laptop mama dan ayahnya, so, sebagai reward karena dia sudah menjadi anak yang baik, dan sebagai bagian dari baby netgen, jadilah hari ini baby kay dapat hadiah tablet smartfren andromax, meskipun sederhana tapi baby kay lumayan suka dah mulai nge-game angry birds dan nge-you tube. Oya, video favorit baby kay di you tube adalah all about angry birds, baby tv songs and movie, nerdy nummies, mister maker, barney and friends, yah acara anak-anak.